Monday, 28 September 2020


Sembarangan Disimpan, 2.750 ton Bahan Pupuk jadi Penyebab Ledakan Lebanon

05 Aug 2020, 14:17 WIBEditor : Gesha

Ledakan di Lebanon | Sumber Foto:AFP

TABLOIDSINARTANI.COM, Beirut --- Dua ledakan besar terjadi di Beirut, Lebanon pada Selasa (4/8) waktu setempat. Perdana Menteri Hassan Diab menyatakan, sebanyak 2.750 ton amonium nitrat yang merupakan pupuk pertanian disinyalir menjadi penyebab insiden.

Kawasan pelabuhan di Kota Beirut Lebanon tiba-tiba terguncang dengan ledakan dan menebarkan kepanikan. Kepulan asap berwarna oranye membubung ke langit setelah ledakan kedua terjadi. Diikuti gelombang kejut mirip tornado menyapu Beirut. Saking masifnya insiden, ledakan itu bisa terdengar hingga ke negara tetangga, seperti Siprus yang terletak 240 kilometer jauhnya.

Dilansir AFP, berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Lebanon, sebanyak 73 orang tewas dan 3.700 orang terluka di Ibu kota dalam insiden tersebut. Perdana Menteri Hassan Diab menyatakan, sebanyak 2.750 ton amonium nitrat yang merupakan pupuk pertanian disinyalir menjadi penyebab insiden.

Untuk diketahui, Amonium nitrat adalah zat yang tidak berbahaya dan sulit meledak apabila disimpan dengan baik dan terisolasi. Bahkan zat ini  sangat bermanfaat di bidang pertanian karena merupakan bahan dasar utama dalam pembuatan pupuk nitrogen. Di sisi lain, zat ini juga digunakan sebagai bahan campuran dalam pembuatan bahan peledak dan biasa digunakan dalam bidang pertambangan.

Di beberapa negara penggunaan amonium nitrat sebagai bahan dasar pupuk telah dihentikan karena mudah disalahgunakan untuk kepentingan yang lain seperti terorisme. Di Indonesia, zat amonium nitrat dibatasi dan diawasi dengan ketat.

Guru Besar Kimia Organik dari Institut Pertanian Bogor (IPB University), Prof. Dr. Dra. Purwantiningsih Sugita, MS menjelaskan Amonium nitrat merupakan garam ionik yang terdiri dari kation amonium (NH4) dan anion nitrat (NO3) sehingga menjadi formula senyawa amonium nitrat (NH4NO3).

"Bahan kimia ini mudah larut dalam air dengan mendisosiasi menjadi ion-ion penyusunnya. Senyawa ini bersifat asam karena berasal dari basa lemah (NH3) dan asam kuat (HNO3). Reaksi ini sangat eksotermik, sebuah proses yang melepaskan energi panas seperti percikan api atau ledakan, energi listrik, dan bisa juga energi suara," ungkapnya.

Mengenai ledakan yang terjadi di Beirut, Prof Purwatiningsih menuturkan bisa terjadi karena adanya ledakan dari bahan lainnya. "Meskipun merupakan komponen dari bahan peledak, amonium nitrat bukanlah bahan peledak dengan sendirinya. Bahan itu harus dicampur dengan bahan peledak primer seperti azida untuk membentuk campuran bahan peledak," tuturnya.

Namun Prof Purwatiningsih menilai bisa juga terjadi karena api, kebakaran, atau panas. "Amonium nitrat bisa meledak karena kemungkinan ada bahan katalis lain yang terjadi kontak. Misalnya terjadi kontaminasi minyak. Bisa berupa BBM yang bisa dimungkinkan terjadi di pelabuhan," pungkasnya.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018