Monday, 28 September 2020


Roll On Eucaliptus Kementan Dijual Rp 35 ribu, Kalungnya Kapan?

09 Sep 2020, 07:47 WIBEditor : Gesha

Roll on dan Inhaler Eucaliptus | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta - - - Cap Lang telah merilis roll on dan inhaler Eucaliptus karya Kementerian Pertanian (Kementan) di Tokopedia dan e-commerce lainnya dengan harga Rp 35 ribu sepasang. Lantas bagaimana nasib kalung aromaterapi yang sempat viral kemarin?. 

Kementerian Pertanian telah meluncurkan produk inovasi berbasis eucalyptus, salah satunya berbentuk kalung pada Juli 2020 lalu.

"(Untuk kalung), tinggal menunggu izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk siap dipasarkan ke masyarakat luas," ungkap Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan Fajdry Jufry. 

Dirinya menyebut, rencana harga yang dipatok untuk kalung fenomenal tersebut di kisaran Rp 35 ribu. "Mudah-mudahan minggu ketiga September sudah keluar (izin edar dari BPOM), sehingga bisa segera mungkin (dipasarkan)," tambahnya.

Kalung aromaterapi eucalyptus tersebut diproduksi oleh PT Eagle Indopharma (Cap Lang), yang perjanjiannya telah di teken pada Mei 2020 lalu.

Produk kalung tersebut pun akan dipasarkan melalui toko offline ataupun online. Pada toko online, akan dijual melalui official store Cap Lang yang ada di seluruh platform e-commerce."Di jual di semuanya (toko online dan offline)," imbuh Fajdry.

Produk ini akan menyusul masuk pasar setelah sebelumnya Cap Lang yang merilis roll on dan inhaler Eucaliptus karya Kementerian Pertanian (Kementan) di Tokopedia dan e-commerce lainnya dengan harga Rp 35 ribu sepasang.

Tidak Kebal COVID 19

Diawal perilisan, kalung aromaterapi ini mengalami fenomena menarik dengan banyaknya pro kontra. Satu yang menarik adalah ucapan satire dari Wakil Bupati Padang Pariaman Suharti Bur yang mengatakan Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni dinyatakan positif tertular virus corona meski dikenal rajin menggunakan kalung anticorona karya anak bangsa Kementerian Pertanian (Kementan).

Dengan semakin liarnya persepsi salah atas kalung aromaterapi ini, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan Fajdry Jufry kembali menegaskan kalung ini bukan jimat, apalagi kebal COVID 19. "Ini scientific based research. Ada dasar ilmiahnya," tegasnya.

Fadjry menambahkan efektivitas dari kalung tersebut hanya untuk meredakan pernapasan dan gejala saja. Sehingga, pengguna kalung ini tidak serta merta kebal terhadap COVID 19.

Fadjry menjelaskan Produk kalung merupakan produk aksesoris aromaterapi, yang didesain dalam bentuk seperti name tag yang dikenakan sebagai kalung sehingga mudah dibawa kemana saja tanpa khawatir tertinggal atau tercecer.

Produk aksesoris aromaterapi ini dalam dunia luas bisa saja didesain sebagai gantungan kunci, kipas, bolpen atau bentuk lainnya yang menghantarkan aromaterapi untuk dihirup. "Isi atau kandungan yang ada pada kalung eucalyptus itu sama dengan yang ada pada roll on dan inhaler," tegas Fadjry.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018