Thursday, 23 September 2021


Petani : Jagung JH 37, Lebih Kokoh, Tangguh dan Lebih Untung

06 Sep 2021, 15:11 WIBEditor : Gesha

Petani Jagung di Tanah Laut | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Tanah Laut ----  Terjadinya peningkatan produksi dan produktivitas pertanian merupakan bukti nyata dari keberadaan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian melalui inovasi teknologi pertanian yang sudah dihasilkan dan ada di lahan petani. Salah satunya adalah varietas JH 37 yang disukai petani di Kabupaten Tanah Laut dengan berbagai keunggulannya. 

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal) di Maros Sulawesi Selatan telah menghasilkan varietas unggul yang diberi nama JH 37 dan memiliki keunggulan ptensi hasil 10 ton/ha dan agak tahan terhadap kekurangan unsur N serta kekeringan. 

Varietas unggul jagung ini sudah mulai disebar di sentra-sentra jagung di Tanah Air, salah satunya adalah Kabupaten Tanah Laut (Tala) yang memiliki luasan 20 ribu hektar lahan dan menjadi sentra jagung terluas di Kalimantan Selatan. Selain Kab. Tala, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kab. Kotabaru dan Balangan juga menjadi sentra pertanaman JH 37 di Kalimantan Selatan. Terbaru, Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi (IP2TP) di Kota Banjarbaru juga sudah mulai memperbanyak jagung jenis ini. 

Di Kabupaten Tanah Laut, jagung JH 37 ini sudah tersebar di petani yang ada di enam kecamatan seluas 985 ha dan 600 ha akan tanam Sep-Okt 2021.  "Fisik tanaman yang kokoh, tumbuh bagus di lahan petani, tahan penyakit bulai serta memiliki harga jual yang bersaing dan cendrung lebih tinggi dari Varietas jagung yang ada saat ini  (Rp. 2.800 - Rp. 4.000) ," ungkap Ketua Poktan Lestari, Sarmin. 

Ungkapan tak jauh beda juga diungkapkan petani di tiga Kecamatan yakni Kecamatan Batu Ampar, Bajuin, Takisung yang diwakili  Ketua Poktan Tani Membangun, Imam Tajwid,  Ketua Poktan Harapan Kita Mawawi, dan  Ketua Poktan Sumber Jaya, Juwari. 

Respon yang baik pun disampaikan penyuluh pertanian , seperti Suradi dan Kartiani selaku penyuluh pertanian merangkap mantri tani dan kepala BPP Batu Ampar, Kaim, S.P. dan Kepala BPP Bajuin, Ahmad Mudzakkir, S.ST.  Menurut mereka, terjadi peningkatan produktivitas yang cukup signifikan sejak tahun 2019 hingga 2021 ini. Produktivitas bisa meningkat menjadi 4 ton per hektar sampai 9 ton per hektar. 

Baca Juga :

Jagung JH 37 Menarik Perhatian Petani Bone

Petani Rasakan Untung Rp 36 Juta dari Korporasi Benih Jagung

Kehadiran JH 37 sejak tahun 2019 hingga tahun 2021 tersebut juga disambut baik oleh Bapak Sukamta selaku Bupati Kab. Tala, hal ini tercermin dengan pemberian nama terhadap JH 37 sebagai Jagung ”Katuju”. Jagung katuju arinya jagung yang disukai atau jagung yang disenangi, dukungan SKPD Kab. Tala dan tersedianya pasar serta pembeli yang jelas dengan harga yang bersahabat dan menguntungkan petani tidak lepas dari respon Bupati tersebut.

Kesiapan daerah untuk menggunakan JH 37 ini juga diungkapkan Kepala Dinas TPH Prov. Kalsel (Ir. H. Syamsir Rahman, M.S. Dirinya mengaku akan lebih mengutamakan benih JH 37 daripada benih jagung yang lain. "Kita siap menggunakan JH 37 Balitbangtan Kemtan untuk keperluan benih di  wilayah Kalimantan Selatan karena kita harus bangga dengan benih kita sendiri dari negeri Indonesia tercinta,"ungkapnya.

Baca Juga :

Banyak Keunggulannya, Jagung Balitbangtan Diminati Swasta

Tanah Laut Siap Pasok Benih Jagung Kalsel

Dengan respon yang baik dari petani dan pemerintah daerah dari varietas ini, langkah selanjutnya adalah bagaimana agar benih JH 37 bisa tumbuh dengan baik dan bisa menghasilkan kearah potensi hasil serta mampu menjadi benih kembali. "Maka tentu diperlukan inovasi teknologi spesifik lokasi melalui uji coba/pengkajian. BPTP Balitbangtan Kalsel terus melangkah menghilirkan varietas unggul ini sekaligus mau mencetak petani sebagai penangkar sehingga kebutuhan benih mudah tersedia," ungkap Kepala BPTP Baltbangtan Kalsel, Dr. Muhammad Amin, S.Pi, M.Si.

 

 

Reporter : Sri Hartati dan Agus Hasbianto
Sumber : Penyuluh dan Peneliti Balitbangtan BPTP Kalim
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018