Saturday, 06 March 2021


Mentan SYL : Saatnya Pengelolaan Hortikultura Pakai Cara Smart Farming

18 Jan 2021, 14:04 WIBEditor : Gesha

Smart Green House | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Depok --- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta pengelolaan dan pengembangan hortikultura mulai di tahun 2021 ini mengadopsi cara-cara smart farming guna mengantisipasi perubahan iklim yang semakin ekstrim.

"Sudah saatnya meninggalkan cara yang tidak efektif, distorsi dengan perilaku baru 2021 yang tidak menyerah. salah satunya mampu menundukkan alam.  Salah satu yang kita dorong adalah dengan menggunakan smart farming, kita tidak saja tunduk pada alam, tetapi ada rekayasa teknologi dan mekanisasi yang harus didorong," ungkapnya kepada wartawan, termasuk tabloidsinartani.com. yang menemuinya usai pembukaan Rapat Kerja Nasional Pembangunan Hortikultura Tahun 2021, Senin (18/1).

Dirinya mencontohkan penggunaan sungkup, greenhouse hingga smart controller yang bisa mengakomodasi pertumbuhan ideal dari pertanaman hortikultura. Sehingga ketika cuaca sudah berubah secara ekstrim, maka rekayasa teknologi diperlukan untuk bisa memproduksi pangan, termasuk hortikultura. Bahkan dengan smart farming ini, generasi milenial pun banyak tertarik menggeluti hortikultura ini. 

Salah satu upaya yang telah dilakukan dan bisa direplikasi adalah proyek Smart Green House untuk percontohan digitalisasi pertanian hortikultura berbasis internet of things. Pola pertanian yang diterapkan yakni sistem hidroponik yang seluruh proses budidayanya dikendalikan melalui komputer.

Dengan sistem komputerisasi, produktivitas tanaman hortikultura dapat diperoleh dengan maksimal. Sebab, faktor mikroklimat yang terdiri dari suhu, kelembaban, cahaya, dan nutrisi dikendalikan secara optimal dan dijaga dalam level yang ideal. Misalnya, untuk hortikultura suhu optimal adalah 15-20 derajat celcius. Ketika suhu di dalam greenhouse kurang atau melebihi itu, sensor yang dipasang akan mengirim pesan untuk menggerakkan blower dan cooling pen. Begitu juga untuk unsur mikroklimat lainnya.

Smart green house ke depan terus diarahkan untuk diadopsi oleh para petani milenial yang berkorporasi sehingga tenaga dan modal bisa mencukupi. Selain itu, keahlian dalam bidang komputerisasi juga harus dimiliki agar dapat mengendalikan sistem dengan tepat.

Buah dan Sayur

Pengelolaan hortikultura dengan smart farming ini bisa dilakukan untuk pertanaman buah, selain sayuran. Salah satunya adalah melon. Bahkan dengan ditanam secara smart farming dengan hidroponik, harga buah bisa dihasilkan lebih premium. Seperti yang dilakukan milenial asal Kudus, Stevanus Rangga Santoso, Founder CV Santoso Agro yang berhasil menanam melon menggunakan inovasi greenhouse tanpa pestisida.

Hasil buah melon yang dihasilkan adalah buah kualitas premium karena memiliki pasar bagus. Selain itu sehat untuk dikonsumsi lantaran minim kandungan pestisida. "Yang lagi ditanam ini jenis melon Jepang, melon Eropa, ada melon China, melon Jawa," jelasnya.

Bahkan strawberry pun bisa ditanam dengan teknologi smart greenhouse hidroponik. Ada 5 faktor lingkungan yang dimonitoring, yaitu suhu, kelembaban udara, intensitas cahaya,konsentrasi CO2 dan kelembaban tanah.

Pada prinsipnya ada dua sistem pendukung dalam smart green house tersebut, yaitu monitoring dan controlling yang otomatis. Sebagai contoh misalnya suhu dijaga dibawah 260 C, jika monitoring sensor suhu diatas ambang batas suhu tersebut maka secara otomatis pendingin akan menyala.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018