Thursday, 17 June 2021


Kampung Buah Terapkan UHDP, Pakar Horti: Perhatikan Empat Unsur

11 Jun 2021, 15:28 WIBEditor : Yulianto

Mangga indramayu | Sumber Foto:Dok. Ditjen Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, Indramayu---Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian mendorong berdirinya kampung buah di sentra produksi. Dengan adanya kampung buah diharapkan akan meningkatkan produksi buah secara nasional.

Salah satu teknologi yang akan diterapkan Ultra High Density Plantation (UHDP). UHDP secara harfiah diartikan sebagai penanaman dengan sistem jarak tanam rapat.

Keuntungan dari teknologi ini, produktivitas per hektare jauh lebih besar hingga tiga kali lipat dibandingkan penanaman dengan metode konvensional. Penerapannya bisa meminimalisir kebutuhan air jauh dari kebutuhan pada umumnya.

Pakar Pusat Kajian Hortikultura Tropika, Endang Gunawan mengatakan, UHDP ini sebenarnya sudah lama dilakukan petani di Eropa, yakni sekitar tahun 1960. Jadi petani yang biasa tanam dengan jarak konvensional 10 x 10 m, bisa dirapatkan hingga 2 x 3 m.

Dengan teknik ini, luasan satu hektare bisa menghasilkan 1500 pohon. Menurut Endang, UHDP bisa diterapkan hampir ke semua jenis tanaman buah semusim, seperti mangga, jeruk, lengkeng atau jambu. “Ini sangat strategis untuk pengembangan buah dengan keterbatasan lahan yang tersedia,” ujarnya.

Perhatikan empat unsur

Endang menyebutkan, teknologi UHDP ini hanya terdiri dari empat unsur yang perlu dipenuhi. Diantaranya pemilihan varietas yang bisa ditanam di lahan yang rapat, terpenuhinya kebutuhan air, pemupukan yang menggunakan system fertigasi serta pemangkasan yang teratur.

“Jika dimanfaat dengan baik, mampu mengurangi kebutuhan tenaga kerja. Luasan satu hektare lahan bisa dikerjakan cukup satu orang saja,” jelas Endang.

Fertigasi adalah proses yang mana pupuk dilarutkan, diencerkan dan didistribusikan bersama dengan air melalui sistem irigasi mikro. Metode ini mampu menghemat kebutuhan air hingga 50 persen. Sistem ini memungkinkan pemberian pupuk dalam jumlah yang benar tanpa mengurangi unsur hara tanaman.

Endang mengingatkan, pemangkasan juga penting dilakukan. Artinya petani harus rajin melakukan pemangkasan agar tanaman mendapatkan sinar matahari yang cukup. Pemangkasan yang teratur menjadikan tanaman rindang dan terus berproduksi.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kelompok Tani Agrimania, Haji Urip mengatakan telah menerapkan teknik UHDP pada tanaman mangga miliknya sejak 2017. “Seluruh mangga varietas agrimania milik kami, dibudidayakan dengan teknik UHDP. Kami menerapkan UHDP sejak empat tahun silam. Hasilnya sangat memuaskan,” jelas pemilik Agroeduwisata Situbolang, Cikedung – Indramayu.

Urip menjelaskan, dengan jarak tanam rapat sampai 5 x 5 meter saja, populasi bisa bertambah dua kali lipat. Memang untuk produksi per pohonnya sedikit mengalami penurunan, namun secara hitungan tiap hektare mengalami peningkatan sampai 50 persen.

Sedangkan biaya pemeliharaan hanya naik tidak lebih dari 25 persen. Ilustrasinya masih sangat menguntungkan. “Saya yakin teknologi ini menjadi terobosan baru dalam dunia pengembangan mangga di Indonesia,” ujarnya.

 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018