
Mambuat rakit apung
TABLOIDSINARTANI.COM, Surakarta---Budidaya tanaman hidroponik kini menjadi salah satu cara untuk memanfaatkan pekarangan. Selain membantu mencukupi kebutuhan pangan keluarga, juga bisa menjadi ladang usaha bagi keluarga menghasilkan sayuran organik.
Sebagai bentuk pengabdian masyarakat, UNS-Riset Grup Lab EMPT (Ekologi, Manajemen, dan Produksi Tanaman), Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas maret (UNS) Surakarta menggelar pelatihan budidaya tanaman hidroponik rakit apung dilengkapi dobel pompa venturi. Kegiatan berlangsung di Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Program Hibah Riset Group Non APBN UNS TA. 2021 prodi Agroteknologi FP UNS, Prof. Dr. Ir. Bambang Pujiasmanto, MS mengatakan, dalam budidaya hidroponik Rakit Apung dengan Dobel Pompa Venturi, pH dan EC air sangatlah penting. Sebab, akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman, sehingga harus selalu mengontrol dan monitoring pH dan kepekatan nutrisi.
Untuk itu, diperlukan alat mengukur pH dan EC yaitu pH meter, EC meter dan TDS meter. TDS meter untuk mengukur kepekatan nutrisi, mengukur jumlah partikel atau konsentrasi terlarut. EC meter untuk mengukur konduktivitas.
Bambag menyampaikan, PH untuk sayuran daun 6-7,5; sayuran buah 5-5,7. Sedangkan untuk tanaman buah 4-6,5. PPM larutan pakcoy, kangkong, kubis, kalian 1050-1400 ppm.
“Pemberian nutrisi berdasarkan umur tanamannya, bisa bertahap dinaikkan sedikit demi sedikit atau dari batas bawah ke batas atas ppm,” kata Bambang. Dengan bertahap penyerapan akar terhadap nutrisi hidroponik dapat maksimal.
Jika yang didapatkan lebih tinggi, maka harus diturunkan dengan menambahkan air. Selanjutnya semakin tinggi EC, semakin pekat total larutan nutriri atau daya lantar listrik tinggi, begitupun sebaliknya.
Jika EC terlalu tinggi tanaman akan mengalami malformasi alias kacau bentuk tanaman, sehingga lain dari biasanya, gosong daunnya sebelah. Bayam, caisim, pakcy batasnya adalah EC 3,0 mS/cm.
“Jadi kita beroperasinya sampai EC 2,5 mS/cm saja. Bila tiba-tiba suhu naik, kelembapan relatif udara turun, tanaman berkeringat dan menguap lebih banyak, sehingga EC larutan meningkat, ada “keleluasaan” sebesar 0,5 untuk meredam gejolak EC, hingga terhindarlah tanaman dari keracunan,” tuturnya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (17/4) di CV Kitanam yaitu di rumah Ir. Trijono Djoko Sulistyo selaku mitra dalam kegiatan pengabdian ini. “Pengabdian tersebut untuk meningkatkan pemanfaatan lahan pekarangan dengan budidaya tanaman hidroponik rakit apung yang dilengkapi dobel pompa venturi,” kata Bambang.
Pada kesempatan itu, Triyono memberikan pelatihan membuat larutan hidroponik yaitu AB MIX dan cara menuangkannya pada bak hidroponik serta mengukur pH, EC dan juga ppm pada larutan hidropinik.
Triyono mengingatkan, perlu disadari jika menaikkan EC, maka semakin tinggi EC yang dicapai, semakin berkuranglah efisiensi penyerapan oleh tanaman, karena faktor jenuh kembali muncul. “Hukum” law of diminishing return” muncul, dan derajat pertumbuhan tanaman mendekati stagnasi/mandek,” ujarnya.
Harapan masyarakat
Dalam kesmepatan itu hadir juga anggota dari tim pengabdian ini yaitu Prof. Sulandjari, Prof. Supriyono, Dr. Pardono, Dr. Puji Harsono, Dr. Eddy Triharyanto, Hery Widijanto, M.P. Hadir juga Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Biodiversitas (P3BB) Prof. Dr. Ir. Sri Hartati,MP beserta tim.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua RW 02, Drs. Jumbadi,MPd, dan Ketua RT 01, Zainal Arifin beserta warga RW 02 Kalurahan Karangasem. “Kami berharap semoga dengan adanya kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini dapat memberikan manfaat bagi warga dalam memanfaatkan lahan pekarangan maupun halaman rumah untuk budidaya tanaman dengan sistem hidroponik rakit apung,” kata Jumbadi.
Sementara itu Zaenal Arifin selaku ketua RT 01 berharap kegitan ini terus berlanjut. Apalagi bermanfaat langsung untuk pemenuhan kebutuhan sayur sebagai unsur gizi masyarakat.
Peserta mengerjakan pretest (soal latihan) untuk melihat sejauh mana pemahaman warga mengenai sistem hidroponik sebelum pelatihan. Bambang menjelaskan, bagaimana menerapkan sistem hidroponik rakit apung double pompa venturi, peralatan yang dibutuhkan, tanaman yang dapat dibudidayakan dalam sistem tersebut.
Selain itu, cara pembibitan dan penanaman, cara membuat nutrisi tanaman hingga cara mengukur pH dan EC larutan sistem hidroponik tersebut. Nutrisi yang digunakan dalam sistem hidroponik yaitu AB MIX.
Melalui pengabdian ini, diharapkan dapat meningkatkan upaya pemanfaatan pekarangan maupun halaman rumah dengan system hidroponik di Kalurahan Karangasem, Laweyan, Surakarta.