Tuesday, 02 June 2020


Molases Tebu, Solusi Atasi Kelangkaan Alkohol

02 Apr 2020, 09:10 WIBEditor : Gesha

Proses pembuatan molase tebu | Sumber Foto:BB Pascapanen

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Alkohol dari malose tebu kini menjadi alternatif pilihan mengatasi meningkatnya permintaan alkohol ditengah merebaknya wabah virus corona (Covid 19). Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen) kini telah berhasil mengembangkan salah satu jenis alcohol yang bisa digunakan yaitu bioetanol berbahan baku molase tebu. 

Bahan baku untuk pembuatan bioetanol adalah sumber gula, sumber pati dan sumber serat (lignoselulosa). Molases tebu merupakan produk samping dari industri gula yang dapat dijadikan sebagai salah satu sumber gula.

Ketersediaan molases tebu yang berlimpah berpeluang untuk mendatangkan keuntungan pada biokonversi menjadi etanol. Molases ini memiliki kadar gula yang sangat tinggi, yaitu lebih dari 50 persen.

Mikroorganisme yang digunakan untuk fermentasi bioetanol ini adalah Saccharomyces cerevisiae.  Penggunaan mikroorganisme ini untuk proses fermentasi memerlukan pengkondisian kadar gula awal.

Kadar gula sampel yang akan difermentasi tidak boleh melebihi 20 persen karena dapat menghambat aktivitas khamir dan tidak sempurnanya produksi bioetanol. Kadar gula yang terlalu tinggi mengakibatkan waktu fermentasi lebih lama dan terdapat kemungkinan tidak seluruh gula diubah menjadi alcohol.

Kepala BB Pascapanen, Dr. Prayudi Syamsuri mengatakan proses pembuatan bioethanol dari moleses tebu ini sederhana dan mudah diaplikasikan. “Pembuatan bioetanol dari molases hanya perlu melewati dua tahap, yakni fermentasi dan destilasi karena molases merupakan jenis bahan gula," ujar Prayudi. 

Cara pembuatannya adalah molases tebu dengan nilai total padatan terlarut (TPT) sekitar 70-71 0Brix diencerkan dengan penambahan aquades yang bertujuan untuk menurunkan TPT dalam molases menjadi 15 0Brix,  pH molases yang sudah diencerkan diatur pada pH 5 dengan penambahan NaOH dengan tujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dari Saccharomyces cerevisiae dari penambahan fermipan.

Fermentasi dilakukan pada suhu ruang selama 24, 48 atau 72 jam setelah ditambahkan urea dan fermipan. Setelah itu dilakukan destilasi selama 3-4 jam. 

BB Pascapanen sudah dapat menghasilkan teknologi produksi bioetanol dari molases tebu dengan hasil rendemen bioetanol yang tinggi yaitu sekitar 40-45 persen dengan kadar alkohol diatas 90 persen dengan 1 kali proses destilasi. Teknologi tersebut sangat membantu dalam menyediakan ketersediaan etanol yang saat ini mengalami kelangkaan.

Reporter : Abdullah Arif
Sumber : BB Pascapanen
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018