Wednesday, 30 September 2020


Kaya Beta Karoten, Petani Kalteng Dikenalkan Jagung Provit A1

26 Aug 2020, 14:53 WIBEditor : Yulianto

Panen jagung Provita-A di Desa Netapin, Barito Timur | Sumber Foto:Dewi Ratnasari

TABLOIDSINARTANI.COM, Barito Timur---Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Tengah memperkenalkan petani,  varietas jagung yang memiliki kandungan vitamin A (beta karoten) tinggi. Uji coba penanaman dilakukan di Desa Netampin, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.

Keunggulan jagung Provit A1 adalah kaya vitamin A atau beta karoten dengan kandungan 0,081 ppm dan potensi hasilnya mencapai 7,4 ton/ha pipilan kering pada kadar air 15 persen. Namun varietas jagung ini sangat peka terhadap penyakit bulai, sebaliknya tahan rebah dan baik ditanam di dataran rendah sampai 800 meter di atas permukaan laut

Sebenarnya varietas jagung Provit-A sudah dilepas Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian pada tahun 2011. Namun pada tahun 2013-2014, Balitbangtan merakit kembali jagung bersari bebas varietas Provit 1 dan Provit 2, serta jagung hibrida varietas Bima-Provit A1 yang mengandung beta karoten lebih tinggi dibandingkan dengan jagung biasa.

Kadar beta karoten varietas unggul ini berkisar antara 8-15 μg/gram, sedangkan jagung biasa hanya 2-5 μg/gram. Jagung khusus ini memiliki peluang untuk dijadikan makanan pokok dalam bentuk nasi (campuran beras dengan jagung atau 100 persen  jagung), marning, dan pakan ternak.

Jagung jenis bersari bebas sintetik varietas Provit A1 awalnya diintroduksi dari CIMMIT-Afrika (Kenya) pada tahun 2007. Populasi “Obatanpa” (Pro-A) BC1C2-F2 mengalami silang balik (back cross) satu generasi BC1, kemudian populasi pada status C0 ditingkatkan sampai dua daur/siklus menjadi C1-C2. Pada populasi C2 dilakukan kawin diri (selfing) dua kali (F2).

Benih diperbanyak di Kebun Percobaan Maros, Sulawesi Selatan, pada MK 2007 dengan metode persilangan antar tanaman (sibbing). Benih hasil perbanyakan itu kemudian digunakan dalam uji multilokasi.

Salah satu lokasi uji multilokasi adalah di Desa Netapin, Barito Timur dengan luas lahan 1 ha. Hasilnya, produktivias panen tongkol sebanyak 1,59 ton/ha, untuk komposisi jantan dan betina 1 : 3. Panen calon benih jagung ini hasil kerjasama antara Balai Benih Serealia dan Buah-buahan dengan BPTP Balitbangtan Kalimantan Tengah.

Tujuannya adalah untuk menyediakan benih jagung komposit varietas Provit-A1. Hasil perbanyakan tersebut akan dikembangkan kembali oleh petani dan penangkar jagung di Kalimantan Tengah, khususnya Kabupaten Barito Timur.

Peneliti BPTP Kalteng, Dr. Twenty Liana mengatakan, benih jagung komposit Provit A1 yang diproduksi ini dapat dikembangkan kembali sebanyak satu kali. Jika ingin dilanjutkan sebagai benih, maka calon benih jagung tersebut harus lulus uji sertifikasi.

Menurut Twenty, agar dapat lulus uji sertifikasi, selain pengawalan dari petugas PBT (Pengawas Benih Tanaman) hal paling penting yang dilakukan pada saat panen adalah jangan ada pencampuran antara tongkol tanaman jantan dan tongkol tanaman betina. “Karena itulah kenapa tongkol tanaman jantan dipanen terlebih dahulu, kemudian disusul dengan panen tongkol jagung tanaman betina. Sehingga nantinya akan di dapat jagung betina yang utuh dan bersih dari campuran jagung jantan,” ujarnya.

Hama Tikus

Namun keberhasilan yang diraih tidak semua berjalan mulus. Ada beberapa kendala yang dihadapi petani yakni serangan hama tikus. Bahkan beberapa tanaman jagung yang sudah berbuah ludes dimakan tikus. Ada sekitar 40 persen tanaman jagung yang terserang hama pengerat tersebut.

“Jagung kami hampir habis dimakan tikus. Ini terjadi karena kami melihat ada lahan padi yang baru saja tanam di dekat lahan kami, sehingga banyak tikus yang menyerang. Tapi kami sudah kendalikan dengan penyemprotan pestisida kima sebanyak 12,5 kilo atau 25 bungkus klarat selama pertanaman,tutur Supriadinata, petani jagung yang lahannya menjadi lokasi ujicoba.

Sementara itu Penyuluh Pertanian BPTP Kalteng, Dewi Ratnasari mengatakan, penyemprotan pestisida terhadap hama tikus memang perlu dilakukan guna mencegah serangan hama makin besar. Namun ia mengingatkan penyemprotan dilakukan jika serangan tersebut sudah di atas ambang batas.

“Langkah yang terbaik dalam pengendalian hama tikus adalah dengan menghindari serangan tersebut. Salah satu cara yang sangat mudah yakni lakukan tanam serempak agar makanan tikus tidak tersedia dan membersihkan lahan dari areal sekitar pertananaman agar tidak ada sarang tikus,tuturnya.

Karakteristik Jagung Provit-A

 Baris biji:

Lurus dan rapat

Batang:

Besar dan kuat

Bentuk malai (anther):

Besar dan terbuka

Bentuk tongkol:

Panjang dan silindris

Berat 1000 butir (KA 15%):

+/- 318 gram

Golongan:

Bersari bebas sintetik

Jumlah baris biji per tongkol:

12-14

Kandungan Beta Carotene:

0,081 ppm

Kandungan karbohidrat:

74,85%

Kandungan lemak:

4,73%

Kandungan protein:

9,34%

Kedudukan tongkol:

Di pertengahan tinggi tanaman

Kelobot:

Menutup tongkol dengan baik

Kerebahan:

Tahan rebah

Keseragaman tanaman:

Sedang

Perakaran:

Baik

Potensi hasil:

7,4 ton/ha pipilan kering pada kadar air 15%

Rata-rata hasil:

6,6 ton/ha pipilan kering pada kadar air 15%

Tinggi Tanaman:

+/- 192 cm

Tipe biji:

Semi mutiara-mutiara

Umur tanaman:

Sedang; 50% keluar polen +/- 47 hari; 50% keluar rambut +/- 49 hari; Masak fisiologis +/- 96 hari.

Warna batang:

Saat muda:kecoklatan, menjelang tua:hijau

Warna biji:

Kuning kemerahan

Warna daun:

Hijau

Warna malai (anther):

Merah

Warna Rambut:

Merah

Warna sekam (glume):

Merah

Keterangan:

Umur tanaman 96 hari. Tinggi tanaman192 cm. Potensi hasil 7,4 ton/ha pipilan kering. Sangat peka terhadap penyakit bulai. Tahan rebah. Baik ditanam di dataran rendah sampai 800 m

 

Reporter : Dewi Ratnasari/Twenty Liana (BPTP Kalteng)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018