Wednesday, 21 October 2026


Pahami Jenis Kekeringan dan Dampaknya

18 Aug 2020, 12:50 WIBEditor : Gesha

Jenis kekeringan harus dipahami petani

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Selama ini kekeringan hanya diamati dari semakin berkurangnya air dan tanaman yang meranggas. Namun tahukah Anda kekeringan sendiri memiliki berbagai jenis dan dampaknya?

Dalam pemikiran orang awam, kekeringan adalah keadaan kekurangan pasokan air pada suatu daerah dalam masa yang berkepanjangan, bisa beberapa bulan atau sampai setahun. Kekeringan juga bisa muncul apabila suatu wilayah secara terus-menerus mengalami curah hujan di bawah rata-rata yang mengakibatkan terjadi kemarau. Musim kemarau yang panjang akan menyebabkan kekeringan karena cadangan air tanah akan habis akibat penguapan (evaporasi), transpirasi, ataupun penggunaan lain oleh manusia.

Baca Juga : Begini Cara Antisipasi Kekeringan Sawah di Kebumen

Korporasi Petani Sleman Hasilkan Benih Tahan Kekeringan untuk Tanam MK

Memilih Jenis Varietas Padi Tahan Kekeringan, Apa Saja?

Kekeringan juga bisa menjadi bencana alam karena suatu wilayah bisa kehilangan sumber pendapatan akibat terganggunya  pertanian dan ekosistem yang ditimbulkannya. Memang, dampak ekonomi dan ekologi kekeringan merupakan suatu proses sehingga batasan kekeringan dalam setiap bidang dapat berbeda-beda. Namun, suatu kekeringan yang singkat tetapi intensif dapat pula menyebabkan kerusakan yang signifikan.

Shelia, B, Reed (1995) dalam pengantar tentang bahaya dalam Program pelatihan manajemen bencana,membagi kekeringan menjadi 4 jenis mulai dari Kekeringan Meteorologis, Kekeringan Hidrologis, Kekeringan Pertanian dan Kekeringan Sosioekonomi.

Kekeringan Meteorologis, kekeringan yang berasal dari dari kurangnya curah hujan dan didasarkan pada tingkat kekeringan relatif terhadap tingkat kekeringan normal/rata–rata dan lamanya periode kering. Perbandingannya bersifat khusus untuk waktu dan daerah tertentu.

Umumnya kekeringan ini bisa diukur pada musim harian dan bulanan, atau jumlah curah hujan skala waktu tahunan. Kekurangan curah hujan sendiri, tidak selalu menciptakan bahaya kekeringan.

Intensitas kekeringan berdasarkan definisi meteorologis sebagai berikut:

A. Kering : apabila curah hujan antara 70%-80%, dari kondisi normal (curah hujan di bawah normal)

B. Sangat kering : apabila curah hujan antara 50%-70 persen dari kondisi normal (curah hujan jauh di bawah normal)

C. Amat sangat kering : apabila curah hujan di bawah 50 persen dari kondisi normal (curah hujan amat jauh di bawah normal).

Kekeringan Hidrologis, kekeringan jenis ini mencangkup berkurangnya sumber–sumber air seperti sungai, air tanah, danau dan tempat–tempat cadangan air karena tingkat penggunaan kegiatan wajar dari sistem air tersebut misalnya, industri, dan pertanian yang menggunakan irigasi tersebut. Jika kekeringan ini terjadi maka akan terjadi kompetisi (saling rebutan) antara pemakai air.

Intensitas kekeringan berdasarkan definisi hidrologis adalah sebagai berikut:

A. Kering: apabila debit sungai mencapai periode ulang aliran di bawah periode 5 tahunan

B. Sangat kering : apabila debit air sungai mencapai periode ulang aliran jauh di bawah periode 25 tahunan

C. Amat sangat kering : apabila debit air sungai mencapai periode ulang aliran amat jauh di bawah periode 50 tahunan

Kekeringan Pertanian, merupakan dampak dari kekeringan meteorologis dan hidrologis terhadap produksi tanaman pangan dan ternak. Kekeringan ini terjadi ketika kelembapan tanah tidak mencukupi. Dampak dari kekeringan pertanian sulit untuk bisa diukur karena rumitnya pertumbuhan tanaman dan kemungkinan adanya faktor–faktor lain yang bisa mengurangi hasil seperti hama, alang–alang, tingkat kesuburan tanah yang rendah dan harga hasil tanaman yang rendah.

Intensitas kekeringan berdasarkan definisi pertanian adalah sebagai berikut;

A. Kering : apabila 1/4 daun kering dimulai pada ujung daun (terkena ringan s/d sedang.

B. Sangat kering : apabila 1/4-2/3 daun kering dimulai pada bagian ujung daun (terkena berat)

C. Amat sangat kering: apabila seluruh daun kering (puso)

Kekeringan sosioekonomi , berhubungan dengan ketersediaan dan permintaan akan barang–barang dan jasa dengan tiga jenis kekeringan yang disebutkan diatas. Konsep kekeringan sosioekonomi mengenali hubungan antara kekeringan dan aktivitas–aktivitas manusia yang terjadi. Sebagai contoh, praktek penggunaan lahan yang jelek semakin memperburuk dampak dan kerentanan terhadap kekeringan di masa mendatang.

 

 

 

 

 

 

 

 

Reporter : SHH
Sumber : Shelia, B, Reed. Pengantar tentang bahaya.
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018