Sunday, 28 February 2021


Ubi Jalar Gantung

14 Feb 2021, 17:35 WIBEditor : Ahmad Soim

Ubi jalar gantung di Cina | Sumber Foto:Istimewa

Memed Gunawan

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta - Cina memang inovatif sekali. Selain menjadi negara dengan produksi puluhan komoditas penting terbesar di dunia, dia juga terus berinovasi, mencoba model pertanian yang tidak pernah dipikirkan orang lain. 

Baru-baru ini dicetuskan gagasan untuk memaksa tanaman berproduksi siang malam sepanjang tahun dengan membuat sinar matahari buatan (lampu-lampu khusus) yang merangsang fotosistesa. Teknologi ini sebetulnya tengah diuji coba oleh beberapa negara di berbagai belahan dunia. Cina mengklaim bahwa mereka telah berhasil menciptakan "smart farm" yang memungkinkan menanam sayuran tanpa tanah dan sinar matahari alami dengan mengontrol secara ketat penyinaran, kelembaban dan semua kebutuhan nutrisi tanaman.

Dikabarkan juga Cina telah mengembangkan jagung hibrida yang produktivitasnya mencapai 22,2 ton/hektar.

Lalu satu lagi yang mengejutkan, menanam ubi jalar yang merambat ke atas sehingga umbinya, mirip anggur,  bergelantungan seperti pada gambar. Ini mungkin tidak mempunyai dampak spektakuler terhadap produktivitas, tetapi sesuatu yang tidak biasa ini  bisa berdampak pada perluasan tanam pada lahan di bawahnya. 

Pesatnya pertumbuhan pertanian di Cina tidak terlepas dari perhatian besar terhadap R & D di negara itu. Anggaran penelitian di Cina pada tahun 2018 adalah 275,0 miliar US dollar PPP atau 2,1% GDP PPP, atau 388 US dollar PPP/kapita. Ini merupakan urutan kedua setelah US (511,i miliar US dollar PPP, 2,1% GDP PPP dan 1.586 US Dollar PPP/kapita).

Indonesia berada pada posisi nomor  44 dari 90 negara dengan masing-masing 2,0 miliar US dollar PPP, 0,1% GDP dan 8 US dollar PPP/kapita. Porsi dan anggaran penelitian yang demikian kecil itu masih juga mengalami berbagai pengurangan pada saat anggaran pembangunan mengalami tekanan, seperti pada saat terjadi pandemi covid-19, misalnya.

Cina adalah salah satu negara dengan pertanian canggih, satu kelompok dengan Jepang, Belanda, Amerika Serikat. Australia dan Cina. Dan Cina sudah mencanangkan untuk menjadi lumbung pangan besar dunia.

Contoh ubi jalar gantung pada judul, yang mirip tanaman anggur itu hanya salah satu contoh kreativitas, yang memberi peluang pertanian hemat lahan, hemat air dan hemat tenaga kerja, selain sesuatu yang baru dan aneh untuk dinikmati.

Inti tulisan ini adalah, peringatan bahwa R & D di negara lain sangat diutamakan dan sudah terbukti bahwa R & D mampu mengantarkan suatu negara ke peningkatan ekonomi yang lebih tinggi. Kita sudah mempunyai sumberdaya manusia R & D yang mumpuni, tinggal diperlukan program yang fokus, anggaran yang cukup dan sistem yang terintegrasi dengan penyuluhan yang baik. Pertanian di Indonesia merupakan sektor strategis, yang dampak pertumbuhannya memecahkan masalah kemiskinan, ketahanan pangan, pemerataan, ketenagakerjaan dan urbanisasi. Wallahua'lam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018