Saturday, 10 October 2026


Inovasi Berbagai Olahan Pisang Ala Puslit Sukosari Lumajang

29 Jul 2021, 10:47 WIBEditor : Gesha

Aneka olahan dari pisang

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Pisang yang kaya nutrisi dan mengenyangkan ketika dikonsumsi, menjadi alternatif pangan pengganti beras bahkan gandum. Beragam inovasi olahan pisang juga sudah ditkembangkan oleh Pusat Penelitian Sukosari milik PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) XI di Lumajang, Jawa Timur.

“Jawa Timur sebagai daerah penghasil pisang terbesar di Indonesia, di antaranya berada di Lumajang. Stok pisang yang melimpah potensial meningkatkan kesejahteraan petani, karena itu kami di PTPN XI membuat berbagai inovasi olahan pisang,” kata Kepala Pusat Penelitian Sukosari, Nanik Tri Ismadi pada Webinar “Pisang, Kenyang Nggak Harus Nasi” yang diselenggarakan oleh Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dan Tabloid Sinar Tani, Rabu (28/7).

Dengan core bisnis di agroindustri gula, sejak 2003 PTPN XI melalui BUMN Peduli memperhatikan potensi lain yang ada lingkungan sekitar, salah satunya pisang. “Pisang belum bisa menyejahterakan petaninya. Menurut penelitian kami, hal ini terjadi karena   pisang merupakan komoditas yang mudah rusak, teknologi budidaya dan pasca panen di tingkat petani masih minim, dan petani tidak menguasai pasar dan ilmu pemasaran,” tutur peneliti yang telah mengabdi selama 23 tahun di BUMN ini.

Pihaknya telah melakukan serangkaian upaya, di antaranya yang terpenting adalah pembinaan, pelatihan, pendampingan petani, di samping mengoptimalkan lahan non produktif, penelitian budidaya komoditas unggul lokal, penelitian saprodi (pupuk, varietas dan penelitin pasca panen.

Puslit Sukosari telah mempunyai Kebun Museum Varietas Pisang sejak tahun 2015, dengan 37 jenis pisang dan akan terus dikembangkan. Kebun ini berfungsi sebagai Edukasi Wisata bagi siswa sekolah dan masyarakat umum.

Kreasi Olahan

“Harga pisang di Lumajang sangat murah, berkisar Rp 2.500,- hingga Rp 3.000,- per sisir. Bagi kami ini memprihatinkan karena akan sulit mensejahterakan petani. Kami membentuk tim Can@na Inventor, dan berhasil membuat olahan pisang yaitu beras pisang, tiwul pisang, cookies pisang, tepung pisang, kripik pisang, anggur pisang (minuman fermentasi, dan sale pisang. Pelepah pisang juga kami olah  menjadi snack. Jadi kami ingin agar pisang mempunyai daya simpan yang panjang,” kata wanita asli Boyolali ini.

Nanik bekerjasama dengan laboratorium di Universitas untuk menguji produk olahannya. Berdasarkan hasil, diketahui produk ini ternyata mengandung serat yang tinggi di samping aneka zat gizi lainnya sehingga potensial menggantikan gandum.

“Kami mengolah masih dengan cara konvensional sederhana, karena tujuan kami bukan perusahaan besar melainkan masyarakat setempat yang memungkinkan mengadopsi teknologi olahan ini. Secara analisa usaha ternyata masih punya margin yang memadai di atas 30 persen, misalnya tepung pisang yang kami jual seharga Rp 36 ribu per kilogram, sementara beras pisang Rp 26 ribu per kilogram.” Kata Nanik.

Nanik punya trik tersendiri memilih jenis pisang untuk dijadikan tepung, karena sebagai peneliti dirinya harus mampu mengkolaborasikan ilmiah dengan bisnis.

“Agar tepung tidak berwarna hitam nantinya, maka jangan pilih pisang yang punya empulur di tengahnya. Jenis yang diminati karena akan menghasilkan tepung yang bagus warnanya adalah jenis pisang barlin dan pisang emas kirana,” sarannya.

Nanik sangat berharap dukungan pemerintah untuk komoditas pisang ini yang sangat potensial mensejahterakan petani pisang seperti tebu yang mensejahterakan petani tebu. Baginya, pisang adalah fruit of life, karena tidak hanya sekedar buah yang menyehatkan badan, tetapi bisa menjadi bahan pangan untuk bertahan hidup, dan meningkatkan taraf hidup.

Bagi pembaca yang ingin magang atau pelatihan mengenai ragam aneka olahan pisang, bisa datang ke Puslit Sukosari Lumajang, Jalan Raya Wonorejo-Jember KM 09, Lumajang Telp : 0334 3251576. Contact Person (CP) 0856 4895 3183 ; 0877 5246 7681

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018