Thursday, 23 September 2021


Melalui Sinar Tani, Teknologi Pertanian Terbaru Sampai ke Petani

03 Sep 2021, 16:53 WIBEditor : Gesha

Petani tengah membaca Tabloid Sinar Tani | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --  Sebagai media yang mendukung kegiatan pembangunan pertanian , Sinar Tani hendaknya terus bisa mengikuti perubahan yang terjadi, termasuk penggunaan sarana publikasi terbaru. Sebab, perkembangan teknologi budidaya pertanian yang berimplikasi pada peningkatan produktivitas tanaman harus diupayakan tersampaikan dan bisa diimplementasikan oleh petani.

Saat menjadi narasumber di kegiatan FGD virtual menyambut HUT ke-51 Tabloid Sinar Tani , tokoh pengusaha nasional Antonius Joenoes Supit yang kerap disapa Anton Supit mengemukakan, di era digital saat ini sudah begitu banyak terjadi perubahan atau perkembangan di berbagai bidang baik di tingkat nasional maupun global.

“Tinggal masyarakat mau di posisi mana, ikut dalam perubahan, menentukan perubahan atau menjadi korban perubahan. Tapi saat ini kita umumnya masih jadi korban perubahan,” tandas Anton Supit. 

Di industri media masa, terjadinya perubahan dari sistem konvensional ke digital , menurut pria kelahiran tahun 1950, nyatanya mampu membuat media cetak besar kian terpinggirkan dan tergantikan oleh keberadaan media online.

Khusus Tabloid Sinar Tani ia melihat sejauh ini masih memiliki tempat tersendiri di hati petani karena memang sejak 51 tahun lalu Sinar Tani sudah menjadi bacaan rutin petani serta sumber informasi bagi penyuluh pertanian di seluruh Indonesia. 

“Yang menjadi pekerjaan rumah sekarang adalah bagaimana di tengah maraknya kiprah media online, Tabloid Sinar Tani cetak bisa tetap rutin dan cepat diterima petani serta penyuluh terutama di wilayah yang belum tersentuh jaringan internet,” jelasnya.

Mitra PPL 

Anton Supit memandang, Tabloid Sinar Tani baik cetak maupun online masih sangat dibutuhkan oleh petani juga para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) terutama di daerah-daerah produsen pangan karena dapat menjadi sumber informasi perkembangan teknologi teranyar di bidang pertanian.

Sinar Tani hendaknya rajin menginfokan perkembangan teknologi budidaya pertanian di negara-negara lain yang terbukti mampu mencapai produktivitas pertanaman yang tinggi.

“ Di Amerika Serikat (AS) rata-rata produksi jagung hibrida sudah lebih dari 10 ton per ha. Apa saja kiatnya dan teknologi apa yang diaplikasikan perlu dipaparkan di Tabloid Sinar tani karena bila itu bisa diikuti akan bisa meningkatkan pendapatan petani jagung kita,” ujar pria yang aktif di berbagai organisasi bisnis tersebut.

Ia mengamati bahwa di negara maju seperti AS pun peranan PPL setempat sangat besar dalam mendukung kemajuan bisnis pertanian hingga berbagai komoditas pertanian negara adidaya tersebut mampu menembus pasar ekspor.

Karenanya sangat ideal bila bermitra dan melalui peran PPL Tabloid Sinar Tani juga terus aktif mengedukasi petani Indonesia hingga mampu menjadi petani yang maju yang pada gilirannya pendapatannya pu n dapat terdongkrak.

Anton Supit menilai, sejauh ini informasi teknologi budidaya pertanian belum sampai di petani tergambarkan dari masih lebih rendahnya produktivitas tanaman pangan yang bisa dicapai serta masih banyaknya petani yang belum menerapkan teknik budidaya sesuai anjuran.

Pihaknya pernah mendapati seorang petani jagung hibrida di NTT meletakkan benih jagung sampai 3 butir di satu lubang tanam padahal sesuai anjuran hanya diperlukan satu butir benih jagung di satu lubang tanam.

Pemupukan yang seharusnya dilakukan sebanyak dua kali malah sama sekali tak dilakukan pemupukan. “ Artinya petani kita masih memerlukan penyuluhan yang terprogram dan Sinar Tani bisa ambil bagian dalam hal ini,” tegas Anton Supit.

 

 

Reporter : Ika Rahayu
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018