Saturday, 23 October 2021


Menuju Bebas Rabies, Tiga Vaksin Hewan Diluncurkan

08 Oct 2021, 14:28 WIBEditor : Yulianto

Mentan SYL luncurkan tiga vaksin hewan | Sumber Foto:Humas Ditjen PKH

TABLOIDSINARTANI.COM, Surabaya---Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mencanangkan Indonesia bebas rabies tahun 2030. Untuk mendukung hal itu, tiga vaksin hewan dilepas.

Pelepasan vaksin tersebut dilakukan saat SYL menghadiri puncak Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day) yang digelar di Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya, Jumat (8/10). Menurut SYL, tiga vaksin yang dilepas merupakan hasil dari penelitian jajaran Kementan.

Pertama, vaksin Neo Rabivet yang sudah terintegrasi, terverifikasi dan memenuhi persyaratan CPOHB. Kedua,vaksin Afluvet HiLow yang merupakan vaksin kombinasi antara H5N1 dan H9N2. Ketiga, serum Scovet ASF yang merupakan produk biologis berupa serum konvalescen African Swine Fever dari babi yang sembuh dari penyakit ASF.

"Ketiga produk hasil penelitian dan pengembangan Kementan tersebut sangat penting, mengingat Indonesia adalah negara pengekspor babi terbesar yang cukup diperhitungkan. Apalagi virus adalah lawan yang tidak kelihatan dan bisa masuk ke semua sektor," katanya.

SYL menilai ketiga produk yang dikeluarkan Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya ini sangat membanggakan, mengingat produk ini hasil karya pegawai Kementan, terutama produk serum ASF. 

Berdasar penelitian vaksin tersebut mampu meningkatkan kekebalan virus demam babi afrika hingga 52 persen. Produk ini menjadi solusi saat ini mengingat vaksin demam babi afrika belum ada di dunia.

Terkait penyakit rabies, SYL mengatakan, penyakit ini masalah kesehatan besar yang harus ditangani bersama, termasuk para kepala daerah dan semua pihak yang terlibat di sektor peternakan maupun pemeliharaan. Caranya melalui program pengendalian yang mengedepankan implementasi one health.

"Karena penanganan hewan itu bukan sesuatu yang mudah. Kenapa begitu? Karena virus rabies itu bukan hanya kita yang kena, tetapi tetangga juga kena. Apalagi kalau di tempat wisata. Ini bahaya banget," Katanya.

SYL menegaskan pentingnya pencegahan rabies untuk keselamatan hewan dan manusia. Dampak rabies tidak hanya pada kesehatan, namun juga akan berpengaruh pada ekonomi secara umum.

“Dan saya bersyukur dukungan pembebasan rabies di Indonesia terus menguat. Saya optimis tidak sampai 2030 kita bisa membebaskan Indonesia dari rabies,” tegas mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu.

 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018