Sunday, 09 August 2020


Gubernur Bengkulu Apresiasi Hasil Riset Eucaplyptus Balitbangtan

21 Jul 2020, 08:11 WIBEditor : Gesha

Gubernur Bengkulu, drh Rohidin (kanan) | Sumber Foto:BPTP Bengkulu

TABLOIDSINARTANI.COM, Bengkulu --- Gubernur Bengkulu Dr. drh. Rohidin Mersyah, MMA sudah mendengar berita tentang riset eucalyptus ini dan sangat menyambut baik serta memberi apresiasi yang tinggi kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian (Balitbangtan) yang melakukan riset atau penelitian dan menghasilkan produk Eucalyptus yang dimungkinkan dapat menjadi alternatif perlindungan diri dalam memerangi virus Covid-19. 

Hal itu diungkapkan Gubernur Bengkulu, Senin (20/7) saat menerima kunjungan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bengkulu Dr. Yudi Sastro, SP., MP yang didampingi oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikuktura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu (Ir. Recky Gunawan), Kadis Ketahanan Pangan (Ir. Yennita Saiful, M.Si), Plt. Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan (drh. Nopiyeni, MMA), Kasie Kerjasama Pelayanan Pengkajian BPTP Bengkulu (Dr. Shannora Yuliasari, S.TP., MP) dan Kepala Subbag Tata Usaha BPTP Bengkulu (Yayuk Utami, SE). 

Menurut Gubernur drh Rohidin, riset eucalyptus ini adalah salah satu ikhtiar bangsa Indonesia yang harus kita dukung bersama. Tanaman Eucalyptus merupakan tumbuhan asli Indonesia dan kita harus bangga dengan produk dalam negeri.

"Ini harus terus dikembangkan dan perlu dilakukan pengujian lebih mendalam. Harapannya, produk dapat segera diperoleh di pasaran dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat," ungkap Rohidin di ruang rapat Gedung Daerah.

Kepala BPTP Bengkulu Yudi Sastro mengemukakan Eucalyptus sementara digunakan untuk aroma terapi sesuai hasil penelitian Badan Litbang Kementan dan telah diluncurkan Menteri Pertanian, sehingga segera disosialisasikan secara umum.

Yudi menjelaskan lebih lanjut bahwa penelitian berawal dari keinginan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian untuk mengeksplorasi sumber daya lokal Indonesia yang berpotensi sebagai antivirus dan penambah daya tahan tubuh.

Eucalyptus memiliki kandungan bahan aktif 1,8 cineol atau eucalyptol yang diperoleh melalui proses ektraksi dan destilasi. Bahan aktif 1,8 cineol tersebut merusak struktur MPro (main protein) dari virus sehingga virus sulit bereplikasi.

Hasil uji invitro Balai Besar Penelitian Veteriner Balitbangtan di Laboratorium Biosafety Level 3 (BSL 3) membuktikan bahwa eucalyptus mampu membunuh 80-100% virus influenza dan corona (beta corona dan gamma corona virus). Produk Aromaterapi Eucalyptus diformulasikan dengan teknologi nano sehingga ukuran partikel bahan aktif menjadi sangat kecil dan luas bidang kontak menjadi besar dan penggunaan bahan aktif menjadi efektif.

End product berbasis Eucalyptus dengan nano teknologi ini dihasilkan beberapa varian produk yaitu inhaler, roll on, balsem, dan kalung Eucalyptus. 

Invensi produk eucalyptus ini merupakan kontribusi nyata Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian dalam upaya memerangi pandemic Covid-19. 

Yudi menambahkan produk eucalyptus ini hanya sebagian kecil dari hasil inovasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian.

Pada kesempatan audiensi ini, BPTP Bengkulu menyerahkan Buku 600 Teknologi Inovatif Pertanian yang didalamnya berisi teknologi inovatif hasil invensi Balitbangtan selama ini, dan juga Buku Sejarah Pertanian Indonesia. Produk unggulan lain yang disampaikan oleh BPTP Bengkulu berupa telur ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) dan Telur Itik Mojosari Alabio yang saat ini sedang dikembangkan pada Unit Pengembangan Unggas BPTP Balitbangtan Bengkulu.

Tidak ketinggalan Jeruk RGL hasil panen petani di Desa Pal VII Kecamatan Bermani Ulu Raya Kabupaten Rejang Lebong yang merupakan petani binaan BPTP Bengkulu.

Pada akhir audiensi ini Rohidin menyampaikan keresahannya tentang jeruk RGL. ”Jeruk RGL ini ada yang dijual di pasaran dengan nama Sweet Mandarin, jangan sampai jeruk yang menjadi ikon kebanggaan Bengkulu ini dipasarkan dengan nama lain. Kita harus bangga dengan produk unggul lokal kita, minta tolong agar segera dicek di pasar dan segera dikomunikasikan dengan penjualnya," ungkap Rohidin.

Akhir audiensi Rohidin menyampaikan kepada jajarannya lingkup pertanian untuk selalu bekerjasama dan bersinergi dengan BPTP Bengkulu sebagai perwakilan Badan Litbang Pertanian di daerah untuk membangun pertanian di Provinsi Bengkulu.

 

Reporter : Kontributor
Sumber : BPTP Bengkulu
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018