Friday, 16 April 2021


Teknologi dan Benih Berkualitas, Kunci Sukses Budidayakan Si Pedas

24 Mar 2021, 16:57 WIBEditor : Gesha

Benih berkualitas menentukan hasil produksi cabai | Sumber Foto:Benih Pertiwi IG

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Cabai adalah komoditas yang tidak pernah sepi peminat, meskipun harganya berfluktuasi tetap ada potensi pasarnya. Tak heran banyak orang yang berminat untuk membudidayakannya. 

Mengupas tentang budidaya hingga pengolahan “si pedas”, Sinar Tani menyelenggarakan Focus Discussion Group (FGD) pada Rabu, 24 Maret 2021 secara virtual. Bertema “Rahasia Sukses Budidaya dan Mengolah Cabai” , menampilkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya.

Mereka adalah Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia sekaligus owner PT Mulia Bintang Utama Abdul Hamid, General Manager Penelitian dan Pengembangan PT Agri Makmur Pertiwi Aries Setiawan, Peneliti Cabai Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) Lembang Bagus Kukuh Udiarto, Kasubdit/Koordinator Pengolahan Hasil Hortikultura Ditjen Hortikultura Diah Ismayaningrum, hingga pelaku usaha sambal kering Mak Endang, Grobogan Jawa Tengah, Endang Prihatin.

Dalam beragribisnis cabai, GM Penelitian dan Pengembangan PT Agri Makmur Pertiwi, Aries Setiawan mengatakan bahwa hal pertama terpenting adalah memilih benih cabai yang berkualitas yang dilihat dari kemasan, informasi, speed coating, campuran bahan lain dan informasi produsen benih serta sertifikasinya.

GM Penelitian dan Pengembangan PT Agri Makmur Pertiwi, Aries Setiawan

“Kemasan benih berpengaruh terhadap daya simpan benih. Penyimpanan benih di toko-toko pertanian belum semuanya baik. Perhatikan juga informasi pada kemasan yaitu masa kadaluarsa, daya tumbuh, kadar air, purity, dan sebagainya," beber Aries. 

Untuk benih yang dilapisi (coating) perhatikan ukuran dan bentuk bijinya (normal/abnormal). Jika benih tidak dilapisi, perhatikan warna benih harus cerah, tidak keriput, dan tidak ada bintik-bintik hitam. "Kemasan bagian dalam juga dilihat apakah ada debris/campuran material lain,” tambah Aries Setiawan. 

Tidak kalah penting adalah produsen benih dengan sistem sertifikasinya yang dikeluarkan oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih - BPSB/Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu - LSSM.

Suksesnya budidaya cabai juga ditentukan oleh waktu tanam dan tempat yang optimal. "Musim tanam terbaik adalah akhir musim hujan sampai dengan akhir kemarau, karena cuaca tidak terlalu panas serta perkembangan hama dan penyakit tidak terlalu banyak," jelasnya.

Sedangkan dari lokasi, sebaiknya dataran menengah dan tidak bekas tanaman se-famili, jenis tanah gembur, pH 6-7, dan air yang cukup. Lebih baik bila dikembangkan menggunakan Green House untuk memungkinkan berbudidaya cabai pada semua musim (all season). "Ukuran greenhouse disesuaikan dengan jumlah tanaman. Kira-kira untuk 600 tanaman kurang lebih 8x25 meter," tambahnya 

Pilih Hibrida

Jenis cabai yang beredar di pasaran yaitu cabai Inbrida dan Hibrida. Inbrida /Open Pollinated (OP) induknya berasal dari galur unggulan, sedangkan hibrida berasal dari 2 (dua) galur yang mempunyai sifat unggulan yang berbeda masing-masing berperan sebagai betina/jantan.

Perbedaan dalam penggunaan benih cabai inbrida maupun hibrida juga dijelaskan Aries. “Secara umum yang membedakan OP/Inbrida dengan F1/Hibrida adalah harga jual benih, OP berkisar Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu, sedangkan F1 di atas Rp 50 ribu," ungkapnya.

Aries menambahkan, adaptasi OP lebih luas dibanding F1 yang cenderung spesifik, keseragaman dan produktifitas OP kurang dibanding F1, respon terhadap serangan HPT untuk OP tidak seragam, sedangkan F1 seragam. 

“Hal-hal penting budidaya cabai meliputi persemaian, tanam, berbunga, berbuah, dan panen. Pada fase persemaian perhatikan tempat media semai, pemelihara, pengendalian HPT (rebah bibit) dan virus," tuturnya.

Sedangkan di fase tanam perlu sortasi bibit, tanam irigasi, pupuk (pupuk berimbang, pupuk kandang, dolomit, dan nutrisi lain). Untuk Fase berbunga dan berbuah waspadai hama dan penyakit seperti thrips, nematoda, dan lalat buah sebagai penyebab rontok bunga dan rontok buah. "Saat ini berikan pupuk susulan dan irigasi," ungkapnya.

Untuk mengidentifikasi cabai yang pertumbuhannya baik bisa dilihat dari keserempakan pertumbuhan bibit dari warna dan ukuran daun, warna batang, diameter batang, dan warna daun.

Sedangkan di fase generatif bisa dilihat warna tangkai bunga, tangkai buah, dan warna kulit buah muda tidak kusam cenderung mengkilat (glossy). 

Fase panen bisa dilakukan pagi dengan cara memetik dengan tangkai, juga pengendalian HPT, pupuk susulan 5 hari sekali dalam waktu 1-2 bulan tergantung kesehatan tanaman.

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018