Wednesday, 01 December 2021


Konservasi Lahan DAS PTPN IV, KUBE Takoma Panen Madu

01 Nov 2021, 12:07 WIBEditor : Yulianto

Kunjungan PT Sucopindo ke Takoma | Sumber Foto:Gultom

TABLOIDSINARTANI.COM, Simalungun---Lahan daerah aliran sungai (DAS) di wilayah PTPN IV Kebun Teh Sidamanik banyak yang terjal dan berbukit. Namun Kelompok Usaha Bersama TAKOMA (Talas Kopi Madu) melakukan konservasi dengan cara yang unik.

Sebanyak 17 orang anggota kelompok tersebut justru bertanam berbagai tanaman yang disenangi lebah. Sebut saja, pohon pinus, akasia, serta tananam bunga yang banyak natar sebagai sumber makanan lebah. Saat ini lahan yang dikonservasi lebih kurang 3.000 meter. Alhasil, Kelompik Takoma bisa panen madu.

TAKOMA ini sudah berjalan hampir lima tahun dan sudah mendaftarkan diri ke Kementrian Lingkungan dan Kehutanan guna legalitas,” kata Selamat Suriyadi, Ketua Kelompok TAKOMA kepada kontributor Tabloid Sinar Tani, beberapa waktu lalu di Sekretariat Nagori Sait Buttu Saribu, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

Selamat mengatakan, upaya konservasi lahan DAS PTPN IV ini bermula dari keprihatinan rusaknya hutan dan berkurangnya debit air di aliran sungai. Bahkan dikhawatirkan terjadi banjir sewaktu-waktu. “Untuk mengantisifasi hal tersebut, kami menanam pohon yang bisa juga beternak lebah,” katanya.

Selamat dan kawan kawan membudidayakn lebah jenis trigona, tora dan lain sebagaianya. Umumnya lebah tersebut tidak menyengat seperti lebah biasa. Untuk saat ini di lahan konservasi ada 100 stump. Bila masyarakat ingin belajar beternak lebah trigona, Selamat  mempersilahkan, bahkan tanpa dikenakan biaya alias gratis.

Namun kata, harus membeli stump lebah yang berproduksi dengan harga Rp 1,2 juta. Sedangkan jenis tora 2 juta/stump. “Untuk mendapatkan lebah tersebut dengan sistim pesan dan bayar terlebih dahulu,” ujar Selamat sambal menyebutkan nomor kontak person 0822.7401.1770.

Saat kontributor Tabloid Sinar Tani berada di lokasi konservasi bersamaan Komisaris PTPN IV, Atas Wijiyanto dan Manager Kebun Sidamanik, Win Dwiputra, serta LuLuk Williamms (istri Principil Director PT. Socfindo). Kunjungan tersebut untuk bekerjasama mengembangkan tanaman toga sebagai tanaman herbal.

Hal ini terlihat dengan banyaknya tanaman herbal yang diambil untuk dikembangakan di Conservation Socfindo, pesanan memesan stump lebah trigona dan tora.

 

Reporter : RE. Gultom
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018