Friday, 16 April 2021


Diseminasi Teknologi Pertanian, UPT P2BPT DKI Jakarta Kerjasama dengan UGM dan UAI

31 Mar 2021, 17:13 WIBEditor : Gesha

UPT Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman siap bekerja sama dengan UGM dan UAI | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Teknologi pertanian yang semakin berkembang kini giat disosialisasikan oleh berbagai lembaga. Hal ini memudahkan masyarakat mengakses dan memanfaatkan (diseminasi) berbagai informasi di sektor pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan.

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman (P2BPT) melakukan kerjasama di bidang teknologi pertanian dan sumber daya manusia (SDM). Penandatanganan kerjasama dengan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) dilaksanakan pada Senin (29/3) oleh Kepala UPT P2BPT DKI Jakarta, disaksikan oleh Plt. Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, secara virtual.

“Kerjasama ini merupakan hal yang menarik, kami mewakili Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyambut baik pendatanganan kesepakatan-kesepakatan yang akan kita kerjakan bersama-sama," ungkap Plt. Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Suharini Eliawati, atau akrab disapa Eli.

Seperti diketahui, Dinas KPKP DKI Jakarta mempunyai fasilitas-fasilitas yang lengkap, misalnya laboratorium kultur jaringan di Lebak Bulus, kawasan sapi perah di Pondok Rangon, ada juga Keramba Jaring Apung di Pulau Seribu, dan peningkatan budidaya rumput laut di Pulau Seribu. "Selain itu juga ada beberapa wilayah Agro Edukasi Wisata di Jakarta,” tambahnya.

Dirinya meyakini, para akademisi mempunyai berbagai inovasi teknologi dan terobosan baru, yang dapat diterapkan untuk mengembangkan pembangunan pertanian di DKI Jakarta yang berbasis ruang, karena keterbatasan lahan di Jakarta. 

Sementara itu, Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi Setiadi Daryono mengatakan Fakultas Biologi UGM telah berusia 65 tahun memiliki potensi antara lain 13 laboratorium yang dipergunakan untuk berbagai riset. "Pertama kali kami mengembangkan anggrek. Setelah itu semakin berkembang ke perikanan, micro algae, tanaman hortikultura, peternakan lebah, dan lain-lain yang semuanya hasil dari riset," jelasnya.

Prof. Budi menyambut baik kerjasama ini, karena terkait program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu “Merdeka Belajar” dan “Kampus Merdeka” atau MBKM. "Harapan kami, selain hasil-hasil riset dapat dikerjasamakan dengan P2BPT DKI Jakarta, juga P2BPT menampung mahasiswa-mahasiswa kami untuk magang sekaligus mengaplikasikan ilmu-ilmu yang diperoleh selama kuliah di Fakultas Biologi UGM. Kami sangat mengapresiasi potensi-potensi besar yang terdapat di DKI Jakarta,” katanya.

Selain dengan UGM, P2BPT juga melakukan penandatanganan kerjasama dengan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), yaitu pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui program magang dan penelitian.

“Kami sangat menyambut baik kerjasama ini khususnya terkait program magang bagi mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang riset, karena riset di bidang pertanian ini berkembang sangat pesat. Kami juga memiliki laboratorium dan fasilitas penunjang yang memadai,” kata Rektor UAI, Prof. Asep Saefudin.

Sementara itu, Kepala UPT P2BPT, Ali Nurdin kepada tabloidsinartani.com mengatakan pihaknya bersyukur dengan adanya kerjasama ini karena mempunyai manfaat sangat besar.

 “Para mahasiswa yang akan magang atau praktek kerja dari UGM dan UAI akan diarahkan ke kebun-kebun milik DKI Jakarta yang tersebar di 14 lokasi, laboratorium kultur jaringan maupun laboratorium agens hayati, juga dapat langsung ke lapangan yang terdapat budidaya tanaman secara hidroponik, tanaman pangan dan sebagainya. Kita sama-sama saling menimba ilmu dan memberikan masukan yang dapat dimanfaatkan secara bersama-sama,” jelasnya.

Untuk diketahui, UPT P2BPT berfokus pada produksi dan pengembangan benih bersertifikat, yang juga melayani permohonan benih/bibit tanaman buah-buahan, sayuran, dan tanaman obat keluarga (TOGA) untuk menunjang program Urban Farming di Jakarta dan kebutuhan benih pertanian untuk masyarakat DKI Jakarta. 

Laboratorium dan berbagai sarana penunjang riset di Jakarta pun telah memadai, seperti laboratorium Kultur Jaringan yang berlokasi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan yang kini sedang mengadakan pelatihan kultur jaringan anggrek, diikuti peserta dari berbagai provinsi. Selain laboratorium Kultur Jaringan, DKI Jakarta juga mempunyai Laboratorium Agens Hayati di Cibubur, Jakarta Timur.

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018