Tuesday, 07 July 2020


Makin Bergengsi, Peneliti Balitbangtan Masuk 500 Peneliti Terbaik Nasional

29 May 2020, 16:56 WIBEditor : Gesha

Dr. Yiyi (bertopi merah) saat menjadi Tim Leader pemetaan lahan rawa di Merauke | Sumber Foto:BBSDLP

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Peneliti dari Badan Litbang Pertanian, Dr. Yiyi Sulaeman, masuk dalam jajaran 500 peneliti terbaik nasional versi Science and Technology Index (SINTA) yang diumumkan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro, Kamis (28/5).

Ranking tersebut menggambarkan kondisi yang paling komprehensif dari kualitas peneliti dan dosen yang ada di Indonesia. "Kita bangga ada peneliti sumberdaya lahan yang masuk di level tersebut," kata kepala Balai Besar Penelitian Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Bogor, Dr. Husnain.

Dr.Yiyi yang baru saja menjabat sebagai Kepala Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra), Kalimantan Selatan, berada di posisi 149 dari 500 peneliti terbaik. Yiyi juga menjadi peringkat 1 lingkup peneliti dari Badan Litbang Pertanian.

Dirinya juga dikenal sebagai ahli pemetaan tanah digital memang memiliki segudang aktivitas di dunia ilmiah. Ia, misalnya, menjadi Lead Editor buku level Internasional yaitu Tropical Wetland yang diterbitkan CRC Press tahun 2020. 

Publikasi internasional lain yang terkait rawa di antaranya Wetland Development for Agriculture in Indonesia 1935 to 2013: Historical perspective and lessons learned. Ia juga menulis review A Framework for development of wetland for agricultural use in Indonesia pada 2019. "Banyak literatur kita yang harus ditulis dalam Bahasa Inggris agar dikenal dunia," kata Yiyi. 

Yiyi juga merupakan digital soil mapper pertama di Indonesia yang merintis terobosan metode pemetaan. Dirinya mencoba memanfaatkan sejumlah data warisan untuk memutakhirkan data tanah di Indonesia. 

Yiyi juga merintis pemanfaatan kecerdasan buatan untuk pemetaan tanah. "Banyak metode yang telah populer digunakan di disiplin ilmu lain dapat diadopsi pada disiplin ilmu tanah," kata Yiyi.

Di tanah air, Yiyi juga berusaha menyederhanakan peta tanah agar dapat dipahami masyarakat umum, misalnya membuat peta tanah-tanah bermasalah seperti tanah salin, tanah dangkal, maupun tanah terjal. "Nama-nama sederhana itu mudah dimengerti," kata Yiyi.

Nama Dr. Yiyi Sulaeman yang masuk dalam 500 peneliti terbaik Nasional tentunya diapresiasi oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Dr Fadjry Djufry. 

Bahkan dirinya menegaskan bahwa Balitbangtan akan terus mendorong para peneliti kita untuk mempercepat hilirasi dan go internasional. "Salah satunya adalah mengikuti standar pemeringkatan seperti SINTA ini. Ke depan, diharapkan akan banyak peneliti Badan Litbang yang masuk jajaran 500 peneliti terbaik nasional", ungkap Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Fadjry Djufri.

Reporter : Yayank
Sumber : BBSDLP
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018