Sunday, 11 April 2021


Begini Cara Pengelolaan Kebun Jeruk Sehat

24 Feb 2021, 10:40 WIBEditor : Gesha

Kebun Jeruk perlu dikelola secara sehat | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang  ---- Ingin mulai terjun dalam agribisnis jeruk? Biar menghasilkan dan merasakan manisnya, budidaya jeruk sebaiknya dilakukan dalam skala kawasan. Dan dikelola dengan pengelolaan kebun jeruk sehat.

Masalah utama yang dihadapi dalam membangun dan mengembangkan agribisnis jeruk yang kompetitif dan berkelanjutan di Indonesia adalah rapuhnya kelembagaan petani yang ada. Akibatnya, proses alih teknologi anjuran berjalan lambat dan posisi tawar petani dalam pemasaran sangat  lemah dengan berbagai resiko yang menyertainya dan sering bermuara pada rendahnya daya saing dan munculnya gangguan dalam keberlanjutannya. 

Adopsi teknologi anjuran yang lambat mengakibatkan kebun-kebun jeruk petani belum sepenuhnya dikelola berdasarkan teknologi   inovasi jeruk modern. Akibatnya, hingga kini hampir sebagian besar sentra produksi jeruk di Indonesia belum terbebas dari penyakit CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) yang sempat memporak-porandakan pertanaman jeruk di Indonesia pertengahan tahun 1980 an dan masih menjadi penyakit yang harus diwaspadai pada setiap upaya membangun agribisnis jeruk di Indonesia.

Penyakit mematikan ini hingga kini masih belum ditemukan obatnya karena pathogen  penyebabnya  belum bisa dibiakan di laboratorium, walaupun demikian bisa disiasati dengan penerapan Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat atau dikenal dengan PTKJS. 

Teknologi tersebut meliputi pemilihan varietas, bibit berlabel, pembentukan arsitektura pohon, pengelolaan nutrisi dan pengendalian hama penyakit penting serta pengelolaan panen yang tepat dengan tetap memperhatikan aspek pemeliharaan lain secara proposional. 

Mulai dari Pemilihan Varietas, Indonesia memiliki 64 varietas batang atas dan 5 varietas batang bawah yang terdiri dari jeruk keprok 29 varietas, jeruk Siam 6 varietas, jeruk manis 4 varietas, pamelo 19 varietas, nipis 2 varietas dan jeruk lainnya. Adapun varietas jeruk yang berpotensi dikembangkan secara komersial adalah jeruk keprok Gayo-Aceh; keprok Batu 55 berasal dari  Batu-Jatim dan keprok SoE – NTT. Varietas lain adalah keprok  Rimau Gerga Lebong (RGL) - Bengkulu,  Gayo-Aceh, keprok Garut - Jabar, keprok Terigas – Kalbar.

Bahkan ada beberapa varietas jeruk yang memiliki keunikan tersendiri, seperti Jeruk Siam Pontianak di Sambas-Kalbar, Siam Banjar- Kalsel  dan di dataran rendah lainnya kulit buahnya berwarna hijau tetapi jika ditanam di dataran tinggi kulit buahnya menjadi kuning-orange dan berkulit tebal seperti jeruk Medan. Kemudian ada jeruk Siam Kintamani-Bali dan Gunuang Omeh-Sumbar.  Selain itu juga ada beberapa  jenis jeruk lainnya seperti pamelo, nipis, lemon, kalamansi,  purut yang akhir-akhir ini daunnya sudah diekspor ke Eropa dan Timur Tengah.

Untuk menjamin kualitas jeruk, pelaku agribisnis jeruk harus menanam bibit jeruk berlabel biru, bukan bibit jeruk liar tanpa label walaupun diimingi dengan harga bibit yang lebih murah. Bibit jeruk liar atau tidak berlabel biru tidak dijamin status kesehatan bibitnya dan juga tidak dijamin kemurnian varietas batang atas dan bawahnya. Jika seorang petani salah memilih bibit jeruk yang ditanam  dapat menimbulkan kekecewaan dan kerugian bagi petani justru pada saat panen perdananya 2,5 - 3,5 tahun setelah tanam.

Kawasan agribisnis jeruk yang ditanami bibit jeruk berlabel biru akan terbebas dari reinfeksi penyakit CVPD. Bibit jeruk liar yang sudah tertular CVPD berdasarkan studi epidemologi umurnya tidak lebih dari sekitar lima tahun dan selanjutnya  menunjukkan gejala serangan CVPD yang akut dan harus dibongkar.

Nutrisi

Pemberian nutrisi tanaman tepat jenis, dosis, waktu dan cara sangat menentukan produktivitas dan mutu buah yang dihasilkan serta kesehatan pohon. Pemupukan yang disarankan Balitjestro berdasarkan bobot panen buah tahun sebelumnya yaitu sebesar 2-3% bobot buah, sehingga paling tidak jumlah hara yang terambil untuk pembuahan bisa dikembalikan lagi ke tanaman. Pupuk Mg yang diaplikasikan saat awal perkembangan cepat buah dan saat buah menjelang masak fisiologis dapat meningkatkan derajat kemanisan buah.

Dosis pupuk untuk jeruk Siam, keprok dan pamelo berbeda karena komposisi hara yang diserap oleh tiga kelompok jeruk tersebut tidak sama. Guna memudahkan petani menentukan dosis pupuk yang akan diberikan, petani harus mencatat produksi rata-rata per pohonnya setiap kali panen selama setahun dan selanjutnya menentukan dosis pemupukan  berdasarkan tabel pemupukan yang telah disusun Balitjestro.

Sedangkan dalam pengendalian Hama dan Penyakit, CVPD masih merupakan penyakit yang harus diwaspadai terutama bila kebun jeruk kita berada atau berdekatan dengan pertanaman jeruk petani lain yang menggunakan bibit liar tidak berlabel dan atau dipelihara tidak optimal. PTKJS merekomendasikan jika tanaman jeruk di lapang menunjukkan gejala terserang CVPD harus segera dibongkar dan diganti dengan bibit jeruk berlabel dan diikuti dengan pengendalian vektor CVPD yaitu kutu loncat Diaphorina citri secara cermat.

Hama dan penyakit lain yang harus diwaspadai adalah penyakit burik kusam yang mengakibatkan kulit buah berpenampilan tidak menarik dan  mengakibatkan merosotnya harga jual buah di tingkat petani.  Dari delapan patogen penyebab penyakit burik kusam ini, diantarnya adalah hama thrip, tungau, hingga kutu sisik. Penyakit burik kusam sebenarnya tidak terlalu sulit untuk dikendalikan. Oleh karena itu pengendalian hama thrips sudah harus dimulai sebelum bunga mekar berdasarkan hasil monitoring.

Memasuki Masa Panen, kondisi masak fisiologis yang bisa berbeda setiap varietas, tetapi biasanya ditunjukkan dengan mulai berubahnya  warna kulit buah dari hijau ke hijau-kekuningan di mana di dataran rendah perubahan warna tersebut sangat tipis. Buah tampak lebih mentes dan kulitnya lebih halus dan mulai mengkilat.  Di dataran tinggi buah jeruk siap dipanen 32-36 minggu setelah bunga mekar dan di dataran rendah wektu panennya bisa lebih awal.

Reporter : Arry Supriyanto
Sumber : Peneliti Utama di Balai Penelitian Tanaman Je
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018