Sunday, 24 October 2021


Pakai Drone, Penyemprotan Pestisida Lebih Irit

19 Sep 2021, 14:11 WIBEditor : Gesha

Penyemprotan dengan drone | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta ---- Efektivitas dan efisiensi dalam usaha tani sangat diperlukan agar dapat berjalan dengan optimal. Khususnya pertanaman padi hibrida, perlu langkah jitu untuk menjaga performance hingga berhasil panen. Seperti yang dilakukan PT Bayern Indonesia dengan menggunakan drone untuk penyemprotan pestisida di lahan demfarm Asosiasi Perbenihan Indonesia (Asbenindo). 

"Penggunaan drone ini menarik, karena pekerja di sektor pertanian umurnya semakin tua, anak muda cenderung kurang berminat bertani. Dengan drone, tanpa harus “berkotor-kotoran” anak muda diharapkan tertarik bertani. Melihat yang terjadi di China, Jepang, dan Thailand untuk perkembangan pertanian mereka memakai teknologi drone,” kata Tambat Selamat, Consultant Agronomist PT Bayer Indonesia dalam Webinar bertajuk Sosialisasi dan Diseminasi Melalui Penyelenggaraan DemFarm Padi Hibrida, Kamis (9/9).

Tambat menambahkan, penyemprotan pestisida dengan drone lebih mengefektifkan dan efisiensi usaha tani. Rata-rata tarif penggunaan drone di pasaran Rp 350 ribu per hektar, namun PT Bayer memberikan harga lebih ekonomis yaitu Rp 140 ribu per hektar. 

Seperti diketahui, Asosiasi Perbenihan Indonesia (Asbenindo) membuka DemFarm Padi Hibrida di Sukamandi, Jawa Barat seluas 15, 69 hektar, di lahan milik PT Sang Hyang Seri (Persero) . Sebanyak 10 varietas yang ditanam yaitu Hipa 20, Hipa 21 (Balitbangtan – Hibrida), Intani 602 (PT BISI International, Tbk – Hibrida), MapanP05 (PT Primasid Andalan Utama - Hibrida), Bridantara 8 (PT Nusantara Pertanian Indonesia – Hibrida), Sembada 626 (PT Biogene Plantation – Hibrida) , SL8 (PT Sang Hyang Seri – Hibrida), PP5 (PT Corteva Agrisciences – Hibrida), Pak Tiwi1 (PT Agri Makmur Pertiwi – Inbrida), dan Ciherang (publik – Inbrida). DemFarm dimulai bulan Juli hingga diperkirakan panen pada pertengahan Oktober 2021 mendatang.

Dalam kegiatan perlindungan tanaman, Demfarm tersebut menggunakan produk dari PT Bayer Indonesia. Paket produk Bayer meliputi herbisida, insektisida untuk penggerek dan wereng, plant activator, fungisida, dan rodentisida, dan diaplikasikan sesuai kondisi lahan yang telah disurvey di awal.

"Kolaborasi sangat penting untuk DemFarm ini, varietas ini harus diiringi dengan teknologi di perlindungan tanaman untuk menjaga performanya hingga panen. Langkah pertama kami melakukan survey lokasi, kemudian mengumpulkan informasi tentang historikal gangguan tanaman padi di lokasi DemFarm, wawancara dengan petani dan sumber lainnya," jelasnya.

Setelah itu mapping potensi permasalahan, Tambat menuturkan pada akhir kemarau ada gulma dan hama penggerek, wereng dan tikus serta potensi kesulitan tenaga kerja untuk mengelola luasan DemFarm yang mencapai 15 hektar lebih. "Kemudian kami lakukan develop spraying program berupa pemilihan produk, timing aplikasi, dan metode aplikasi,” kata Tambat Selamat.

Dari hasil evaluasi setelah umur tanaman 55 HST, Tambat menemukan fakta bahwa gulma selalu ada sehingga petani harus menyediakan herbisida. "Namun di sisi lain, penggerek batang sudah teratasi, demikian juga serangan wereng juga dapat diatasi walaupun di daerah tersebut adalah endemik wereng,” kata Tambat. 

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018