Saturday, 07 November 2026


Biopestisida dan Pelet Trichoderma Mangantarkan Rina Meraih Gelar Profesor

21 May 2021, 20:12 WIBEditor : Ahmad Soim

Prof Rina

 

TABLOIDSINARTANI.COM, ACEH -  Prof. Dr Ir Rina Sriwati MSi dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar di bidang ilmu penyakit tanaman mengangkat tema: Pemanfaatan Trichoderma Sebagai Agen Pengendalian Hayati Patogen dalam Pertanian Berkelanjutan.

Alasannya kata Rina, karena selama ini cukup banyak penggunaan pestisida tanpa terkendali. “Ini sangat berbahaya baik bagi manusia maupun lingkungan,” paparnya di Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh.

Penggunaan pestisida menurut Rina sangat erat kaitannya dengan pertanian konvensional. Hal ini tidak lain hanyalah untuk pencapaian produksi semata. Walaupun itu harus dilakukan dengan berbagai cara termasuk penggunaan bahan kimia.

Oleh karena itu sambung Rina, dari beberapa riset yang dilakukannya, dirinya telah mencoba menggantikan penggunaan pupuk kimia dan pestisida dengan biopestisida, salah satunya melalui pemanfaatan jamur Trichoderma.

Prof Rina juga menerangkan bahwa Trichoderma merupakan jamur penghuni tanah yang dapat diisolasi melalui perakaran tanaman di lapangan. Tidak saja ditemukan pada bagian tanaman sehat tapi juga pada tanaman sakit.

BACA JUGA:

Inspirasi untuk mengeksplorasi jamur ini jelasnya, ketika ia meneliti di Jepang mengeksplorasi “fungal flora” dan “nematode fauna”. Dari hasil risetnya tersebut ditemukanlah begitu banyak jamur - jamur endofit yang sangat bermanfaat bagi tanaman salah satunya adalah jamur Trichoderma.

Pengujian terhadap peran jamur Trichoderma ini telah banyak diteliti oleh peneliti sebelumnya, dan saat ini kita telah memiliki koleksi dari jamur tersebut yang berasal dari Aceh yaitu hasil eksplorasi jamur Trichoderma atau agen pengendalian hayati yang berasal dari rizosfir akar dan tanaman tingkat tinggi di wilayah Aceh sendiri.

Jamur Trichoderma tersebut berperan sebagai biopestisida yang membunuh patogen penyebab penyakit pada tanaman dan dapat juga berperan sebagai ZPT atau Zat Perangsang Tumbuh. “Selain itu juga dapat bereran sebagai bio dekomposer yaitu yang bisa mendegradasi bahan bahan organik,” tambahnya.

Ketiga peran tersebut sangat penting dan begitu menonjol dalam risetnya (penyakit tumbuhan) sehingga menghasilkan sebuah produk yang dapat dimanfaatkan bagi masyarakat, yaitu produk Biopestisida Trichoderma.

Ketika kita berfikir terhadap suatu mikroorganisme yang dapat dimanfaatkan lanjutnya, kita harus berfikir pula bagaimana memproduksi jamur secara masal.

Selama ini (sejak tahun 2012 – 2015}, dalam riset penelitiannya masih menggunakan media yang sulit untuk didistribusikan, seperti halnya media beras dan dedak. Sehingga pada tahun 2016, dirinya sudah mencoba membuat formulasi berupa pelet Trichoderma, agar lebih memudahkan untuk didistribusikan kepada petani. Petani pun dapat menggunakan langsung sebagai biopestisida  pada tanaman dan bio dekomposer pada pembuatan kompos.

Hasil akhir dari penelitiannya, saat ini dengan tersedianya rumah biopestisda hasil bantuan dari USK dan lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat (LP2M). Tersedia alat-alat untuk memproduksi pelet Trichoderma. Pihaknya kini sudah mampu memproduksi pelet tersebut sehingga dapat dimanfaatkan bagi masyarakat luas.

 Sepulangnya dari Jepang tahun 2008, penelitiannya dimulai dari mengeksplorasi dan menguji potensi  jamur Trichoderma (2012 – 2014). Dirinya juga telah melakukan riset pengaruh Trichoderma sebagai bio dekomposer hingga akhirnya di tahun 2019 sudah bisa mendiseminasikan produknya kepada petani melalui berbagai ajang di tingkat petani maupun di level akademik.

Beberapa kegiatan diseminasi telah diaplikasikan di lapangan dan Bersama para mahasiswa juga sudah melakukan riset dengan program (PKM) nya. Diseminasi biopestisida juga dilakukan Bersama Forum Kakao Aceh untuk mengendalikan penyakit busuk buah pada kakao dan bersama Pusat riset Atsiri Research Center mengendalikan penyakit budok pada tanaman nilam.

Bahan kimia (pupuk maupun pestisida) sangat buruk pengaruhnya terhadap lingkungan, sehingga penggunaan produk biopestisida perlu kita tingkatkan. Sehingga saat ini harapannya agar penggunaan biopestisida dapat diaplikasikan secara meluas di lapangan

=== 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANI. Atau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klik: myedisi.com/sinartani/ 

 

Reporter : Abda
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018