Friday, 10 July 2020


Mau Menguji Produk Alsintan Anda?Lab Pengujian Alsintan Tetap Buka Pelayanan

15 Jun 2020, 11:55 WIBEditor : Gesha

Pengujian Alsintan di BBP Mektan | Sumber Foto:Istimewa

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Serpong --- Anda produsen Alat dan Mesin Pertanian?Tapi, sebelum dirilis pastikan produk Anda sudah teruji di Lab Pengujian Alsintan milik Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) di Tangerang, Banten. Selama pandemi COVID 19 ini, pelayanan pengujian tetap dibuka. Dengan pelaksanaan pengujian tetap mengikuti protocol Kesehatan untuk mencegah penularan COVID 19.

Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kini menjadi bagian penting dalam modernisasi pertanian. Karenanya, industri Alsintan mulai banyak bermunculan. Namun sebelum dirilis ke pasar, alsintan tersebut harus melalui tahap pengujian Alsintan, salah satunya di Lab Pengujian Alsintan milik Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) di Tangerang, Banten

Pengujian Alat dan Mesin Pertanian ini sesuai dengan amanat Undang-Undang No 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan. Undang-undang tersebut menggantikan peraturan pemerintah (PP) no 81 tahun 2001 tentang Alsin budidaya tanaman.

“Dalam UU No. 22/2019, pasal 68 ayat 2 dinyatakan bahwa setiap alsintan yang akan diedarkan dan dipasarkan di Indonesia baik buatan dalam negeri maupun impor, harus diuji terlebih dulu oleh Laboratorium Uji Alsintan,” kata Kepala Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan), Agung Prabowo.

Dan dengan adanya reorganisasi, melalui Permentan no 12 tahun 2016, Balai Pengujian Mutu Alsintan yang berada di Citayam, Kab Bogor yang selama ini melakukan pengujian mutu Alsintan digabungkan ke dalam BBP Mektan dan dibentuklah Bidang Standardisasi dan Pengujian Alsintan (Bidang SP).

Kepala Bidang SP, BBP Mektan, Sigit Triwahyudi, mengungkapkan bahwa Laboratorium Pengujian Alsintan BBP Mektan sudah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dibawah Badan Standardisasi Nasional (BSN) dengan sertifikat akreditasi nomor LP-1185-IDN. Sertifikat akreditasi tersebut juga berlaku di tingkat internasional karena BSN punya mutual agreement dengan lembaga-lembaga internasional.

Dalam melaksanakan pengujian, laboratorium pengujian di BBP Mektan berpatokan pada Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang syarat unjuk kerja dan metode uji untuk alat dan mesin pertanian.

Saat ini Laboratorium pengujian alsintan BBP Mektan sudah terakreditasi untuk 17 ruang lingkup dengan fasilitas lima buah laboratorium yaitu laboratorium pengujian traktor roda dua, lab pengujian traktor roda empat, lab pengujian pompa, lab pengujian spryer dan lab pengujian pascapanen. Pengujian pasca panen kebanyakan dilakukan secara on farm di lapangan, dan analisa hasil uji dilakukan di lab pengujian pascapanen di BBP Mektan.

“Kita menjadi satu-satunya lab pengujian alsin  untuk traktor roda dua, traktor roda empat, dan pompa. Selain itu, layanan lab pengujian BBP Mektan juga lebih lengkap karena dapat menguji dari alsin pra panen dan pascapanen. Meskipun ada lab alsintan di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk yang lainnya,” tambah Sigit. 

BBP Mektan juga menguji alsin yang bersifat integratif, beberapa pekerjaan dilakukan oleh satu alsin sekaligus. Contohnya rice milling plant (RMP) yang menggabung beberapa fungsi dalam satu paket, mulai dari pembersihan, penggilingan, hingga sortir dan packaging.

“Saat menguji RMP di Surabaya belum lama ini, jika diurai ada 11 jenis Alsin yang diuji satu per satu. Model RMP semacam ini juga digunakan di Denfarm milik Balitbangtan di Karawang dan Sumsel,” cerita Sigit.  

Alur Pelayanan

Selama pandemi COVID 19, pelayanan uji alsintan ini tetap dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan. Sejak awal COVID 19, sudah ada sekitar 30 alsin yang diujicoba ke BBP Mektan.

Sigit memaparkan alur pelayanan pengujian alsintan di BBP Mektan yang mudah. “Perusahaan produsen alsin mengajukan pelayanan pengujian ke BBP Mektan.  Pengujian tersebut dilakukan setiap tipe dan model alsin, misalnya 35 horse power, 49 horse power  dan lainnya,” tuturnya.

Tahapan pengujian diatur dalam standard operating procedure (SOP), sejak pengajuan hingga keluarnya laporan  hasil uji (test report).  Sigit menjelaskan, hirarki pengujian alsin menempatkan Kepala BBP Mektan sebagai top manager. Di bawahnya ada deputi top manager yang dijabat oleh Kepala Bidang SP yang membawahi manajer teknis, manajer mutu, dan manajemen administrasi.

Prosedurnya, pemohon uji mengajukan permintaan pengujian kepada Top Manajer (Kepala Balai Besar). Permohonan didisposisikan ke deputi top manajer dan jajaran dibawahnya untuk mengecek kelengkapan berkas dan admistrasi. Secara parallel, permohonan itu akan dikaji ulang oleh manajer teknis untuk menetapkan kesiapan uji, apakah peralatannya tersedia, personelnya tersedia, dan lainnya.

Setelah verifikasi administrasi dan teknis selesai, kemudian manajer teknis akan menetapkan personel pengujian dan diberikan surat tugas. Langkah selanjutnya adalah alsintan yang diuji akan di kirim ke BBP Mektan untuk dilakukan uji laboratorium dan dilanjutkan uji lapang, disesuaikan jenis alsin yang diuji.

"Lama pengujiannya sendiri sekitar 3 hari, selanjutnya hasil uji akan dikeluarkan maksimal 20 hari setelah pengujian selesai, baik pengujian di laboratorium (misalnya traktor roda 3 dan 4 maupun pompa) maupun pengujian di lapangan (test drive uji lapang)," jelas Sigit.

Untuk pengujian traktor roda dua meliputi pengujian poros roda (axle power) untuk mengetahui karakteristik penerusan daya pada poros roda, torsi poros roda, dan pemakaian bahan bakar spesifik serta uji beban berkesinambungan atau tes durability selama 25 jam nonstop.

“Untuk traktor roda empat ada Uji poros daya putar (PTO dynamometer) untuk mengetahui karakteristik penerusan daya pada poros sumber tenaga putar (PTO) dan pemakaian bahan bakar spesifik.  Disamping itu ada pengujian menggunakan  dynamometer car untuk mengetahui kapasitas dayanya,” tuturnya.

Langkah selanjutnya jika alsin tersebut akan disertifikasi, diajukan ke Lembaga Sertifikasi Produk (Lspro) Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP). “Kalau produk tersebut tidak lolos, biasanya akan dimodifikasi oleh pabrikan yang kemudian diuji ulang lagi ke BBP Mektan. Lama berlakunya hasil pengujian ini 3 tahun. Kalau sudah habis masa berlakunya, ya harus diuji ulang,” tambahnya.

Adapun besaran biaya pengujian ditetapkan berdasarkan peraturan pemerintah (PP) No.35 tentang jenis dan tariff atas penerimaan negara bukan pajak (PNBP). PNBP terbagi menjadi dua, yaitu PNBP alat dan PNBP operasional.

"Jika pengujian di lapangan (di luar Lab BBP Mektan) maka biaya transportasi, akomodasi personel penguji, konsumsi, dan lain-lain itu ditanggung oleh pemohon uji. Standar biayanya sudah ditetapkan dalam PP tersebut," tambah Sigit.

Selama ini, hambatan yang biasa muncul justru muncul dari pemohon uji karena ketidaklengkapan persyaratan. "Untuk melindungi konsumen, dalam persyaratan ada kewajiban menyatakan kesiapan memberikan layanan purna jual di atas meterai,” kata Sigit.

Dari sisi tren, saat ini yang paling banyak diuji adalah traktor roda 4 dan spryer yang menggambarkan kebutuhan pasar saat ini termasuk pengadaan oleh pemerintah untuk bantuan ke petani.

Alsin pengadaan pemerintah saat ini mencapai 80%, selebihnya milik perorangan atau perusahaan swasta. Saat ini trennya, sesuai dengan perkembangan teknologi maupun kebutuhan di lapangan. "Saat ini,permohonan pengujian traktor roda dua menurun sedangkan roda empat naik," tambahnya.

 

Untuk meningkatkan pelayanan, BBP Mektan sedang mengembangkan aplikasi digital yang diberi nama SAPA Mektan untuk permohonan uji dan pemantauan prosesnya. Kepala Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan), Agung Prabowo mengaku optimis aplikasi ini bisa mengefisienkan proses pengujian. Diharapkan tahun 2021 sudah bisa diterapkan.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018