Thursday, 23 September 2021


Jerami Banyak Terbuang, Hendra Lahirkan Inspirasi Mesin Press Jerami

03 Aug 2021, 22:08 WIBEditor : Gesha

Mesin Press Jerami ala Hendra Saputra | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Banda Aceh -- Sudah saatnya membuat limbah menjadi rupiah, salah satunya dengan memanfaatkan jerami menggunakan mesin press jerami portabel hasil karya Hendra Saputra ini. 

Jerami yang menumpuk seusai panen memang menjadi permasalahan sendiri. Jerami dalam jumlah kecil (terbatas) memang ada juga yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak, media tanam jamur termasuk dijadikan sumber energi terbarukan (briket).

Namun sebagian besar petani pasti membakar jerami tersebut dan menimbulkan asap pencemaran udara dan lingkungan.  "Akibat pembakaran jerami dapat merusak unsur hara dan memusnahkan mikro organisme di dalam tanah," tutur alumni Doktor Ilmu pertanian (S3) Universitas Andalas, Padang,  Hendra Saputra. 

Akademisi fokus pada program pembangunan pertanian ini mengatakan, untuk mengantisipasi terjadi pemanasan global, sebaiknya petani tidak lagi membakar jerami di sawahnya.

Untuk itulah dirinya berfikir bagaimana caranya mengubah limbah menjadi rupiah. Dari bahan tidak bernilai memiliki nilai tambah (value added). "Ini (permasalahan jerami) menjadi perhatian khusus sehingga perlu diberikan solusi," ungkap pria kelahiran Gue Gajah Aceh Besar, 6 Desember 1980.

Hendra yang juga merupakan Kasi Pakan Hijauan dan Olahan, Dinas Peternakan Aceh ini mulai memutar otak dan kebetulan mendapatkan kesempatan ke Nakhon Rachasima, Thailand. "Masyarakat Negeri Gajah Putih tersebut sangat peduli terhadap pemanfaatan teknologi tepat guna," jelasnya.

Selama berada di Thailand, dirinya belajar bagaimana mengubah limbah dengan memanfaatan teknologi sederhana. Menurutnya, dengan teknologi semua menjadi mudah dan berguna. Niatnya pun muncul untuk merakit teknologi yang murah serta ramah lingkungan. "Beranjak dari hal tersebut, maka saya membuat mesin press jerami portable," bebernya.

Dia mengharapkan dari temuan alat teknologi tepat guna ini merupakan bentuk sumbangsihnya untuk daerah. Sehingga dapat membantu dalam peningkatan pendapatan dan kesejahteraan bagi petani di Aceh dan Indonesia. "Alat ini dapat diimplementasikan di lapangan karena sangat efektif dan efisien," ujarnya promosi.

Diakuinya, Alat ini membutuhkan waktu setahun, agar kompetitif baik harga, tenaga kerja efektif dan efisien serta teknologinya. Dalam rancang bangun alat tersebut, pihaknya dibantu stafnya drh Nurwahidi yang juga pendiri Aceh Farm School.

Hingga kini ada 8 unit mesin lainnya yang sedang dirakit. Sedangkan mesin pres jerami ini merupakan bagian dari satu kesatuan dari 8 unit mesin lainnya. Hasil akhirnya nanti jerami tersebut akan dijadikan sebagai pakan komplit dalam bentuk pellet dan konsentrat. "Kapasitas mesin press jerami ini mampu membentuk 60 blok per jam, beratnya 10 - 15 kg," jelasnya.

Dia berencana setelah memenangkan lomba teknologi tepat guna di Aceh pada Tahun 2021, akan mewakili Aceh ikut tingkat nasional pada bulan Oktober 2021 di Bandung, akan mengurus HAKI dan Paten nya. "Untuk itu perlu adanya dukungan dari pemerintah," harapnya.

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018