Thursday, 17 June 2021


Teknologi UHDP bikin Produksi Buah Bertambah

11 Jun 2021, 15:19 WIBEditor : Yulianto

Kampung buah akan menerapkan teknologi UHDP | Sumber Foto:DOk. Ditjen Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, Indramayu---Sejak 2021, Kementerian Pertanian mengembangkan setidaknya 1000 kampung hortikultura. Diantaranya kampung buah dengan komoditas andalannya mangga. Untuk meningkatkan produktivitas buah, pemerintaha akan menerapkan teknologi UHDP (Ultra High Density Plantation)

“Salah satu kampung buah yang dikembangkan adalah kampung mangga,” kata Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto dalam pesan tertulis, Selasa (8/6).

Menurut Prihasto, buah memiliki potensi pasar yang bagus, baik dalam negeri maupun ekspor. Data BPS menunjukkan pada 2019 produksi nasional mangga sekitar 2,8 juta ton dengan luas panen sekitar 284 ribu ha. Pada 2020 produksinya naik 3,19 persen, meskipun luas panen menurun menjadi sekitar 264 ribu ha.

Neraca positif ini, terang Prihasto, salah satunya didorong banyaknya sentra produksi dengan hasil panen yang melimpah.  Beragam varietas mangga seperti gedong gincu, arumanis, manalagi, garifta, golek dan lain-lainnya menunjukkan produksi yang sangat bagus.

Di sisi lain, juga terdapat tantangan tersendiri yaitu bagaimana meningkatkan daya saing mangga tersebut yang memiliki standar pasar ekspor.

Salah satu upaya meningkatkan produktivitas buah dan kualitas buah, terutama mangga adalah dengan mengaplikasikan teknologi Ultra High Density Plantation (UHDP). “UHDP secara harfiah diartikan sebagai penanaman dengan sistem jarak tanam rapat,” kata Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi Lukman.

Teknologi ini nanti dikembangkan pada masing masing kampung buah mulai 2021. Dari segi pemeliharaan juga dilakukan secara lebih efektif dan efisien. “Insya allah akan menjadi salah satu terobosan teknologi yang memberikan dampak positif bagi petani mangga,”  katanya.

Keuntungan dari teknologi ini, produktivitas per hektare jauh lebih besar hingga tiga kali lipat dibandingkan penanaman dengan metode konvensional. Penerapannya bisa meminimalisir kebutuhan air jauh dari kebutuhan pada umumnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kelompok Tani Agrimania, Haji Urip mengatakan telah menerapkan teknik UHDP pada tanaman mangga miliknya sejak 2017. “Seluruh mangga varietas agrimania milik kami, dibudidayakan dengan teknik UHDP. Kami menerapkan UHDP sejak empat tahun silam. Hasilnya sangat memuaskan,” jelas pemilik Agroeduwisata Situbolang, Cikedung – Indramayu.

Urip menjelaskan, dengan jarak tanam rapat sampai 5 x 5 meter saja, populasi bisa bertambah dua kali lipat. Memang untuk produksi per pohonnya sedikit mengalami penurunan, namun secara hitungan tiap hektare mengalami peningkatan sampai 50 persen.

Sedangkan biaya pemeliharaan hanya naik tidak lebih dari 25 persen. Ilustrasinya masih sangat menguntungkan. “Saya yakin teknologi ini menjadi terobosan baru dalam dunia pengembangan mangga di Indonesia,” ujarnya.

 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018