Sunday, 24 January 2021


Petani Dataran Tinggi, Dapatkan Peluang Penangkar TSS Bawang Merah

22 Oct 2020, 12:17 WIBEditor : Gesha

Pembungaan TSS bawang merah | Sumber Foto:istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Meskipun belum banyak digunakan oleh petani bawang merah, perbanyakan benih true shallot seeds (TSS) ternyata memiliki peluang yang menarik. Terlebih bagi penangkar yang berlokasi di daerah dataran tinggi karena lokasi lahan yang cocok untuk perbanyakan benih TSS.

“Dataran tinggi (suhu 16-18 derajat Celcius) merupakan lokasi yang sesuai untuk meningkatkan pembungaan bawang merah, oleh karena itu TSS sebagai sumber benih akan lebih optimal jika diproduksi di dataran tinggi”, urai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Fadjry Djufry.

Pernyataan ini sesuai dengan penuturan Peneliti BPTP Jawa Timur (Jatim) Paulina Evy yang mengatakan Penanaman bawang merah untuk menghasilkan TSS memerlukan lokasi tertentu yaitu di ketinggian 900-1.200 m dpl. Hal ini karena pembungaan bawang merah membutuhkan suhu lingkungan yang dingin sekitar suhu 7-12 derajat celcius untuk menginduksi pembungaan dan suhu 12-18 derajat celcius untuk meningkatkan ukuran bunga (umbel) dan mempercepat mekar bunga. “Jangan lupa di ketinggian tersebut harus cukup tersedia air mulai dari saat tanam, pembungaan, sampai dengan pengisian biji,” terangnya.

Langkah pertama untuk menghasilkan TSS adalah memilih varietas bawang merah. Selain memilih varietas yang disukai konsumen, varietas ini harus menghasilkan bunga yang banyak. Untuk bisa disertifikasi sesuai dengan Kepmentan No. 131 tahun 2015, persyaratan utama adalah varietas-varietas tersebut sudah dilepas oleh instansi pemerintah atau swasta.

Menurut Evy, di Jawa Timur terdapat beberapa varietas bawang merah seperti Biru Lancor, Batu Ijo, Bauji, Super Philip, Sumenep, dan Rubaru. Namun, varietas untuk menghasilkan TSS yang sudah dikaji BPTP Jatim adalah Biru Lancor dan Batu Ijo.

Tahapan penting selanjutnya adalah vernalisasi yaitu penyimpanan umbi benih di ruang pendingin pada suhu 10 derajat celcius selama 4 minggu. Umur umbi yang disimpan dalam cold storage sebaiknya berumur sekitar 2 bulan. Setelah itu dilakukan proses sortasi dengan memilih umbi bobotnya lebih dari 7 gram.

Perlakuan vernalisasi berfungsi untuk mempercepat munculnya bunga. Secara normal bawang merah membentuk bunga pada umur 2-2,5 bulan. Perlakuan vernalisasi akan mempercepat pembentukan bunga yaitu 2 atau 3 minggu setelah tanam calon bunga sudah muncul.

Saat umbi disimpan dalam cold storage, bedengan sudah disiapkan. Adapun waktu tanam sampai akhir panen adalah 5 bulan. Pemanenan pertama dilakukan pada umur 110 hari setelah tanam (hst) dan dilakukan 5-6 kali panen dengan interval 4-7 hari tergantung cuaca. Pemanenan biji sampai umur 140-150 hst. “Waktu panen yang tepat dapat menentukan mutu TSS. Panen TSS yang masih muda dapat menghasilkan mutu biji yang rendah viabilitasnya,” terangnya.

Pengeringan umbel kapsul dilakukan secara manual dengan menjemur selama 7-14 hari. Selanjutnya dilakukan pengupasan kapsul dan pembersihan dari kotoran. Biji bernas diseleksi dari biji hampa dan dikemas menggunakan aluminium foil setelah diuji persyaratan teknis minimal (PTM) sebelum disimpan di kulkas atau gudang penyimpanan benih.

Reporter : Nattasya
Sumber : BALITBANGTAN
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018