Kamis, 01 Desember 2022


Bappeda Aceh Dukung Inisiasi Pembentukan BRIDA

27 Mei 2022, 11:19 WIBEditor : Gesha

Tim ahli saat audiensi dengan Ka. Bappeda Aceh | Sumber Foto:ABDA

TABLOIDSINARTANI.COM, Banda Aceh --- Sejumlah tenaga ahli dan peneliti tergabung dalam Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) bersama Tim Litbang Bappeda Aceh mendukung untuk pembentukan BRIDA di Aceh. Pasalnya, kegiatan Riset dan Inovasi merupakan langkah strategis untuk pengambilan kebijakan di setiap satuan kerja (satker). 

"Untuk itu, mari kita dukung bersama agar pembentukan BRIDA di Aceh dapat terwujud segera tentu dengan mempertimbangkan kesiapan sumberdaya," ujar Kepala Bappeda Aceh, H.T. Ahmad Dadek, SH.,MH. Pihaknya pun terbuka dalam berkolaborasi bidang Riset dengan para peneliti sehingga bisa bersinergi dan menghasilkan Inovasi demi kepentingan daerah. 

Dalam webinar secara paralel di Aula Bappeda Aceh (25/5), Bappeda Aceh yang terdiri dari Dr. Ema Alemina, MP (Kabid Litbang), Drh. Nurkhalis (Sub Koordinator Penelitian Sosial, Budaya dan Pemerintahan), Nanda Yuniza (Sub Koordinator Inovasi Daerah), beserta tim lainnya yakni Dr Derita Yulianto (tenaga ahli Litbang Bappeda) dan Marzi Afriko (Forum Peneliti Aceh), Dr. Basri A. Bakar dan Evan Febriansyah, M.Si (peneliti BRIN) serta Dr Irham Iskandar (peneliti Bappeda) beraudiensi dengan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh untuk membahas rencana pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA). 

Untuk pembentukan BRIDA dan program penelitian jangka panjang perlu berkoordinasi dengan Biro Organisasi Setda Aceh. "Untuk pembentukan SKPA baru, kita juga perlu menyiapkan peta jabatan dan data base peneliti," tuturnya.

Dr. Ir Ema Alemina, MP selaku Kabid Litbang Bappeda Aceh menyampaikan pertemuan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan menyamakan persepsi dalam upaya pembentukan BRIDA Aceh.  Dalam waktu dekat, pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Biro Organisasi terkait pemberdayaan sumberdaya peneliti yang ada di Aceh. "Kita juga siap berkolaborasi dengan semua pihak dalam memanfaatkan  kegiatan penelitian," bebernya. 

Tindak lanjutnya, nantinya para peneliti BRIN bisa melakukan riset sesuai dengan bidang kepakarannya. Untuk tahun 2023, pihaknya akan mengalokasikan dana untuk melakukan penelitian sesuai dengan kebutuhan daerah. "Hal ini penting guna meningkatkan nilai tambah dalam menghasilkan inovasi dan invensi," pungkasnya.

Menurut calon peneliti BRIN, Dr Basri A. Bakar, MSi menyambut baik upaya pemerintah untuk membentuk BRIDA di Aceh guna melahirkan hasil riset satu pintu. Namun sangat tergantung kepada tekad pemerintah Aceh bersama legislatif, sehingga lahir wadah riset baru seperti Bali, NTB, Jateng dan lain-lain. "Memang butuh waktu dengan persiapan matang termasuk menyiapkan Qanun dan telaah akademik," tambah Basri.

Sementara Evan Febriansyah, M.Si peneliti BRIN menyebutkan pembentukan BRIDA merupakan langkah yang sangat baik dalam keberlangsungan penelitian di Aceh. Mengingat hubungan antara hasil penelitian dengan perumusan kebijakan di tiap daerah yang tidak dapat dipisahkan, tentu akan menjadi semakin terarah dan terhubung dengan adanya wadah seperti BRIDA di Aceh. "Persiapan yang kuat dan matang harus dilakukan dalam proses pembentukan BRIDA di Aceh, agar ketika terbentuk kita siap untuk melaksanakan tugas dan fungsinya dengan maksimal," ucapnya. 

 

Reporter : Abda
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018