Thursday, 30 June 2022


Perubahan Iklim Terjadi, Serangan OPT Meningkat

10 Jun 2022, 12:56 WIBEditor : Gesha

Guru Besar Bidang Proteksi Tanaman IPB University, Prof Dadang Hermana | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Perubahan Iklim yang semakin nyata terasa kini ternyata berpengaruh pada perilaku serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), dan tentu saja mengancam masa depan pangan di Indonesia maupun dunia.

"Dalam masa depan pangan, OPT menjadi hambatan utam bersama perubahan iklim dan kesuburan lahan," sebut Guru Besar Bidang Proteksi Tanaman Institut Pertanian Bogor, Prof Dadang Hermana dalam webinar "Kiat Jitu Kendalikan Penggerek Batang Padi" kerjasama Tabloid Sinar Tani dan FMC di Jakarta, Kamis (9/6).

Ditambahkannya, dewasa ini banyak OPT-OPT baru dan berperilaku lebih ganas daripada sebelumnya karena perubahan iklim yang terjadi. "Sehingga perlu perhatian khusus dari berbagai pihak untuk terus serius mengendalikan OPT ini," tambahnya.

Seperti diketahui, Perubahan iklim karena pemanasan global (global warming) telah mengubah kondisi iklim global, regional, maupun lokal. Hal ini karena iklim merupakan unsur utama yang berpengaruh dalam sistem metabolisme dan fisiologi tanaman, maka perubahan iklim global akan berdampak buruk terhadap keberlanjutan ketahanan tanaman.

Namun, pengaruh perubahan iklim terhadap populasi OPT sulit diprediksi, karena adanya keseimbangan antara OPT dengan tanaman inangnya (host) serta musuh alaminya. Namun secara umum, dapat dipaparkan bahwa tanaman yang mengalami tekanan/stress karena perubahan iklim lebih rentan terhadap serangan OPT.

Kemudian, serangga hama dan mikroba termofilik (menyukai kondisi panas) lebih diuntungkan dengan makin panjangnya musim panas/kemarau dan meningkatnya temperatur. Bahkan organisme yang saat ini bukan sebagai OPT suatu saat dapat menjadi OPT dan dapat berekspansi ke wilayah lain.

Pada musim hujan, hama dan penyakit yang biasa merusak tanaman padi adalah tikus, wereng coklat, penggerek batang, lembing batu, penyakit tungro, blas, dan hawar daun bakteri, dan berbagai penyakit yang disebabkan oleh cendawan. Dalam keadaan tertentu, hama dan penyakit yang berkembang dapat terjadi di luar kebiasaan tersebut. Misalnya, pada musim kemarau yang basah, wereng coklat pada varietas rentan juga menjadi masalah. Sedangkan pada musim kemarau, hama dan penyakit yang merusak tanaman padi terutama adalah tikus, penggerek batang dan walang sangit.

 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018