Thursday, 06 August 2020


Bimbingan Teknis, Wujud Hadirnya Pemerintah untuk Ketahanan Pangan Masyarakat

23 Jul 2020, 07:48 WIBEditor : Gesha

Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry membuka BIMTEK | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Untuk mendukung ketahanan pangan di tingkat masyarakat, maka level paling kecil yaitu rumahtangga perlu diberdayakan untuk menghasilkan pangan dari pekarangan rumah. Karena itu, Balai Besar Pengembangan dan Pengkajian Teknologi Pertanian (BBP2TP) mengadakan bimbingan teknis (bimtek) untuk masyarakat.

BBP2TP menaruh perhatian khusus terhadap dukungan Kementan agar masyarakat bertani di pekarangan. Hal ini ditunjukkan melalui penyelenggaraan bimbingan teknis (Bimtek) Selasa (21/7) bertema Budidaya dan Pengolahan Cabai ini dihadiri oleh 50 orang peserta. 

Animo peserta yang cukup besar ini  diakomodir BBP2TP  dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan melalui pembagian peserta menjadi dua kelas paralel. Peneliti dari BBP2TP dan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian (BB Pascapanen) dihadirkan sebagai pemateri Bimtek.

Yang spesial, Bimtek ini dibuka oleh Kepala Balitbangtan, Dr. Fadjry Djufry melalui video conference dan dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Dr. Endang Thohari.  Dalam arahan pembukaan, Kepala Balitbangtan mengapreasiasi inisiasi BBP2TP menyelenggarakan Bimtek dengan peserta sangat beragam, termasuk Kelompok Wanita Tani.

“Bimtek ini juga merupakan wujud kehadiran Pemerintah membantu dan mendukung petani dan masyarakat dalam penyediaan pangan,” ujar Dr Fadjry Djufry. 

Ditegaskannya juga Kementan bukan hanya mengurusi produksi di bagian hulu, namun juga bergerak membantu di hilir. 

“Saya tidak mau Balitbangtan menjadi menara gading dengan 600 teknologi inovatifnya, teknologi itu harus benar-benar ada di lapangan. Semoga Bimtek ini dapat menghadirkan teknologi di masyarakat,” Kepala Balitbangtan menegaskan harapan di akhir arahannya.

Anggota Komisi IV DPR RI,  Dr. Endang Thohari, yang juga didampingi Kepala BBP2TP, Dr. Muhammad Taufiq Ratule dan Kabid KSPHP, Dr. Nurhayati, dalam paparannya menyebutkan tiga strategi dalam pengembangan  komoditas cabai nasional.  Pertama, peningkatan produksi melalui penggunaan varietas unggul baru, misalnya menggunakan varietas hibrida yang berpotensi hasil lebih dari 20 ton/hektar.

Kedua, pengembangan pasar melalui penciptaan saluran pemasaran baik secara konvensional maupun secara online untuk membangun simpul-simpul utama bagi efisiensi pemasaran.

Ketiga, penguatan dan pengembangan kemitraan melalui prinsip mengubah pesaing menjadi mitra kerja dengan menjalin kerjasama antar petani, antara pemerintah dengan petani, dan antara petani dengan konsumen.

Harapan Peserta

Bimbingan Teknis yang mendalam mulai dari budidaya hingga pengolahan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh peserta, salah satunya Endang Sulistyorini. 

Menurutnya, teknologi pengolahan cabai sangat bermanfaat bagi ibu-ibu, terutama saat harga cabai murah. "Kami biasanya membeli dalam jumlah banyak, tapi tidak bisa menyimpannya dengan baik. Dengan belajar dan praktek mengolah cabai ini, kami jadi punya pilihan untuk menyimpan cabai dalam beragam bentuk," tuturnya.

Apalagi rasa dari olahan cabai ini sangat enak karena memang menggunakan bahan-bahan bermutu. Produk olahan ini juga punya daya simpan lama, yaitu lebih dari 1 bulan, dibandingkan jika menyimpan produk segarnya.

"Setelah bimtek ini, kami jadi belajar cara membuat olahan cabai, untuk dikonsumsi keluarga kita, jadi akan lebih hemat, lebih murah, lebih bersih, lebih sehat dan higienis," harapnya. 

Reporter : Kontributor
Sumber : BBP2TP
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018