Wednesday, 01 December 2021


Pentingnya Remote Sensing dan GIS dalam Pertanian Presisi

01 Nov 2021, 15:05 WIBEditor : Gesha

Hasil pemetaan jarak jauh dengan menggunakan GIS | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Papua Barat --- Pemetaan Jarak Jauh (remote sensing) dan Teknologi Sistem Informasi Geografis / Geographic Information System (GIS) sudah banyak diterapkan di berbagai bidang yang bermanfaat untuk mempermudah perencanaan dan penerapan kebijakan.

Era pertanian 4.0 mewajibkan petani menerapkan teknologi informasi dalam menjalankan usahanya.  Pertanian presisi merupakan konsep manajemen pertanian berdasarkan pengamatan, pengukuran, dan respons terhadap variabilitas dalam dan antar-bidang pada tanaman. 

Margono Adiningrat, Petani Milenial asal Merauke, Papua mencoba mengaplikasikan Remote Sensing dan GIS untuk memetakan suatu wilayah pertanian di daerah Keerom, Papua.  Hasilnya, ia berhasil membuat Peta Foto Udara areal Kantor Bupati Kabupaten Keerom, Papua.  Dalam gambar tersaji luas lapangan dan bangunan pendukung lainnya.  Margono pun menyadari masih perlu banyak belajar dalam mengaplikasian Remote Sensing dan GIS, mengingat kedepan pertanian akan banyak membutuhkan manajemen yang efektif dan efisien.

Diawali dengan pemetaan wilayah Kantor Bupati Keerom, nantinya Margono akan menerapkan Remote Sensing dan GIS untuk menginventarisasi populasi tanaman, memonitoring status nutrisi tanaman, memonitoring pertumbuhan tanaman tanpa perlu turun langsung ke lahan.  Selanjutnya, dari data yang ada akan membantu dalam pembuatan konsep model  prediksi kecukupan pangan.  

Konsep tersebut nantinya dapat menentukan konversi sawah pada kecukupan pangan dan mampu memberikan rekomendasi dosis pupuk yang diperlukan suatu lahan pertanian.  Dengan demikian Pembangunan Pertanian berbasis 4.0. akan terwujud dengan penerapan pertanian presisi. 

Seperti diketahui, dengan adanya pertanian presisi, pemenuhan kebutuhan pangan yang terus meningkat dapat dengan mudah membuat perencanaan dan pengambilan langkah-langkah bijak untuk meningkatkan produktifitasdalam mendukung peningkatan pendapatan dan ketahanan pangan.  Selain itu, prediksi perubahan iklim dapat dengan cepat diantisipasi dengan meningkatakan kapasitas adapatasi terhadap dampak perubahan iklim khususnya yang menyangkut budi daya pertanian.

Reporter : Nsd
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018