Saturday, 23 January 2021


Mentan SYL Ajak Litbang Tingkatkan Level Riset Pertanian

12 Jan 2021, 21:20 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo | Sumber Foto:ARI

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo masih meyakini Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) masih dapat membawa kemajuan bangsa di sektor pertanian, asalkan bisa meningkatkan level risetnya.

"Adakah yang bisa berhasil tanpa Litbang?," tanya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat menghadiri Rapat Kerja Nasional Balitbang Pertanian, Selasa (12/1) di Bogor yang diikuti oleh tabloidsinartani.com.

Dirinya melihat, Indonesia kaya akan sumberdaya Alam dan sumberdaya manusia. Namun kenyataannya masih kalah dengan negara lainnya. "Kemajuan negara lain jauh lebih besar dan loncatan hanya ada kalau sains riset dan teknologi bisa hadir," tegasnya.

Karenanya, Balitbang Pertanian perlu terobosan- terobosan baru dan memperlihatkan eksistensi pertanian yang lebih kuat dengan rekayasa riset penelitian teknologi dan terapan yang ada. "Litbang harus lebih masif tidak hanya demplot tetapi harus kerjasama dengan gubernur, bupati dan lainnya," tuturnya.

Menteri Pertanian SYL bahkan menegaskan riset di Balitbang Pertanian harus di-PAKSAKAN. Singkatan dari Planning yang benar, Atensi yang besar, Knowledge, Skill, Action, dan Komitmen Atas dasar Negeri. "Setiap profesor riset yang ada dikasih tanggung jawab daerah dan fokus gerakan disana. Rumuskan sekarang, Februari kondisikan. Maret sudah harus jalan," harapnya.

Dirinya berharap agar Balitbang Pertanian bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk pengembangan riset yang terpadu. "Tunjuk satu dua daerah untuk fokus ledakan produksinya kemudian masuk pengembangan hulu hilir dengan inovasi dari Litbang. Saya yakin, Litbang pasti mengerti dan pasti bisa lakukan eksekusi!" tukasnya.

Dalam Rapat Kerja Nasional Balitbang Pertanian ini, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Fadjry Djufry menyampaikan pihaknya di tahun 2021 ini mengimplementasikan arahan Menteri SYL dengan mempersiapkan beragam inovasi teknologi, termasuk benih/bibit pertanian (tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, hingga peternakan). 

"Termasuk dukungan inovasi hilirisasi untuk nilai tambah komoditi produk pertanian, melalui Balai Besar Pascapanen Pertanian. Dan hilirisasi pemanfaatan alsintan (hulu-hilir), khususnya pengurangan losses," tuturnya.

Mengenai kerjasama dengan pihak lainnya, Balitbang Pertanian selalu berperan menjalin kerja sama untuk menghasilkan terobosan, invensi, dan inovasi teknologi pertanian khususnya guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Balitbangtan sendiri memiliki UPT di tingkat Provinsi seluruh Indonesia yaitu Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yang memiliki peranan menjembatani antara lembaga penelitian sebagai penghasil teknologi, dengan petani dan stakeholder sebagai pengguna teknologi.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018