Monday, 06 December 2021


Optimalkan Pertanian Lahan Kering dengan Inovasi Teknologi dan Mekanisasi

21 Oct 2021, 16:24 WIBEditor : Gesha

Mesin pertanaman benih kentang yang ditarik oleh traktor | Sumber Foto:Nattasya

TABLOIDSINARTANI.COM, Tangerang -- Penggunaan teknologi dapat mengoptimalkan kinerja pertanian, termasuk pertanian lahan kering dengan luasan hampir 99,65 juta hektare lahan kering yang potensial. 

"Potensi (lahan kering) ini harus dioptimalkan dengan intervensi inovasi dan teknologi yang tepat. Teknologi terbukti mampu memberi efektifitas dan efisiensi yang luar biasa, aktivitas pertanian menjadi lebih terukur, " bahas Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat uji coba Inovasi Teknologi Mekanisasi Pertanian Modern Untuk Lahan Kering di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP - Mektan), Kamis (22/10). 

Inovasi teknologi memberi peluang petani untuk mengembangkan usaha taninnya dengan hasil yang maksimal. Karenanya, inovasi teknologi ini dapat diadopsi dan dikembangkan secara massal hingga skala industri. 

“(Penggunaan teknologi) Tidak hanya menjawab tantangan iklim yang semakin ekstrim, mekanisasi juga mampu menjawab tantangan kurangnya Sumber Daya Manusia di Pertanian, " jelas Mentan SYL. 

Beberapa teknologi mekanisasi pertanian yang diuji coba pada kegiatan tersebut adalah drone tanam tipe larik, alat penanam ubi kayu dan alat tanam kentang serta teknologi lainnya yang mendukung.

Kepala Badan Litbang Pertanian, Fadjry Djufry mengatakan teknologi yang diluncurkan sangat cocok terutama untuk lahan hamparan luas dengan SDM sangat terbatas.

“Drone Tanam Model Larik misalnya, dapat bekerja mandiri sesuai pola tanam menggunakan perangkat android dan dipandu GPS. Selain itu, drone menggunakan mesin yang memiliki kapasitas angkut benih padi sebesar 6-10 kg, beroperasi pada ketinggian 1-2 meter, kecepatan kerja 4 km/jam, dan mampu menanam benih seluas 1 hektare dalam waktu 1 jam, ” papar Fadjry. 

Selanjutnya kata Fadjry, ada alat penanam benih kentang yang mampu menanan benih seluas 1 hektare dalam waktu 5 jam. Alat ini memiliki 2 baris jalur penanam dengan jarak tanam 60 cmn dan jarak dalam baris 30 cm, “Alat ini ditarik dengan traktor roda empat dengan minimal daya 40 horse power yang dilengkapi pula dengan penebar pupuk,"jelas Fadjry. 

Sebagai informasi, pada kegiatan tersebut Mentan SYL juga berkesempatan melakukan peninjauan kawasan percontohan pertanian lahan kering. Kawasan pertanian ini terintegrasi dan menerapkan kaidah-kaidah pertanian modern dalam pengelolaannya. 

Adapun komoditi yang dibudidayakan adalah komoditas tanaman pangan (jagung, padi), komoditas tanaman hortikultura (sedap malam, melon, cabe dan sayuran lain).

Teknologi yang diterapkan pada kawasan ini mulai dari pengolahan tanah (traktor), tanam (alat tanam pneumatik), smart irigasi dan Smart Green House. Di dalam kawasan pertanian modern ini juga tersedia embung sebagai sumber air dan untuk uji lapang pompa irigasi.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018