Saturday, 24 October 2020


Pemasaran Online, Dekatkan Petani dengan Konsumen

24 Sep 2020, 16:16 WIBEditor : Gesha

Pasar online kian menarik | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Pertanian masa kini dan masa depan, mau tidak mau harus bertransformasi modern, salah satunya dengan sistem pemasaran secara online sehingga bisa menjangkau pasar lebih luas lagi.

Di masa awal pandemi COVID 19, distribusi pangan dari daerah produsen ke konsumen sangat terasa terganggu. Pasar Induk di kota-kota besar berkurang pasokannya karena distribusi terganggu. Di sisi hulu, petani kesulitan untuk memasok kota besar. Sehingga jurang pemisah antara produsen (petani di desa) dan konsumen (di kota besar) kian terbuka lebar.

"Saat pandemi, online sistem menjadi jawaban. Online sistem mendekatkan mereka (petani) dengan konsumen (seluruh masyarakat). Apapun yang terjadi, pangan tidak boleh delay (jeda). Harus tepat waktu dan lancar," tutur Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanin, Prof Dedi Nursyamsi.

Saat ini, masyarakat cukup mengakses secara online untuk order pangan langsung dari petani, Gapoktan, Kelompok Wanita Tani (KWT). Sistem online ini merupakan sistem satu arah yang menghubungkan petani langsung ke konsumennya.

Dalam 10 tahun terakhir, industri e-commerce di Indonesia tumbuh kompetitif 17%. Semakin seksi, total perdagangan dari sektor pertanian rata-rata mencapai Rp180 Triliun tiap tahunnya. E-commerce ini juga stabil sepanjang pandemi Covid-19. Mengacu data Sea Insight di Juni 2020, sebanyak 45% pelaku usaha mengubah strategi dan lebih aktif berjualan di e-commerce.

Pemasaran hasil pertanian melalui online dapat meningkatkan penjualan para petani, bahkan dengan menggunakan internet, dapat memantau pemasaran produk dengan menggunakan website yang dibuat khusus sebagai tempat bertransaksi.

Proses pembayarannya pun cukup mudah, jika ada konsumen berminat dengan produk/komoditi maka tinggal transfer uangnya ke rekening produsen/petani. Kemudian  tinggal mengirim pesanan ke alamat konsumen, bisnis yang sangat praktis. Keuntungan yang didapatkan dalam pemasaran hasil pertanian melalui online  dapat menghemat biaya pemasaran. 

"Sudah banyak marketplace yang menjual hasil pertanian langsung dari petani. Terbaru, hadirnya Lapak Kostratani Online di marketplace Bukalapak. Hal ini ibarat jalan tol untuk menghubungkan produsen (petani) dengan konsumen di seluruh Indonesia," bebernya.

Namun, berbeda dengan pemasaran online yang sudah digagas Kementerian Pertanian dengan marketplace lain, Prof Dedi menyebut Lapak Kostratani Online di Bukalapak ini tak hanya menggaet petani-petani personal saja, tetapi dalam wadah Kostratani yang memang tersebar di seluruh kecamatan se-Indonesia. 

"Dengan basis Kostratani akan menjadi lebih luas dan bervariasi komoditasnya. Mulai dari hulu hingga hilir (olahan-olahan). Tak hanya Poktan, Gapoktan, KWT, P4S saja, UMKM Primer (olahan sendiri, bukan skala industri) juga termasuk di dalamnya," jelasnya.

Manfaat Berlipat

Manfaat dari pemasaran online ini juga diungkapkan oleh Vice President of Merchant Bukalapak, Kurnia Rosyada. Dengan adanya sistem pemasaran online, jangkauan pemasaran hasil pertanian yang luas. Tidak hanya dalam negeri saja, tetapi pangsa pasar luar negeri pun bisa dijangkau.

"Perkembangan pemasaran hasil pertanian dapat dipantau di rumah, kantor atau dari mana saja. Tentunya menggunakan media handphone, laptop atau komputer rumah.Tidak seperti toko konvensional biasa dimana ada batasan waktu untuk penjualan produknya. Dengan internet, Toko online Anda bisa online 24 jam dalam melakukan pemasaran hasil pertanian Anda," jelasnya.

Biaya yang dikeluarkan relatif kecil tetapi keuntungan yang didapat bisa berlipat. Termasuk, mempermudah dalam mendapatkan kolega bisnis. Dengan semakin banyak kolega maka pemasaran hasil pertanian akan lebih mudah dilakukan.

"Selain melakukan pemasaran hasil pertanian, Anda juga bisa mendapat informasi dan teknologi terbaru tentang dunia pertanian. Sehingga dapat meningkatkan hasil pertanian Anda," ungkapnya.

Berbeda dengan marketplace lainnya, Bukalapak tidak melepas produsen sendirian untuk mengembangkan pemasarannya. "Pelapak dibimbing langsung oleh tenaga pemasaran yang handal dari Bukalapak melalui webinar tentunya. Sehingga bisa dikatakan softskill pemasaran dari pelapak bisa bertambah dan mendapatkan keuntungan yang meningkat dari memasarkan produk mereka di Bukalapak," jelasnya 

Tak hanya itu, khusus produk UMKM dalam negeri, Bukalapak memiliki Kanal Khusus bernama Bangga Buatan Indonesia yang berisikan beragam produk UMKM dari produsen di Indonesia. 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018