Thursday, 30 June 2022


Smartpot, Menanam Tanpa Pot ala SMKPP Negeri Tegalampel

27 May 2020, 11:46 WIBEditor : Yulianto

samrtpot ala SMKPP N 1 Tegalampel | Sumber Foto:SMKPP N 1 Tegalampel

TABLOIDSINARTANI.COM,Bondowoso---Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga kini tak menjadi penghalang bagi tim SMK Pembangunan Pertanian (PP) Negeri 1 Tegalampel, Bondwowo untuk menciptakan inovasi berupa Smartpot Kokedama MIMOS.

 “MIMOS ini merupakan hasil kolaborasi antara teknisi laboratorium kultur jaringan dan guru produktif di SMK PP Negeri 1 Tegalampel,” kata Kepala SMK PP Negeri 1 Tegalampel, Anik Sudartini.

Menurutnya, MIMOS didesain memiliki tiga sensor. Pertama, Gas sensor membuat robot Kokedama dapat mencari cahaya sendiri sesuai intensitas cahaya yang dibutuhkan. Kedua, Sensor ultrasonik mampu membuat alat ini mempunyai fungsi avoider, sehingga tidak menabrak ketika dioperasikan.

Ketiga, sensor untuk mendeteksi adanya polusi di dalam ruangan yang ditandai dengan bunyi alarm. “MIMOS ini belum sempurna. Ke depan, akan dilengkapi dengan monitoris suhu, kelembaban ruangan dan security system, sehingga kita dapat melakukan monitoring ruangan dimanapun kita berada,” imbuhnya.

Kokedama sendiri merupakan teknik menanam dari Jepang yaitu menempatkan tanaman dalam bola tanah kemudian membungkusnya dengan moss (lumut/sabut kelapa) lalu mengikatnya dengan tali dan biasanya dibentuk bulat. Teknik menanam ini unik karena tidak menggunakan pot.

Inovasi dari SMK PP selaras ajakan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) kepada seluruh insan pendidikan vokasi pertanian untuk beradaptasi dalam menghadapi Covid-19.Covid dan vokasi adalah bagian dari cerita baru dunia. Covid mengubah ke arah yang lebih digital dan berbasis teknologi, katanya.

Selain itu, Syahrul mengatakan riset dan teknologi sangat penting dan tentu akan memberikan kontribusi kuat untuk hadirnya petani menghasilkan pangan berkualitas.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menambahkan, pendidikan vokasi pertanian ditujukan untuk membangun milenial pertanian yang berkualitas dan mampu menghasilkan job creator dan job seeker.

Untuk membangun milenial pertanian yang berkualitas tersebut, diperlukan tenaga pendidik maupun kependidikan yang juga berkualitas. Oleh sebab itu, segala inovasi yang diciptakan tenaga pendidik maupun kependidikan untuk menunjang proses pembelajaran di sekolah vokasi patut kita apresiasi.

 

Reporter : Vanelly RS
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018