Tuesday, 29 September 2020


Kementan-IRRI Sepakati Kerjasama Teknologi

02 Sep 2020, 10:09 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama Direktur IRRI | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta - -Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Badan Litbang Pertanian), Dr. Ir. Fadjry Djufry di hadapan Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian, Indonesia, menandatangani rencana kerja lima tahun dengan International Rice Research Institute (IRRI) untuk keberlanjutan dan produktivitas sistem pertanian pangan berbasis padi di seluruh nusantara, terutama di daerah dengan produksi padi tinggi.

Workplan ini dibuat oleh IRRI dan Badan Litbang Pertanian, sesuai MoU yang sebelumnya telah ditandatangani. Ada enam bidang proyek, termasuk kebijakan dan pasar pangan pertanian, pengembangan varietas padi yang cerdas iklim dan bergizi, agronomi untuk produksi berbasis padi berkelanjutan, mekanisasi dan pasca panen untuk sistem produksi berbasis padi, pertanian digital, serta pengembangan kapasitas dan pelatihan.

“Rencana kerja ini merupakan salah satu wujud hubungan yang erat antara IRRI dengan Indonesia sejak 1972, yang berkontribusi dalam mencapai swasembada beras di akhir 1980-an.  Namun, selain swasembada beras, ada kebutuhan untuk terus mengembangkan seluruh sektor beras secara holistik dan berkelanjutan. Ini berarti memaksimalkan sumber daya, alat, dan teknologi yang tersedia untuk memastikan bahwa sektor beras Indonesia dapat mencapai potensi produktifnya secara penuh, ”kata Perwakilan Regional IRRI untuk Asia Tenggara, Yurdi Yasmi. 

Keberhasilan proyek ini akan diukur sesuai indikator kinerja utama, termasuk kebijakan pertanian pangan dan pasar, pengembangan varietas padi yang cerdas iklim dan bergizi, agronomi berkelanjutan dan pascapanen mekanis untuk sistem produksi berbasis beras, pertanian digital, dan peningkatan kapasitas bagi mereka yang mata pencahariannya bergantung pada sektor beras.

Sebagian besar proyek akan berfokus pada empat ekoregion spesifik: lahan terdegradasi di Jawa, lahan rawa di Sumatera, lahan rawa di Kalimantan, dan tadah hujan di Papua. Daerah ini mempunyai peluang untuk peningkatan produksi padi secara mekanis, tetapi perlu dilakukan lebih banyak kerja kolaboratif untuk membantu petani menerima Best Management Practice dan inovasi.

“Kami berterima kasih atas dukungan dan kontribusi IRRI yang berkelanjutan untuk pertumbuhan sektor beras Indonesia. Rencana kerja ini akan memungkinkan kami untuk bekerjasama lebih erat, dengan memanfaatkan ilmu dan pengalaman yang dimiliki untuk meningkatkan kehidupan petani skala kecil, yang merupakan 90?ri total jumlah petani padi di negara ini, ”kata Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry

Dengan perkiraan anggaran sekitar USD 6 juta per tahun selama 5 tahun, rencana kerja tersebut bertujuan untuk berkontribusi pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (2020-2024), yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sebesar 12%.

Rencana kerja tersebut juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), Rencana Strategis IRRI (2017-2025) dan Program Penelitian CGIAR tentang Sistem Pertanian Pangan Beras 2017-2021 (RICE CRP).

Untuk diketahui, International Rice Research Institute (IRRI) adalah organisasi penelitian terkemuka di dunia yang berdedikasi untuk mengurangi kemiskinan dan kelaparan melalui ilmu padi, meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan petani dan konsumen beras, dan melindungi lingkungan penanaman padi untuk generasi mendatang.

Reporter : Nattasya
Sumber : Balitbangtan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018