Wednesday, 01 December 2021


Mau Tanam? Inilah Prakiraan Musim Hujan dari BMKG

03 Nov 2021, 18:51 WIBEditor : Yulianto

Peta prakiraan musim hujan dari BMKG | Sumber Foto:dok. BMKG

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Musim hujan telah mengguyur sebagian wilayah Indonesia. Petani pun besiap turun ke sawah. Namun demikian, petani harus mewaspadai gangguan serangan hama penyakit saat La Nina.

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kejadian La Nina terus berkembang dengan intensitas lemah – sedang. Setidaknya hingga Februari 2022. Sedangkan kejadian La Nina tahun 2020+2021 lalu, menunjukkan bahwa curah hujan mengalami peningkatan pada November-Desember-Januari.

“Jumlah hari hujan di sebagian besar wilayah Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada periode Agustus 2021 hingga Maret 2022 dengan peningkatan jumlah hari hujan di atas 40 persen,” kata Dodo Gunawan,  Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG di Jakarta, Selasa (2/11).

Dodo mengatakan, dari kejadian La Nina tahun 2020 lalu menunjukkan bahwa curah hujan mengalami peningkatan pada November-Desember-Januari. Curah hujan tinggi terutama di wilayah Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali hingga NTT, Kalimantan bagian selatan dan Sulawesi bagian selatan, berkisar antara 20 – 70 persen di atas normalnya. La nina diprediksi terus berkembang intensitas lemah - sedang, setidaknya hingga Februari 2022,” katanya.

Hingga awal November zona musim yang telah memasuki musim hujan meliputi wilayah Aceh bagian tengah, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung bagian barat.

Begitu juga di Banten bagian timur, Jawa Barat bagian selatan, Jawa Tengah bagian barat, sebagian Jawa Timur bagian selatan, Bali, Kalimantan Utara, sebagian besar Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan bagian selatan dan timur, Kalimantantengahbagian timur, Pulau Taliabu dan Pulau Serambagian selatan.

Sebagian wilayah Indonesia yang akan memasuki periode Musim Hujan mulai Oktober ini meliputi wilayah, Aceh bagian timur, Riau bagian tenggara, Jambi bagian barat, Sumatera Selatan bagian tenggara, Bangka Belitung, Banten bagian barat, Jawa Barat bagian tengah, Jawa Tengah bagian barat dan tengah, sebagian DI Yogyakarta dan sebagian kecil Jawa Timur.

Selain itu, Kalimantan Tengah bagian timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Kemudian Beberapa wilayah yang lain akan memasuki musim bulan November 2021 nanti diprakirakan 87,7 persen wilayah Indonesia.

Sedangkan Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Sulawesi Selatan akan mengalami periode transisi awal masuk musim, sehingga perlu diwaspadai fenomena cuaca ekstrim. Puncak Musim Hujan pada Januari – Februari 2022, perlu kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi lanjutan dari curah hujan tinggi yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi

Dodo mengatakan, BMKG merekomendasikan agar Tim Brigade OPT Kementan dan semua pihak terkait dengan pengelolaan curah hujan tinggi untuk pengurangan risiko bencana yang berada di wilayah yang berpotensi terdampak La-Nina, agar bersiap segera untuk melakukan langkah pencegahan dan mitigasi terhadap peningkatan potensi bencana Hidrometeorologi.

Di saat kejadian La Nina, kondisi curah hujan tinggi, kelembaban tinggi, mudah terjadi perkembangan perkembangan OPT,” katanya saat Webinar Propaktani bertema Antisipasi dan Menyongsong Musim Hujan 2021/2022 dalam Budidaya Tanaman Pangan di Jakarta, Selasa (2/11).

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018