Saturday, 24 October 2020


Sambung Nyawa, Inovasi Lampu Perangkap Hama Tenaga Surya Buatan Susanto

06 Mar 2020, 17:48 WIBEditor : Ahmad Soim

Susanto dan LTI Tenaga Surya temuannya | Sumber Foto:Dok

Hama yang bisa diperangkap dengan lampu ini antara lain trips, wereng, orong orong, jangkrik, kiskisan, kepiding tanah dan segala jenis kaper.

TABLOIDSINARTANI.COM, Nganjuk - Panel surya ukuran hanya sekitar 6 x 8 cm yang dipasang dalam alat Perangkap Hama Tanaman Pangan dan Hortikultura bila menyerap cahaya matahari selama 5 jam saja pada siang hari, mampu menghidupkan lampu perangkap LED pada alat ini sekitar 10-12 jam pada malam hari.

Susanto, petani di Nganjuk Jawa Timur yang juga Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Joglo Nganjuk mengatakan panel surya itu dia impor. “Dalam alat ini saya benamkan baterai dan ada lampu yang saya rekayasa dan buat sendiri,” kata perekayasa LTI ini kepada tabloidsinartani.com (3/3).

“Saya coba-coba ada 10 model lampu dengan beberapa warna. Yang efektif untuk memerangkap hama tanaman pangan dan hortikultura adalah lampu LED Ultra Violet (UV),” jelasnya sambil menunjukkan bahwa lampu itu bila jatuh tidak pecah bahkan mental seperti bola bila jatuh ke lantai keramik.

Susanto memberikan nama alat hasil inovasinya itu LED Insect Sambung Nyawa, sebuah alat Light Trap Insect (Perangkap Hama Insektisida) dengan tenaga surya.

Lampu tersebut jelasnya bisa menarik hama saat malam hari. Pada malam hari lampu LED UV-nya menyala dan mampu membuat hama mendekat dan jatuh ke bak perangkap (baskom) yang diisi air dicampur diterjen.

Lampunya menyala secara otomatis saat matahari tenggelam hingga matahari terbit. Saat matahari terbit, lampu mati dan panel surya secara otomatis mengisi baterai hingga matahari terbenam dan begitu seterusnya.

Hama yang bisa diperangkap dengan lampu ini antara lain trips, wereng, orong orong, jangkrik, kiskisan, kepiding tanah dan segala jenis kaper.

Agar LTI tenaga surya ini efektif jumlah yang dipasang per 1 ha untuk tanaman padi sebanyak 12 unit, bila untuk tanaman horti sebanyak 30 unit.

Susanto menjelaskan kunci sukses pemasangan LTI ini adalah waktu pemasangan 3-5 hari sebelum tanam, mengatur ketinggian lampu sesuai ketinggian tanaman, dan jangan biarkan bak air kosong dan selalu dicampur dengan diterjen.

Sampai saat ini menurut Susanto sudah ada sekitar 1000 alat ini yang terjual. Ada dua tipe alat hasil rekayasanya, yakni tipe tanpa kaki (petani bisa memberi kaki sendiri) dengan harga Rp 325 ribu dan tipe LTI Tenaga Surya lengkap dengan kakinya dengan harga Rp 485 ribu per unit.

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018