Thursday, 17 June 2021


Tertarik Budidaya Ulat Hongkong?Nih Cara Gampangnya

07 Jun 2021, 14:32 WIBEditor : Gesha

Panen Ulat Hongkong | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Budidaya ulat hongkong kini banyak menarik minat masyarakat. Bahkan ada yang bisa membukukan omzet mencapai Rp. 5 juta per bulan dari si ulat hongkong ini. Buat para pemula, bagaimanakah cara ternaknya?.

"Ulat hongkong mudah dibudidayakan karena minim perawatannya. Kebutuhan makannya pun sangat mudah, jadi biaya operasionalnya lebih murah," tutur pembudidaya ulat hongkong dari Dusun Nglotak, Kaliagung Sentolo, Kulonprogo, Agus Dwinanto. 

Agus mengaku membudidayakan ulat hongkong sejak tahun 2020 dengan hanya memanfaatkan lahan 2x3 meter. Untuk kandang budidaya, Agus hanya menggunakan kotak kayu triplek berukuran 60x80 cm dan disususun sedemikian rupa. Satu kotak budidaya berisi sekitar 1-2 liter ulat hongkong dalam satu siklus hidupnya. Dari masa menetas hingga panen hanya 1-2 bulan saja.

"Sistem budidaya dilakukan berjenjang sehingga bisa kita lakukan panen 5-7 hari sekali  Mulai dari peneluran, penetasan dan pembesaran. Biasanya sebelum proses peneluran, kita harus siapkan ulat dewasa untuk menjadi kepompong dan butuh 2-3 bulan. Setelah 3 hari, kepompong berubah menjadi kumbang muda berwarna putih," jelasnya.

Ulat hongkong ini sering digunakan sebagai pakan ikan, burung, reptile dan berbagai jenis binatang peliharaan lainnya. budidaya ulat hongkong memang beda dan biasa dari berbudidaya hewan lainnya. Namun, selama burung kicauan masih menjadi hobi dan dibudidayakan masyarakat Indonesia, ulat hongkong akan laris manis di pasaran.Selain burung, binatang peliharaan lainnya yang lazim diberi makan jenis ulat ini adalah ikan hingga reptil. Bahkan di Korea, ulat hongkong diolah menjadi makanan yang lazim dikonsumsi manusia seperti pizza, pasta, bubur, dan jus. 

Tertarik mulai Budidaya Ulat Hongkong? Berikut ini tabloidsinartani.com bagikan triknya

Tahap Persiapan

Cara pertama sebelum memulai bisnis budidaya ulat hongkong adalah menyediakan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat tempat perkembangbiakan mereka.Membuat kandang ulat hongkong sangatlah simple. Anda bisa menggunakan bahan-bahan seperti, kayu, triplek, dan lakban cokelat untuk membuat tempat sejenis nampan.Fungsi lakban adalah melapisi kayu agar ulat tidak keluar melalui sela-sela sambungan antar kayu dan triplek.

Cara lain, Anda bisa menggunakan container plastik yang mudah didapat dimana-mana.Idealnya ukuran kandang ulat hongkong mempunyai panjang 60 cm, lebar 40 cm, tinggi 7 cm. Jika menggunakan triplek, bagian tepinya harus di lapisi lakban plastik keliling tujuannya agar ulat tidak keluar kandang.

Buatlah rak dengan rangka kayu atau bambu untuk menyusun wadah-wadah tersebut. Budidaya ulat hongkong tidak memerlukan tempat yang luas.Cukup memanfaatkan ruangan atau gudang yang tidak terpakai atau di dalam rumah asalkan terhindar dari binatang predator lain.

Pemilihan Induk

Cara kedua adalah memilih indukan unggul yang berkualitas. Dalam memilih indukan, tidak boleh sembarangan, namun harus yang benar-benar berkualitas tinggi. Hal ini dilakukan agar produk anakannya nanti juga memiliki kualitas yang serupa.

Indukan unggul bisa dilihat dari ukuran fisiknya,yaitu mempunyai panjang rata-rata 15 mm, dengan lebar kurang lebih 4 mm. Untuk satu kali budidaya ulat Hongkong, sebaiknyaAnda menyiapkan induk Ulat Hongkong kurang dari2 kg, atau berisi 500-1000 ekor.

Pembatasan jumlah ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan perkembangan ulat tersebut. Sehingga semuanya bisa berubah menjadi bentuk kepompong dalam ukuran yang besar-besar. Tempatkan induk-induk tersebut ke dalam toples yang dasarannya sudah dilapisi oatmeal setebal 2.5 cm. Lapisan inilah yang akan digunakan untuk
tumbuh kembang dari ulat ini.

Pemilihan Bibit

Penting untuk diperhatikan agar memilih induk yang tidak lebih dari 2 kg agar ulat yang akan menjadi kepompong,ukurannya besar seragam (rata-rata panjang 15 mm dan lebar 4 mm). Ulat dewasa dengan rata-rata panjang 15 mm dan lebar 3 mm akan secara bergantian menjadi kepompong dalam 7-10 hari.

Pemisahan kepompong dari ulat dewasa dilakukan setiap 3 hari sekali dan ditempatkan pada nampan terpisah agar menjadi kumbang secara serentak. Pilih kepompong yang sudah berwarna putih kecokelatan. Pasang koran sebagai alas dan penutup pada nampan.

Dalam jangka waktu 10 hari,kepompong akan berubah menjadi kumbang. Sayap hitam mengkilap merupakan ciri kumbang yang siap untuk ditelurkan. Tempatkan kumbang sekitar 250 gr pada 1 nampan yang sebelumnya dialasi kapas sebagai media untuk bertelur.

Periode pembibitan berlangsung selama 7 hari. Kumbang akan diturunkan setelah 7 hari dengan cara memisahkannya dari kapas. Tempatkan kapas baru untuk kumbang yang lepas dan begitu seterusnya. Tingkat kematian kumbang rata-rata mencapai 2-4?lam proses sekali turun.

Kapas yang berisi telur dipisahkan ke dalam wadah/nampan tersendiri agar telur menetas dalam waktu kurang lebih 10 hari. Setelah berusia 30 hari, barulah ulat dipisahkan dari kapasnya.

Lantas bagaimana cara pemisahan kepompong hingga panen? Klik Selanjutnya

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018