Monday, 21 September 2020


Petani Lebanon Tetap Bertahan dan Berproduksi di tengah Konflik

05 Aug 2020, 15:29 WIBEditor : Gesha

Petani Lebanon | Sumber Foto:WFP

TABLOIDSINARTANI.COM, Beirut --- Meskipun potensi pertanian masih cukup besar, Lebanon terletak di jantung wilayah yang dilanda konflik dan ketidakstabilan politik. Petani Lebanon tetap memilih bertahan untuk bertani dan menghasilkan pangan meskipun di tengah konflik.

Dengan makin banyaknya permasalahan untuk meningkatkan produksi, pertanian di Lebanon kini mulai mengarah pada smart farming. Dilansir dari kanal World Food Programme (WFP), cara smart farming ini dilakukan oleh petani di lembah Bekaa, Lebanon.

Seperti yang dilakukan seorang petani Lebanon, Elie Kozah yang hanya memiliki setengah hektar yang dibuatnya untuk bertanam anggur dan mentimun. WFP bersama Mercy Corps, membantu 50 petani seperti Elie di Lembah Bekaa dengan menyediakan rumah kaca serta pelatihan pertanian untuk meningkatkan hasil panen mereka. Pelatihan ini melibatkan teori dan praktis tentang budidaya rumah kaca, persiapan tanah, serta pengelolaan tanaman dan pasca panen.

“Buah saya sekarang tumbuh jauh lebih cepat. Dulu butuh waktu 4-5 bulan untuk panen, sekarang hanya membutuhkan satu setengah bulan sekarang. Ini lebih dari dua kali lipat panen saya,” kata Elie.

Project WFP ini juga membawa manfaat positif pada para pengungsi Suriah yang ada di Lembah Bekaa. Rumah kaca meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani lokal sehingga mereka dapat mempekerjakan pengungsi Suriah untuk membantu menanam dan memanen tanaman.

Elie sendiri mempekerjakan dua wanita Suriah yang membantunya dengan pekerjaan pertanian. Amira adalah salah satunya. Dirinya dulu bekerja di tanah ayahnya di Suriah sebelum perang memaksanya untuk berlindung di Lebanon. "Pekerjaan ini telah memberi kami harapan untuk pertama kalinya sejak kami meninggalkan Aleppo," kata Amira.

WFP juga membantu petani kecil mengakses pasar untuk produk mereka dan mempromosikan koperasi pengolahan pangan pertanian yang dijalankan oleh perempuan. Proyek WFP ini juga menjangkau 51.000 orang pada akhir 2017, memperluas untuk menghubungkan petani ke pasar di mana mereka dapat langsung menjual produk mereka.

 

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018