Saturday, 23 October 2021


Aroma Harum Padi Baroma di Lahan Pasang Surut

04 Oct 2021, 12:12 WIBEditor : Yulianto

Panen padi baroma di lahan pasang surut | Sumber Foto:Rina

TABLOIDSINARTANI.COM, Banjar---Padi Baroma yang dianjurkan untuk lahan irigasi pada ketinggian 0-600 meter di atas permukaan laut (mdpl), ternyata cocok juga di lahan pasang surut.   Terbukti saat Kelompokk Tani (Poktan) Rukun Tani, di Desa Karang Bunga, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan menanam varietas tersebut.

Kegiatan penanaman tersebut sebagai salah satu hillirisasi inovasi teknologi padi di lahan pasang surut yang dilakukan BPTP Balitbangtan Kalimantan Selatan pada tahun 2021.

Kepala BPTP Balitbangtan Kalimantan Selatan Dr. Muhammad Amin berharap, varietas unggul Baroma dapat dikembangkan secara luas di Kalimantan Selatan. Khusus di Kabupaten Barito Kuala, petaninya bisa menjadi penangkaran benih padi tersebut.

Padi Baroma dianjurkan untuk lahan irigasi pada ketinggian 0-600 m dari permukaan laut, tidak secara khusus diperuntukkan bagi lahan pasang surut.  Namun varietas Baroma yang di tanam seluas 3 ha di lahan pasang surut type B, pada poktan Rukun Tani, di Desa Karang Bunga, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan ternyata dapat tumbuh dengan baik.

Rata-rata jumlah malai 25 dan rata-rata jumlah gabah per malai 200 biji. Padi Baroma memiliki karakteristik umur tanaman 113 hari setelah sebar, beras yang dihasilkan berbau harum, rasa nasi enak dengan kadar amilosa 25,5 persen.

“Bentuk gabahnya panjang, karena salah satu tetuanya adalah padi Basmati yang berasal dari India. Bentuk gabah yang panjang ramping dan rasa yang tidak pulen (pera), merupakan kesukaan masyarakat suku Banjar yang dimiliki padi BAROMA,” tutur Muhhammad Amin.

Beberapa waktu lalu petani binaan BPTP Kalimantan Selatan berhasil panen dengan rata-rata hasil ubinan 5,6 kg dan produktivitas mencapai 8,9 ton padi GKP (potensi hasilnya 9,18 t GKP/ha). Baroma memiliki gabah isi yang berat sehingga cukup mudah rebah apabila di tiup angin kencang oleh karena itu dibutuhkan pemupukan KCl sesuai dosis dan pemupukan Silika untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Syamsir Rahman menyampaikan rasa bangga dan bahagia dengan hasil panen padi Baroma di lahan rawa ini Diharapkan, inovasi yang dikembangkan bisa menambah pendapatan petani, sehingga ke depan banyak petani muda yang tertarik untuk membudidaya pertanian dengan penerapan teknologi yang terbukti menguntungkan.

Semoga ke depan Kabupaten Barito Kuala bisa menjadi central pengembangan padi khususnya Varietas Baroma bahkan bisa sampai ekspor ke luar negeri,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Barito Kuala Ir. Murniati, M mengatakan, Baroma ini sangat cocok untuk masyarakat Kalimantan Selatan karena rasa nasi sangat cocok dengan selera masyarakat suku Banjar (pera) dengan produksi tinggi.

Apalagi, beras beraroma wangi dengan bentuk beras panjang ramping seperti beras lokal yang sangat diminati masyarakat, sehingga harga jual bisa menjadi lebih tinggi.

Dilihat dari respon petani selama kegiatan berlangsung menurut peneliti yang mendiseminasikan varietas Baroma, Rina Dirgahayu Ningsih, petani sangat antusias dan menyambut baik varietas Baroma ini. “Sampai saat ini sudah banyak petani yang berminat untuk mengusahakan padi Baroma untuk pertanaman selanjutnya,” katanya.

Reporter : Rina DN dan Shinta Anggreany
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018