Thursday, 02 July 2020


Selain Eukaliptus, Minyak Daun Kayu Manis Potensial Legakan Saluran Nafas

20 Jun 2020, 08:00 WIBEditor : Gesha

Minyak daun kayu manis | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Ekstrak daun eukaliptus memang tengah dikembangkan untuk mencegah penyebaran COVID 19. Namun, tahukah Anda kalau minyak daun kayu manis juga memiliki khasiat yang sama dengan daun eukaliptus?

Kayumanis (Cinnamomun burmanii) merupakan salah satu tanaman multi fungsi yang dapat digunakan dalam industri makanan dan minuman, obat-obatan, minyak atsiri serta oleoresin yang berasal dari bagian batang, dahan, ranting, pucuk daun dan akar tanaman.

Disamping kulitnya yang merupakan hasil utama tanaman kayumanis, daunnya juga dapat menjadi hasil samping yang memiliki nilai tambah melalui proses destilasi menjadi minyak atsiri. 

Di dunia perdagangan, produk yang diminta dari kayumanis berdasarkan jenis kayumanis dan asal bahan yaitu cinnamon leaf oil, cinnamon bark oil, dan cassia oil. Cinnamon leaf oil adalah minyak yang diperoleh dari daun kayumanis jenis Cinnamomun zeylanicum.

Cinnamon bark oil merupakan minyak yang diperoleh dari kulit. Sedangkan cassia oil adalah minyak yang diperoleh dari daun, ranting, dan bubuk kulit kayu manis jenis Cinnamomum burmanni.

Tanaman kayu manis yang selama ini banyak dikembangkan di Indonesia adalah jenis C. burmannii Bl, yang banyak dibudidayakan di perkebunan rakyat, terutama diusahakan di Sumatera Barat, Jambi dan Sumatera Utara. Jenis C. burmanii BL atau cassiavera ini merupakan produk ekspor tradisional yang masih dikuasai Indonesia sebagai negara pengekspor utama di dunia.

Dari hasil penelitian pada tahun 2012, dalam minyak atsiri daun kayumanis terdapat banyak senyawa aktif, antara lain L-linalool (34,40%), 1,8-cineole (18,18%),alpha-pinene (13,96%), beta-pinene (9,30%), dan benzyl benzoat (4,42%).

Seperti diketahui, senyawa 1,8 sineol  adalah senyawa  monoterpen  yang sering dilaporkan memilki kemampuan anti-inflamasi dan kemampuan antioksidan yang terbukti dapat berperan sebagai co-medication  pada penyakit inflamasi saluran pernafasan seperti asma dan Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD).

Senyawa ini juga dilaporkan dapat mencegah infeksi virus influenza yang dapat menyebabkan pneumonia serta mampu menambah kemampuan proteksi terhadap infeksi virus influenza. Senyawa kimia yang terkandung dalam kayumanis juga memiliki efek farmakologis yang berkhasiat sebagai obat-obatan seperti carminative, diaphoretic, antirematik, istomachica, dan analgesik. 

Pengolahan Minyak Atsiri

Daun kayu manis yang digunakan adalah daun kayu manis segar berwarna hijau tua, tidak cacat atau rusak. Daun kayu manis dicuci supaya terpisah dari kotoran. Daun kayu manis kemudian dicacah menggunakan alat pencacah daun.

Pencacahan ini bertujuan untuk memperkecil ukuran daun serta untuk mempermudah proses destilasi. Dan masing masing-masing dilanjutkan dengan proses penyulingan (destilasi).

Metode destilasi yang digunakan adalah destilasi air selama 4 jam dan destilasi uap air selama 4 jam.

Hasil destilasi yang diperoleh dalam bentuk minyak dapat diproses lebih lanjut menjadi beberapa produk sesuai dengan pemanfaatannya seperti untuk handsanitizer, inhaller, pengharum ruangan dan lainnya.

Untuk melancarkan saluran pernafasan, minyak daun kayumanis diteteskan pada saputangan dan dapat dihirup langsung atau menggunakan inhaler yang ditambahkan minyak daun kayumanis

Untuk aromaterapi dapat di teteskan pada bak mandi yang berisi air hangat, untuk berendam. Minyak daun kayumanis dapat diteteskan pada secangkir, kopi, tet atau minuman hangat lainnya

Untuk membunuh jamur pada kuku kaki, minyak daun kayumanis dapat di oleskan pada kuku yang berjamur/rusak.

Reporter : Cheppy Syukur
Sumber : Balittro
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018