Saturday, 23 October 2021


Dengan Proliga Super, Panen Bawah Putih Tembus 20 ton/Hektar

04 Oct 2021, 14:16 WIBEditor : Gesha

Panen Bawang Putih | Sumber Foto:Puslithorti

TABLOIDSINARTANI.COM, Karanganyar ---- Bawang putih merupakan salah satu komoditas sayuran strategis dari komoditas hortikultura. Teknologi Proliga Super disiapkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) agar produksinya bisa maksimal. Seperti yang dihasilkan petani di Desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah dengan panen bisa menembus 20 ton per hektar.

Kementerian Pertanian (Kementan) telah  mencanangkan swasembada Bawang Putih pada tahun 2024 melalui Kebijakan Wajib Tanam dan alokasi anggaran APBN. Untuk pemenuhan swasembada bawang putih tersebut, Kementerian Pertanian melalui Balitbangtan pada Tahun Anggaran 2021 melaksanakan Demfam Riset Pengembangan Inovatif Kolaboratif (RPIK) bawang putih di beberapa sentra pengembangan, salah satunya di Desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah seluas 1,5 Ha. Kegiatan ini merupakan kerjasama Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah.

Seperti diketahui, permasalahan utama bawang putih lokal kita adalah produktivitas rendah, berumbi dan bersiung kecil, sulit dikupas sehingga kurang diminati konsumen; performa atau penampakan secara fisik kurang bagus,  efisiensi produksi rendah, harga relatif rendah; dan kurang mampu bersaing di pasar.

Karenanya, Demfam Riset Pengembangan Inovatif Kolaboratif (RPIK) ini merupakan bagian dari upaya untuk mendapatkan produk bawang putih dengah ukuran umbi besar ( lebih dari 4 cm) atau provitas lebih dari 20 ton/ha.

Beberapa upaya yang dilakukan, antara lain merekayasa varietas umbi besar dan teknologi perbanyakan benih untuk menghasilkan bawang putih berumbi besar, varietas umbi besar hasil eksplorasi dan perbaikan teknologi perbanyakan benih secara konvensional. Bisa juga dengan merekayasa teknologi perbanyakan benih melalui somatic embryogenesis (SE). Ditambah, rekomendasi kebijakan pengembangan bawang putih di Indonesia hingga model pengembangan inovasi PROLIGA (Produksi Lipat Ganda) bawang putih.

Dari sekian banyak upaya tersebut, pengembangan RPIK melalui Demfarm teknik PROLIGA dengan best practice budidaya dan penggunaan varietas unggul Lumbu hijau dan Tawangmangu Baru diharapkan dapat menghasilkan bawang putih berumbi besar dan produktivitas tinggi sehingga dapat bersaing dengan bawang putih impor.

Dilakukan pula perbaikan varietas unggul bawang putih dataran tinggi dan menengah dengan beberapa perlakukan hormon pengatur zat tumbuh (ZPT), pengaturan mulsa tanah dan teknik perbanyakan benih non-konvensional dengan cepat atau dengan istilah paket teknik "Proliga Super" agar diperoleh umbi besar dan provitas tinggi.

Setelah melalui masa tanam, bawang putih hasil Proliga Super ini bisa dipanen Kamis (30/09) dengan dihadiri oleh Kapuslitbang Hortikultura Balitbangtan Dr. Taufiq Ratule, M.Si, Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Karanganyar, Camat Tawangmangu, BPSB Jawa Tengah, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah, Kepala Balitsa Lembang, Penyuluh Pertanian, POPT, Oftaker Bawang Putih, Penangkar bawang putih dan petani pelaksana kegiatan.

Hasil panen menunjukkan produktivitas bawang putih Lumbu Hijau pada ketinggian 850 m dpl berkisar 20 - 24 ton/ha. Adapun ukuran diameter umbi berkisar 3,7-5 cm, dengan proporsi ukuran diameter lebih 4 cm mencapai 70 pesen, sedangkan ukuran kurang dari  4 cm hanya 30 persen.

 

Reporter : Yusuf & Noor Roufiq Ahmadi
Sumber : Puslithorti
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018