Sunday, 09 May 2021


Smart System for Composte, Lebih Smart Kelola Limbah Sayuran

21 Apr 2021, 10:00 WIBEditor : Yulianto

sampah sayuran bisa dimanfaatkan sebagai pupuk pertanian | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Limbah merupakan bahan buangan dari kegiatan manusia yang jika tidak terpakai akan berdampak negatif. Salah satu jenis limbah yang jumlahnya paling banyak ialah limbah padat.

Limbah ini dapat dihasilkan dari aktivitas rumah tangga seperti sayuran dan buah-buahan. Sayuran merupakan bahan makanan yang paling banyak dalam aktivitas rumah tangga, sehingga menimbulkan limbah.

Sampah sayuran merupakan sampah yang biasanya dibuang tanpa ada pengelolaan lebih lanjut, sehingga menimbulkan bau tidak sedap. Namun jika bisa dikelola dengan baik, maka limbah sayur baik dari sisa panen, hasil pengemasan sayur dan sisa penjualan sayur di pasar bisa menjadi bahan pupuk organik.

Sampah pertanian ini bisa langsung dimanfaatkan untuk diolah menjadi kompos oleh petani. Kompos merupakan semua bahan organik yang telah mengalami degredasi/penguraian/pengomposan, sehingga berubah bentuk dan sudah tidak dikenali bentuk aslinya, berwarna hitam, dan tidak berbau.

Kegunaan kompos paling utama adalah memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan bahan organik tanah serta memperbaiki drainase dan tata udara dalam tanah. Namun diperlukan syarat khusus agar dihasilkan kompos yang baik, yaitu bahan yang digunakan tidak mengandung logam berat yang berbahaya bagi pertumbuhan tanaman serta menggunakan limbah sayur yang masih baik dan segar.

Salah satu cara untuk membuat kompos adalah Smart System for Composters. Alat ini merupakan alat pembuat pupuk kompos yang dapat memisahkan sayuran antara yang baik dan yang sudah busuk, untuk pembuatan pupuk kompos cair dan padat.

Selain memanfaatkan sisa sayuran, alat ini juga sebagai inovasi terbarukan yang ramah lingkungan dan mudah digunakan. Smart System for Composter ini dilengkapi dengan  sensor, magnet dan juga mesin pencacah menjadikannya alat yang pintar.

Penyusunan desain alat ini dilakukan dengan mengamati komponen yang penting dalam alat pembuat kompos pada umumnya. Umumnya pembuatan kompos, sayur yang sudah dicacah ditutupi menggunakan terpal. Selanjutnya diaplikasikan pada alat Smart System for Composters.

Pembuatan Smart System for Composters membutuhkan alat maupun bahan, yaitu plat besi, sensor warna, mata pisau pencacah, magnet, baling-baling, drum sampah, pipa, dan botol sprayer.  Tujuan pembuatan Smart System for Composter ini yaitu menciptakan suatu inovasi pengolahan limbah sayur sortasi sebagai kompos dalam upaya mendukung pertanian berkelanjutan.

Selain itu, solusi yang tepat untuk permasalahan limbah sayuran yang terdapat di Indonesia, serta mengetahui karakteristik sayuran yang memenuhi standar kompos agar mendapat kualitas yang baik.

Reporter : Nency/Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018