Thursday, 17 June 2021


Peduli Lingkungan untuk Ketahanan Pangan, DKI Jakarta Tanam Serentak

07 Jun 2021, 20:26 WIBEditor : Gesha

Plt. Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Suharini Eliawati sambut tanam serentak untuk peringati Hari Lingkungan Hidup | Sumber Foto:Dinas KPKP

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni menjadi momentum pentingnya menjaga kelestarian ekosistem sekaligus menciptakan sumber pangan. Inilah yang mendasari tanam serentak yang dilakukan masyarakat DKI Jakarta. 

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta bersama SKPD/UKPD Pemprov DKI Jakarta dan masyarakat menyelenggarakan kegiatan tanam serentak se-DKI Jakarta pada Jumat (4/6) dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Seperti diketahui, Urban Farming di Jakarta semakin massif dilaksanakan, sesuai dengan Instruksi Gubernur (INGUB) No. 14 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Pertanian Perkotaan.

“Pasokan pangan Jakarta ternyata 99 persen masih berasal dari luar daerah. Pada kesempatan yang baik ini, kami ajak warga Jakarta memanfaatkan lingkungan dengan bertanam," kata Plt. Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Suharini Eliawati.

Suharini menuturkan tagline Hari Lingkungan Hidup 2021 saat ini adalah “Peduli Lingkungan untuk Ketahanan Pangan” sehingga upaya tanam serentak ini bisa sebagai langkah awal bahwa di masa pandemic bukan berarti berdiam diri untuk membentuk lingkungan yang sehat dan berguna bagi pangan masyarakat  "Walaupun lahan terbatas, kami siap mendampingi masyarakat bertanam dan mengoptimalkannya,” tambahnya. 

Acara dipandu oleh Duta Pariwisata DKI Jakarta atau terkenal dengan sebutan Abang None Jakarta, yaitu Muhammad Abror dan Devina Permatasari. Kegiatan berlangsung secara virtual dan tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sebanyak 1.313 orang mengikuti Tanam Serentak, berada di 184 lokasi meliputi wilayah kota administrasi Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, hingga Kabupaten Kepulauan Seribu dan sebagian luar Jakarta.

Lokasi penanaman di setiap wilaysh beragam, mulai dari gang hijau, pekarangan, fasum, Rusun, sekolahan, panti, dan kantor-kantor. Disamping lokasi yang beragam, pesertanyapun bervariasi dari pelaku urban farming, unsur TNI, atlit, BUMN (PLN), siswa dan ASN lingkup Pemprov DKI Jakarta.

Adapun komoditas yang dibudidayakan meliputi sayuran daun dan sayuran buah, tanaman obat keluarga (toga), tanaman buah, cabai, hidroponik, tabulampot, tanaman hias, mangrove dan ikan.

"Kami sangat mengapresiasi dukungan dari PT Bank DKI, PT BISI International Tbk, Poktan Sirih Kuning, Poktan Sejahtera Makmur, PT Winon Internasional dan banyak lagi kolabotor yang mohon maaf tidak bisa saya sebutkan satu-persatu. Jakarta adalah Kota Kolaborasi,” jelas Suharini.

Akademi Urban Farming 

Selain tanam serentak, kegiatan Hari Lingkungan Hidup kali ini juga diisi dengan launching Akademi Urban Farming. Seperti diketahui, data riset MarkPlus tahun 2020 menunjukkan 98 persen responden masyarakat Jakarta akan tetap melaksanakan Urban Farming di lingkungannya walaupun masih dalam situasi pandemic karena sangat bermanfaat untuk ketahanan pangan keluarga. 

Akademi Urban Farming akan menjadi sarana belajar dan praktek secara langsung bagi masyarakat yang ingin belajar urban farming. Dilaksanakan setiap hari Jumat di Kebun Obor Pangan Lestari (OPAL) Dinas KPKP DKI Jakarta.

“Akademi Urban Farming menjadi Inovasi Dinas KPKP. Silakan materi pelatihan masyarakat usulkan, minta kursus bertanam sayuran boleh, cara beternak boleh, atau cara membuat minuman segar dari hasil pertanian. Lokasi memang berada di kantor Dinas KPKP, tetapi pemanfaatannya boleh untuk masyarakat umum,” kata Suharini saat meresmikan Akademi Urban Farming.

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018