Tuesday, 03 August 2021


Soilblock, Cara Mudah Menyemai Cabai

22 Jul 2021, 08:01 WIBEditor : Yulianto

soil block, cara mudah persemaian cabai | Sumber Foto:Humas Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Persemaian menjadi awal dari proses budidaya cabai. Bibit yang dihasilkan dari persemaian yang baik serta pemilihan varietas yang adaptif lingkungan dan cuaca akan meningkatkan produktivitas hasil.

“Sentuhan inovasi teknologi kekinian juga bisa meningkatkan efesiensi biaya dan waktu, sehingga ongkos produksi murah dan harga berdaya saing,” kata Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto beberapa waktu lalu,

Menurutnya, salah satu upaya mendukung efisiensi produksi cabai dari sisi hulu yakni teknologi Soil Block Seedling.  Soil block merupakan sebuah alat semai yang ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah organik yang sangat berguna tanpa merusak lingkungan.

Alat ini dikembangkan Eka Mardiyono, pelaku usaha soilblock dari Jawa Tengah. “Semua bahan penyusun soil block ini merupakan bahan organik yang dibutuhkan oleh tanaman tanpa penambahan tanah,” katanya.

Menurutnya, bahan yang diperlukan untuk menyusun soilblock ini terdiri dari pupuk kandang, fosfat alam, kapur dolomit, cocopeat dan gambut dengan perbandingan 30:5:5:30:30. Seluruh bahan tersebut kemudian dicampur dengan air hingga diperoleh kepadatan yang sesuai. Selain itu, dapat ditambahkan sedimentasi rawa yang kaya akan unsur hara yang baik untuk tanaman,” ujarnya.

Cara penggunaan soil block juga cukup mudah. Setelah bahan-bahan penyusun soil block dicampur, kemudian dimasukkan ke alat bantu/cetakan soilblock dan ditekan hingga padat. Selanjutnya letakkan alat soilblock di atas nampan kayu dengan cara membaliknya, kemudian tekan 2-3 kali secara berulang alat pegas agar media tercetak dengan baik.

Selain ramah lingkungan, menurut Eka, penggunaan soil block  juga dapat meningkatan efisiensi biaya tenaga kerja pada proses persemaian. Jika dengan proses penyemaian pada umumnya, diperlukan waktu 1 hari tenaga kerja hanya dapat mencetak 1.000 polybag, tapi dengan alat ini bisa diperoleh 20.000-30.000 media semai.

“Apalagi tidak membutuhkan plastik polybag atau plastik tray, tentunya biaya yang dikeluarkan oleh petani juga berkurang," katanya. Bahkan lanjut Eka, perawatan saat penyemaian dengan soilblock pun dapat lebih mudah.

Menurutnya, cukup disiram sacara merata dengan metode sebar atau sprayer tanpa takut air tertinggal di plastik. Hal ini berlaku saat pemberian pupuk, karena soilblock bersifat absorb (menyerap), sehingga pupuk juga tidak akan jatuh ke bawah tetapi terserap ke dalam soilblock.

“Penggunaan soil block dibarengi dengan pemilihan varietas yang adaptif cuaca merupakan kombinasi yang sempurna sebagai langkah awal meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil,” tutur Eka.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018