Wednesday, 01 December 2021


Sikapi La Nina, Balitklimat Rekomendasikan Strategi Risiko Ini

04 Nov 2021, 07:03 WIBEditor : Gesha

Petani tanam | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Sebagai negara di khatulistiwa, strategi mitigasi dan antisipasi Indonesia dalam menyikapi kondisi La Nina seharusnya sudah dilakukan. Balai Penelitian Agroklimat (Balitklimat), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) merekomendasikan beberapa strategi risiko. 

"Dalam menyikapi anomali iklim dan cuaca pada MH 2021/2022 ini, perlu emandang anomali cuaca dan iklim sebagai sumberdaya. Tetapi di sisi lain juga mennyiapkan inovasi teknologi untuk mengantisipasinya, " tutur Peneliti dari Balai Penelitian Agroklimat (Balitklimat), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Aris Pramudia dalam Webinar "Menghadapi Musim Tanam 2021/2022" yang digelar TABLOID SINARTANI, Rabu (03/11).

Balai Penelitian Agroklimat (Balitklimat), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) merekomendasikan beberapa strategi risiko. 

Antara lain, mengenali karakteristik iklim dan bencana iklim pertanian di wilayah masing-masing, dan menghindari potensi resiko pertanian menurut skala ruang dan waktu. Kemudian melakukan komunikasi dengan sumber informasi cuaca dan iklim.

Paling utama adalah dengan memanfaatkan alat bantu informasi iklim (web BMKG, sms iklim, android iklim), disertai komunikasi/konsultasi kepada pihak terkait. Memanfaatkan alat bantu jadwal tanam yang tersedia (Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu), disertai komunikasi/konsultasi kepada Tim Gugus Tugas Katam di BPTP Provinsi, Peneliti Balitbangtan, dan lainnya.

Dalam bertanam, pilih varietas yang sesuai dengan potensi bencana yang dihadapi. Berkomunikasi dengan penyuluh, pengamat OPT, pengatur pintu air, serta lembaga terkait (Dinas Pertanian/BPTPH, PU-Pengairan, Dinas SDA).

Pemerintah dan berbagai pihak terkait lainnya, sebagai fasilitator, perlu melakukan percepatan arus informasi, meningkatkan kualitas dan akurasi data dan informasi, meningkatkan dan mengoptimalkan penyediaan sarana produksi pertanian terutama saat diperlukan, meningkatkan koordinasi antar lembaga, serta mengajak dan melibatkan petani dalam alur informasi (partisipatif).

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018