Wednesday, 21 October 2026


UPT BI Palawija Sumut Buka Kesempatan Petani Belajar

20 Oct 2021, 19:05 WIBEditor : Yulianto

UPT Benih Induk Palawija

TABLOIDSINARTANI.COM, Deli Serdang—Unit Pelayanan Teknis (UPT) Benih Induk Palawija yang berada di bawah Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera utara siap memasok kebutuhan benih bersertifikat untuk pelaku usaha, khususnya petani. Bahkan UPT tersebut juga memberikan kesempatan kepada petani untuk belajar.

Kepala UPT Benih Induk Palawija, Ir Sri Ulina Sitepu mengatakan, pihaknya membuka kesempatan kepada petani atau masyarakat berkunjung atau belajar ke UPT benih induk palawija serta mendapatkan benih berkualitas.

Begitu juga petani penangkar dapat belajar atau mengajukan uji coba varitas dari lapangan. Perusahaan yang akan melakukan pengenalan produk dapat melakukan uji adaptasi tanaman. “Harapan kami ke depan perlu pengembangan laboratorium dan fasilitas mekanisasi,” ujarnya.

Dikatakan, sebagai institusi pemerintah Sumatera Utara dan juga perpanjangan tangan Kementerian Pertanian, salah satu program yang terus bergulir sepanjang waktu adalah menciptakan ketahananan pangan. Diantaranya, mempersiapkan instalasi unit pelaksana teknis tanaman palawija berupa kacang kedele, kacang tanah, kacang hijau dan jagung komposit.

“Saat ini tugas dan fungsi dari UPT Benih  Induk Palawija memproduksi benih berkualitas dan unggul,” katanya. Kemudian, hasil perbenihan tersebut disebarkan ke masyarakat dan diobservasi pertanaman yang dilakukan petani. Selanjutnya hasil teknologi perbenihan diawasi mutunya agar tetap unggul dan berkualitas.

Sri Ulina mengatakan, dalam memenuhi kebutuhan benih varitas unggul dan bersertifikat, pihaknya melakukan berbagai program percobaan di lahan sawah dan tegalan serta lahan bangunan secara berkesinambungan. Hal ini guna mendapatkan benih unggul berkualitas sesuai topografi lahan yang ada.

Saat ini kata Sri Ulina, pihaknya sudah melaksanakan kerjasama dengan beberapa  universitas. Antara lain, Universitas Methodist Indonesia yang penandatanganan Nota Kesepahamannya (MoU) pada 2 Desember 2020, Universitas Panca Budi (MoU 30 Juli 2021) dan Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah (MoU 22 September 2021).

Adapun isi MoU antara lain tentang magang/praktek Industri Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, serta            Penelitian/Riset.

Dengan kerjasama ini Sri Ulina berharap agar universitas yang ada, baik swasta maupun negeri dapat juga melaksanakan MOU untuk memanfaatkan sarana, prasana dan SDM  yang ada di UPT yang tidak didapatkan saat pembelajaran di kampus untuk menambah wawasan dan ilmu.

“Selain itu masyarkat atau petani juga dapat membeli benih langsung  ke UPT,” ujarnya. Sebagai UPT yang menghasilkan benih palawija  bersertifikat, Sri Ulina yakni benih yang dihasilkan merupakan benih unggul terpercaya.

Dalam melaksanakan program tersebut UPT memiliki sumber daya manusia 24 orang ,sarjana Strata 1 berjumlah 8 orang,Strata 2 berjumlah 3 orang  dan D3 satu orang serta SMU berjjmlah 12 orang. Berdasarkan sumber daya yang ada semua berkolaborasi untuk team work guna mencipktakan benih berkualitas.

 

Reporter : RE. Gultom
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018