Sunday, 17 January 2021


Atasi Stunting NTT, Balitbangtan Promosikan Inpari Nutri Zinc

30 Dec 2020, 11:02 WIBEditor : Gesha

Petani panen Inpari Nutrizinc | Sumber Foto:BPTP

TABLOIDSINARTANI.COM, Kupang --- Permasalahan stunting menjadi PR pangan yang harus bisa diatasi demi masa depan bangsa. Karena itu, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian memiliki perhatian yang lebih atas hal ini.  Pelepasan varietas Inpari IR Nutri Zinc pada 2018 yang dirakit Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Balitbangtan merupakan salah satu jawaban Kementan dalam mengatasi masalah stunting di Tanah Air. Promosi dan sosialisasi terus dilakukan kepada petani dan pemerintah daerah untuk bertanam VUB anti Stunting ini.

Padi Inpari IR Nutri Zinc merupakan Varietas Unggul Baru (VUB) yang dikenal sebagai padi khusus untuk mengatasi stunting karena mengandung Zn yang tinggi. Sebagaimana diketahui, varietas ini memiliki rata-rata kandungan Zn 29,54 ppm dengan potensi mencapai 34,51 ppm, rata-rata hasil produksi setara dengan ciherang yaitu sebesar 6,21 t/ha dengan potensi hasil 9,98 t/ha, dengan tekstur nasi pulen, sehingga akan disukai oleh sebagian besar konsumen di Indonesia.

Saat ini, varietas Inpari IR Nutri Zinc mulai disebarluaskan secara massif terutama di daerah yang termasuk wilayah endemis stunting di Indonesia.  Khusus di Provinsi Nusa Tenggara Timur, menyitir rilis media nasional, berdasarkan hasil studi kesehatan angka prevalensi kekerdilan balita di NTT mencapai 40,3 persen, tertinggi dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia, di atas angka prevalensi kekerdilan nasional sebesar 29,6 persen.

“Padi ini sangat cocok dikembangkan di NTT, mengingat  selain dapat mengatasi stunting, padi Inpari IR Nutri Zinc juga toleran kekeringan dan berproduksi tinggi sehingga sangat disukai petani,”  ungkap Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Timur (BPTP NTT), Dr. Procula Matitaputty, dalam acara panen bersama kelompok Tani (Poktan) Sandio, yang juga dihadiri Plt. Kepala Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP), Dr. Muhammad Taufiq Ratule di Kelurahan Naibonat, kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang pada Rabu (23/12).

Panen kali ini terasa istimewa karena merupakan panen kedua pada areal yang sama di tahun 2020 atau Musim Tanam (MT) II. Berdasarkan kebiasaan, petani hanya dilakukan panen sekali setahun, yaitu pada musim hujan.  Hasil ubinan kali ini sebesar 8.5 ton/ha lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil yang biasa diperoleh petani di areal tersebut.

Ketua Poktan Sandio, Mel Tameno sangat senang dengan hasil yang dicapai pada demplot kali ini. Mel mengatakan, hasil panen kali ini sangat luar biasa, dimana terjadi peningkatan produksi dari hasil panen petani di areal persawahan ini yang berkisar antara 3 - 5 ton/ha saja, dengan pendampingan dan cara budidaya yang lebih baik bisa meningkatkan produksi hingga 8.5 ton/ha.

Melihat tingginya respon petani pada demplot ini, Plt. Kepala Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP), Dr. Muhammad Taufiq Ratule mengharapkan agar BPTP NTT dapat memfasilitasi produksi benih sumber VUB padi sehingga dapat dikembangkan lebih luas lagi di NTT.  Sebagaimana yang diamanatkan Kepala Balitbangtan, Dr. Fadjry Djufry untuk melaksanakan percepatan hilirisasi teknologi pertanian melalui perbenihan.

Sejalan dengan arahan Kepala Balai Besar, BPTP NTT telah menginisiasi kerja sama antara BB Padi dan Pemda Kabupaten Kupang untuk pengembangan VUB Padi Inpari IR Nutri Zinc melalui kegiatan Harvest Plus.  Kegiatan ini akan memproduksi benih sumber (label ungu) pada 2021. Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan di Poktan Karya Sejahtera Kelurahan Bau Bau Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang seluas 1 Ha.

Selama pelaksanaan kegiatan ini akan ada pendampingan dari tim BPTP NTT dan BPSB mulai dari budidaya sampai pelabelan benih. Selanjutnya sebanyak 3 ton produksi benih label ungu tersebut akan dibeli kembali oleh BB Padi dan kemudian diserahkan kembali Pemda Kupang. Benih tersebut akan didistribusikan ke penangkar benih di Kab. Kupang dan kabupaten lain yang membutuhkan untuk menghasilkan benih sebar.

Reporter : Kontributor
Sumber : BPTP
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018