Wednesday, 21 October 2026


Tingkatkan Produktivitas Rawa dengan POC dan Asap Cair Sekam Padi

12 Apr 2021, 13:53 WIBEditor : Gesha

Petani dilatih membuat POC dan Asap Cair Sekam Padi

TABLOIDSINARTANI.COM, Banjarbaru --- Peningkatan produktivitas lahan dan produksi pangan melelui program foof estate dapat dilakukan dengan penerapan inovasi teknologi yang tepat guna dan berhasil guna serta teknologi yang bersifat spesifik lokasi, salah satunya dengan penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) dan Asap Cair Sekam Padi.

"Pemberian ameliorasi tanah masih dinilai cukup mahal oleh petani, karenanya perlu pemanfaatan sumberdaya lokal yang merupakan kekayaan alam dan tersedia berlimpah di lokasi seperti sekam padi limbah penggilingan," ungkap Peneliti Madya Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra), Dr. Eni Maftu’ah, SP, MP.

Padahal, Limbah penggilingan padi berupa sekam merupakan sumberdaya yang apabila diproses menjadi biochar, pupuk organik cair (POC) dan asap cair (AC) menjadi langkah yang cukup strategis dan murah untuk diperoleh petani. "Prosesnya sederhana dan tidak terlalu sulit," tambahnya.

Hasil indentifikasi Tim Balittra, terhadap sumberdaya lokal yang dilakukan di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu Kabupaten Pulang Pisau, ditemukan banyak pabrik-pabrik penggilingan padi (Rice Milling Unit/RMU), dan limbah pengilingan padi berupa sekam sangat berlimpah.

Limbah ini belum dimanfaatkan oleh masyarakat karena sebagian sekam padi dibakar dan abunya digunakan untuk keperluan abu cuci dan ada yang disebarkan ke lahan sawah. "Sekam padi yang berlimpah tersebut sangat potensial dijadikan sebagai bahan baku pembuatan biochar dan asap cair, yang dapat digunakan dalam mendukung kegiatan usahatani padi lahan pasang surut," jelasnya.

Eni menjelaskan, sekam padi yang berlimbah diproses secara pirolisis bisa menghasilkan biochar dan dimanfaatkan sebagai bahan amelioran serta sebagai bahan pembawa pupuk organik. "Produk sampingan dari proses pembuatan biochar dari sekam padi adalah asap cair (liquid smoke). Asap cair diperoleh dari proses kondensasi asap yang dihasilkan saat proses pirolisis, dengan bantuan kondensor. Asap cair yang dihasilkan ditampung dalam kemasan (jeregan)," ungkapnya. 

Pada kegiatan pemanfaatan sumberdaya lokal di Desa Belanti Siam, telah diaplikasikan pupuk organik cair (POC) dari urin sapi dan asap cair yang dilakukan secara bersamaan. Dosis POC dan asap cair masing-masing adalah 2 l/ha.

"Cara mengaplikasikannya adalah dengan mencampur POC dan asap cair sebanyak 2 cc ke dalam air 1 liter,  kemudian disemprotkan ke tanaman maupun dikocorkan secara langsung pada tanaman. Aplikasi POC atau asap cair bisa dilakukan setiap 2 minggu sebanyak 3-4 kali," bebernya.

Hasilnya, asap cair dan POC yang dihasilkan dengan memanfaatkan sumberdaya lokal dapat meningkatkan kesuburan tanah, ini juga mengindikasikan bahwa pemanfaatan POC dan asap cair dapat meningkatkan produktivitas lahan dan hasil tanaman padi.

Untuk mensosialisasikan pemanfaatan sumberdaya lokal yaitu pembuatan biochar bersumber dari sekam padi dan asap cair yang merupakan hasil sampingan dari pembuatan biochar, dilakukan demonstrasi plot (DP) dan Sekolah Lapangan (SL) untuk pembuatan biochar dan asap cair dengan melibatkan sebanyak 13 orang petani kooperator Desa Belanti Siam Kecamatan Pandih Batu Pulang Pisau pada Oktober 2020 dan petani peserta sangat respon dan cukup antusias terhadap kegiatan ini, dan mereka cukup tekun memperhatikan dan belajar untuk membuat biochar dan asap cair.

Keragaan pertumbuhan tanaman padi yang diberi perlakuan  melalui aplikasi asap cair (A), aplikasi  asap cair + POC (B), dan kontrol (C) pada lahan sulfat masam di Desa Belanti Siam    

Koordinator petani kooperator yang dilatih membuat Biochar dan asap cair melalui kegiatan Sekolah Lapang (SL), Tariman berkomentar dan mengakui bahwa penyemprotan asap cair pada tanaman padi memberikan pengaruh yang sangat baik. "Tanaman yang disemprot dengan asap cair tumbuhnya lebih baik dan subur serta anakannya lebih banyak dibanding dengan tanaman yang tidak disemprot asap cair. Artinya hasil panen padi yang diperoleh akan meningkat dengan semakin banyaknya anakan produktif (jumlah malai) tanaman padi," ungkapnya.

Menanggapi suksesnya peningkatan produktivitas rawa dengan POC dan Asap Cair Sekam padi, Kepala Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra), Dr. Yiyi Sulaeman, SP, M.Sc mengapresiasi secara positif pada kegiatan ini dan mendorong supaya pemanfaatan sumberdaya lokal ini dilanjutkan dan lebih  ditingkatkan sehingga dapat meningkatkan produktivitas lahan dan hasil tanaman pangan serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, perlu pembelajaran kepada petani melalui Sekolah Lapang (SL) maupun Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait dengan proses pembuatan pupuk organik cair dan asap.

Reporter : R. Smith Simatupang, dan Vicca Karolionerita
Sumber : Balittra
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018