Friday, 07 May 2021


Gertam Jagung Komposit : Upaya Balitbangtan Siapkan Benih Unggul di Morowali Utara

24 Apr 2021, 20:54 WIBEditor : Gesha

Kepala BBP2TP (baju merah) bersama Staff Khusus Menteri Pertanian Yesiah Ery Tamalagi melakukan tanam perdana untuk kebutuhan benih jagung di Morowali Utara | Sumber Foto:BPTP Sulteng

TABLOIDSINARTANI.COM, MOROWALI UTARA --- Potensi pengembangan jagung di Kabupaten Morowali Utara mencapai 928 ha, sayangnya optimalisasi pengembangan jagung terkendala oleh ketersediaan benih bersertifikat dan unggul. Karenanya, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tengah melaksanakan gerakan tanam perdana demplot perbenihan jagung komposit seluas 1 ha di kelompok tani Efata Desa Tingkiao Kecamatan lembo Kabupaten Morowali Utara, Jumat (23/04).

Hadir dalam Gerakan Tanam tersebut Kepala Balai Besar Pengkajian Teknologi Petanian (BB2TP) Bogor, Dr. Ir. Fery Fahrudin Munier M.Sc, Staf khusus Menteri Pertanian Yesiah Ery Tamalagi, SE., Bupati Morowali Utara yang diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian, anggota DPD RI Lucy Semen, Ketua HKTI Propinsi Sulawesi Tengah, Plt Kepala BPTP Sulteng, Dr. Nurdiah Husnah, Ketua DPRD Kab. Morowali Utara, Kepala Cabang BRI Morowali Utara beserta jajaran SKPD terkait, penyuluh dan petani setempat.

Plt Kepala BPTP Sulteng, Dr. Nurdiah Husnah mengatakan, pendampingan teknologi terhadap Kelompok Efata di Desa Tinkeao, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara ini dilakukan oleh BPTP Sulawesi Tengah melalui sinergi Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Morowali dan BPP Waraa Kecamatan Lembo.

Pendampingan tersebut melalui kegiatan Upaya-Upaya Khusus (Upsus) sebagai salah satu gerakan masif yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas strategis. "Kita harapkan ini menjadi langkah awal dalam memenuhi katersediaan benih unggul dan bersertifikat," ungkapnya.

Hitung-hitungan Nurdiah, demplot seluas 1 hektare dengan jagung komposit varietas Sukmaraga dapat menghasilkan 2,5 ton benih jagung, ini artinya dimusim tanam depan mampu memenuhi kebutuhan benih 1.000 Ha.

Sementara itu, Kepala BBP2TP, Dr. Ir. Fery Fahrudin Munier, MSc., yang hadir mewakili Kepala Balitbangtan menyampaikan bahwa jagung menjadi salah satu komoditas strategis yang digalakkan peningkatan produktivitasnya oleh Kementan.

Untuk peningkatan indek pertanaman jagung, Fery menegaskan pentingnya pendampingan teknologi agar dalam setahun dapat panen sebanyak 4 kali. Pengembangan areal pertanaman jagung dilakukan karena produktivitas jagung hingga saat ini rata rata baru mencapai 3-4 ton pipilan kering, dengan adanya dukungan inovasi teknologi berupa penggunaan benih bermutu dan berlabel, produksi jagung dapat mencapai hingga 8 ton per hektar pipilan kering.

“Varietas uanggul dari hasil penelitian dan pengkajian Badan Litbang Kementerian Pertanian diharapkan dapat sampai ditangan petani salah satunya dengan model pendampingan teknologi Bersama BPTP,” tegas Fery.

Staf Khusus Menteri Pertanian, Yesiah Ery Tamalagi yang bersama tamu undangan lainnya turut menggunakan seed transplanter saat penanaman benih di lokasi gertam, sangat mengaprisiasi dedikasi petani, serta upaya sinergi Balitbangtan, melalui BBP2TP dan jajaran BPTP bersama semua pihak dalam memperjuangkan ketersediaan pangan di wilayah tersebut.

Bupati Morowali Utara yang diwakili oleh Asisten II bidang perekonomian saat membuka acara menyampaikan terima kasih kepada Kementan sekaligus menyelipkan harapan agar teknologi Balitbangtan melalui pendampingan BPTP Sulteng tersebut betul-betul sesuai dengan kondisi wilayahnya dan mudah diaplikasikan petani guna meningkatkan kesejahteraannya. 

Reporter : BPTP SULTENG
Sumber : BPP2TP
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018