Saturday, 23 January 2021


Balitbangtan : Benih Tersedia untuk Produksi Kedelai 2021

13 Jan 2021, 17:15 WIBEditor : Gesha

Produksi benih dasar dari kebun benih sumber di Balitkabi | Sumber Foto:Balitkabi

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbang Pertanian) telah mempersiapkan 6 varietas unggul baru (VUB) untuk mempercepat produksi kedelai nasional. Bahkan ketersediaan benih sumbernya dipastikan tersedia dan mencukupi.

Kementerian Pertanian telah menyiapkan rencanan penyediaan kedelai lokal lewat penanaman langsung untuk periode Januari-Juni 2021. Adapun luas tanam kedelai secara nasional untuk tahun 2021 ini ditargetkan 525 ribu hektar, yang terdiri dari 375 ribu hektar lahan baru untuk percepatan ketersediaan kedelai dan 150 ribu hektar lahan rutin program Direktorat Aneka Kacang dan Umbi, Ditjen Tanaman Pangan Kementan. 

Jika dihitung rata-rata produktivitas kedelai mencapai 1,5 ton per hektare, maka luasan tersebut bisa menghasilkan produksi lebih dari 500 ribu ton. 

Adapun lahan untuk penanaman kedelai di antaranya lahan kering, lahan tadah hujan, lahan tumpang sari dengan jagung dan tebu, serta di perkebunan kelapa sawit yang baru berusia kurang dari 4 tahun.

Setidaknya, ada enam VUB Kedelai yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan produksi kedelai nasional di 2021 ini. "Ada Detap 1, Dena 1, Dega 1, Dering 1, Anjasmoro dan Grobogan yang menjadi varietas prioritas pengembangan 2021 ini," ungkap Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Priatna Sasmita dalam Rapat Kerja Nasional Balitbang Pertanian, Selasa (12/1) di Bogor yang diikuti oleh tabloidsinartani.com.

Dengan luasan tersebut, Priatna membeberkan kebutuhan benih sebar (ES) untuk memenuhi luasan tanam selama 1 tahun tersebut mencapai 21 ribu ton, dengan asumsi kebutuhan benih sebar (ES) sebanyak 40 kg/hektarnya. Untuk bisa menghasilkan benih ES tersebut, tentunya membutuhkan ketersediaan benih sumber (BS) dan benih dasar (FS) yang bermutu.

Seperti diketahui,  benih sumber (BS) diproduksi oleh Unit Pengelola Benih Sumber Balai Penelitian Tanaman Kacang dan Umbi (UPBS Balitkabi) Benih BS selanjutnya didistribusikan ke produsen benih sebagai bahan perbanyakan untuk memproduksi benih dasar (FS).

Benih dasar (FS) inilah yang digunakan untuk memproduksi benih pokok (SS) untuk kemudian dijadikan benih sebar (ES) dan selanjutnya didistribusikan kepada petani untuk tanaman produksi.

Data dari Puslitbang Tanaman Pangan, stok benih sumber hingga akhir tahun 2020 kemarin ada 4.563 kg benih kelas BS dan 19.637 kg benih kelas FS. Sedangkan estimasi benih sumber 2021 dari calon benih ada 4.138 kg benih kelas BS dan 11.847 kg benih kelas FS. 

"Sehingga bisa dihitung jumlah total benih sumber yang dimiliki Balitbang Pertanian ada 8.691 kg untuk benih kelas BS dan 31.484 kg benih kelas FS. Sehingga benih sumber untuk kedelai cukup bahkan berlebih," tegasnya. 

Benih FS tersebutlah yang akan ditanam dan diperbanyak menjadi benih SS dan diproduksi menjadi benih sebar (ES).

"Untuk memenuhi kebutuhan benih tersebut, pada bulan Januari-Maret 2021 akan dilakukan produksi benih sebar (ES) seluas 37 hektar yang cukup untuk ditanam petani pada April-Juni 2021 mendatang," jelas Priatna.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018